INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dalam kehamilan, salah satu faktor penentu adalah usia. Hal ini pula yang kemudian mempengaruhi kesuburan wanita.

Advertisement

Seiring bertambahnya usia, jumlah dan kualitas sel telur pun ikut berpengaruh. Secara umum, sel telur yang ada pada wanita akan ikut menua dan kualitasnya pun ikut menurun. Penurunan Tingkat kesuburan wanita tersebut terjadi selama alami. Kualitas dan jumlah sel telur akan berkurang lebih cepat ketika sudah memasuki pertengahan usia 30-an.

Gaya hidup dan kesehatan tentu saja tidak kalah penting, namun keduanya tidak begitu banyak berpengaruh daripada efek usia. Hanya saja, masih banyak wanita yang tidak mengetahui fakta tersebut.

Advertisement

Tahun reproduksi terbaik seorang wanita untuk hamil adalah ketika berada di usia 20-an. Lalu, kesuburan tersebut akan berangsur-angsur menurun di usia 30-an.

Maka, jelas bahwa usia ideal untuk hamil adalah ketika wanita berada di usia subur. Yaitu, pada usia 20 hingga 35 tahun. Ketika sudah melewati usia ideal, maka kemungkinan wanita akan mengalami kondisi masalah susah hamil.

Advertisement

Nah, jika Anda dan pasangan sedang merencanakan kehamilan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan peluang kehamilan. Hal ini berlaku juga untuk suami. Simak Cara alami meningkatkan kesuburan pria dan wanita berikut :

Berhubungan Intim Teratur

Advertisement

Usahakan berhubungan seks sekitar 2 hingga 3 kali seminggu tanpa menggunakan kondom. Jika wanita belum merasakan tanda-tanda kehamilan setelah berhubungan seks rutin dalam 1 tahun, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter kandungan.

Sementara wanita usia di atas 35 tahun juga perlu berkonsultasi ketika belum memperoleh momongan meski menjalani program kehamilan selama lebih dari 6 bulan.

Pantau Tanda Kesuburan

Semakin besar peluang hamil jika Anda berhubungan selama masa subur. Maka catat tanggal menstruasi dan ketahui tanda masa subur, seperti perubahan suhu tubuh dan lendir serviks. Jika Anda sudah mengetahuinya, maka Anda bisa menentukan waktu untuk berhubungan intim.

Berhenti Merokok dan Minum Alkohol

Berhenti merokok adalah salah satu cara yang dapat membantu meningkatkan kualitas sperma serta menjaga kesuburan pria. Berdasarkan hasil studi, merokok dapat mempengaruhi banyak aspek kesehatan sperma, termasuk penurunan jumlah, penurunan motilitas dan bentuk sperma.

Kebiasaan merokok juga mempengaruhi kesuburan wanita. Merokok punya efek negatif terhadap keberhasilan pengobatan pasangan yang menggunakan IVF dalam perawatan kesuburan ICSI. Wanita yang terpapar asap rokok memiliki tingkat keberhasilan IVF lebih rendah dan berpotensi mengalami risiko keguguran.

Sementara, mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga dapat menurunkan kesuburan pria. Penelitian menunjukkan bahwa hanya 12% pria yang memiliki jumlah sperma dan kesehatan normal, dibandingkan dengan 37% non-perokok dan non-alkohol.

Olahraga

Olahraga teratur dapat meningkatkan kadar testosterone dan mendorong kesuburan pria. Mereka akan memiliki kadar testosterone lebih tinggi dan kualitas sperma lebih baik. Namun, hindari olahraga berat yang berlebihan karena justru akan mengurangi kadar testosterone.