INDUSTRY.co.id - Jakarta - Agar perusahaan tidak salah dalam merancang kampanye Ramadan, MMA Global Indonesia menggelar MMA Global Indonesia’s Ramadan Insights 2024 di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta pada Selasa, 5 Maret 2024. 

Konferensi setengah hari yang transformatif ini berfungsi sebagai titik konvergensi krusial, memupuk dialog kolaboratif dan memengaruhi lintasan lanskap pemasaran dan periklanan.

Dalam acara ini, Jonn Terence Dy, Head of Marketing, P&G Indonesia menjelaskan poin penting P&G Indonesia dalam memperkuat brandnya selama Ramadan. Yaitu memahami apa yang dibutuhkan dan konten yang disukai konsumen selama Ramadan, serta komunikasi otentik untuk memebangun kepercayaan pelanggan.

"Diperlukan keselarasan antara strategi pemasaran dengan penerapan nilai-nilai Ramadhan untuk menunjukkan pemahaman yang tulus terhadap sensitivitas budaya, serta memberikan dampak positif pada masyarakat," kata Jonn Terence Dy.

Sebagai salah satu FMCG terbesar di Indonesia, Jonn Terence Dy juga mengungkap rahasia P&G Indonesia membangun keterlibatan konsumen dan komunitas selama Ramadan.

"Kami selalu mengandalkan insight (kearifan) lokal untuk terus beradaptasi dengan perubahan dan mempertahankan prinsip inti kami dalam memprioritaskan kebutuhan konsumen. Melalui inovasi yang berkelanjutan, kami menghadirkan kampanye-kampanye unik yang disesuaikan dengan pemahaman lokal," kata Jonn Terence Dy.

Peraih penghargaan Young Market Masters, sebuah penghargaan prestisius bidang sales and marketing di Filipina lalu mencontohkan, pada Ramadan tahun ini diluncurkan kampanye Downy #PashtiHarumTahanLama yang menggambarkan keunikan kain dan momen-momen istimewa selama bulan suci

"Dengan melibatkan beberapa influencer ternama, kami tidak hanya mengusung keharuman tahan lama dari Downy dalam komunikasi, tetapi juga menawarkan berbagai pengalaman Ramadhan yang menginspirasi," kata Jonn Terence Dy. 

Di akhir pemaparannya, Jonn Terence Dy juga mengungkap bagaimana P&G menerjemahkan pesan merek global ke dalam kontek lokal, terutama selama bulan Ramadan.

"Dengan memperhatikan preferensi dan budaya setempat, kami tidak hanya menyajikan konten yang sesuai, tetapi juga membangun ikatan yang lebih dalam dengan konsumen di seluruh Indonesia," kata Jonn Terence Dy. 

"Pendekatan ini bukan hanya tentang menyesuaikan pesan global dengan konteks lokal; tetapi tentang menciptakan pengalaman yang otentik dan bermakna bagi masyarakat setempat. Kami berusaha untuk menjadi lebih dari sekadar merek yang hadir, tetapi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari konsumen," tutupnya.