Kalimantan Bukan Hanya Sekedar Isu Pemindahan Ibu Kota

Oleh : Rahmad, M.Pd, Pengajar Di Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Di Universitas Islam Negeri Antasari Banjar | Kamis, 27 Juli 2017 - 16:50 WIB

Rahmad, M.Pd. (Foto Ist)
Rahmad, M.Pd. (Foto Ist)

INDUSTRY.co.i, Jakarta - Akhir-akhir ini Kalimantan sering disebut dalam pemberitaan nasional. Pemberitaan tersebut berkaitan dengan isu pemindahan ibukota Republik Indonesia. Wacana pemindahan ibukota ini menjadi sebuah isu nasional yang sangat ramai dibicarakan. Isu pemindahan ibukota tentu bukan hal baru seperti yang dikemukakan sejarawan JJ Rijal Isu pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Palangkaraya bukan hal baru dan sampai saat kepemimpinan Presiden Joko Widodo baru wacana.

Walaupun bukti keseriusan telah ditunjukkan pemerintah,melalui Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengaku telah membahas rencana detail pemindahan ibu kota ini bersama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Negara, Senin (3/7/2017).

Dalam perbincangan terakhirnya dengan Presiden, Bambang mengatakan kajian pemindahan ibu kota, termasuk skema pendanaan, akan rampung tahun ini. "Maka tahun 2018 atau 2019 sudah mulai ada kegiatan terkait dengan pemindahan pusat administrasi pemerintahan," kata Bambang, di kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat (kompas.com).

Pemindahan ibukota adalah isu yang juga terdengar saat pemerintahan sebelumnya. Pada masa almarhum Presiden Soeharto juga berkeinginan berkeinginan agar ibu kota negara dipindahkan dari Jakarta ke Jonggol, Jawa Barat. Wilayah itu dipilih karena dianggap paling realistis untuk menempatkan pusat pemerintahan yang tidak jauh dari ibu kota. Jaraknya hanya 40 km dari Jakarta. Pemindahan ibu kota kembali ramai era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Oktober 2010 silam.

Waktu itu SBY menawarkan tiga opsi untuk mengatasi kemacetan di Ibu Kota Jakarta. Pertama, mempertahankan Jakarta sebagai ibu kota maupun pusat pemerintahan dengan pembenahan total. Kedua, Jakarta tetap menjadi ibu kota, tetapi pusat pemerintahan dipindahkan ke daerah lain. Serta opsi ketiga atau terakhir, dibangun ibu kota baru, seperti Canberra (Australia) dan Ankara (Turki).

Isu pemindahan ibukota ini juga dibahas oleh dosen planologi Institut Teknologi Bandung, Krishna Nur Pribadi, menyebut rencana itu sangat wajar mengingat Kalimantan yang di luar wilayah gempa, serta jumlah penduduknya yang masih sedikit, tetapi lahannya masih sangat luas.

Penduduk Kalimantan yang masih sedikit dibandingkan dengan luas wilayahnya ini, menurut Krishna, membuat harga tanah rendah, sehingga sangat berpeluang untuk terus dikembangkan dan menarik orang untuk datang. Salah satu yang ramai disebut adalah kota Palangkaraya, walaupun pemerintah menyatakan masih mempertimbangkan sejumlah pilihan kota, yang menurut Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil, harus yang "paling suitable dan bagus".

Sumbangsih Kalimantan

Tetapi saya ingin mencoba mengingatkan kembali kepada masyarakat luas, bahwa Kalimantan dalam hal ini Kalimantan Selatan telah pula menuliskan tinta emasnya dalam proses sejarah, dan memberi sumbangsihnya dalam perjuangan bangsa ini. Kalimantan telah membukttikan pula nasionalismenya bagi republik ini. Kalimantan Selatan melalui Brigjend. Hasan Basri telah ikut serta dalam proses sejarah dan persatuan bangsa ini. Keikutsertaan kalimantan dalam sejarah bangsa ini dapat kita lihat sebagai berikut.

Berdasarkan hasil sidang PPKI kedua pada tanggal 19 Agustus 1945, pada awal pembentukan wilayah Indonesia yang terdiri atas delapan provinsi, kita ketahui bersama Kalimantan dengan Ir. Pangeran Mohammad Nor sebagai gubernurnya merupakan salah satu dari delapan provinsi awal tersebut. Namun berdasarkan hasil perjanjian linggarjati, Kalimantan terpaksa tidak diakui oleh pemerintah pusat sebagai bagian RI.

Seperti yang tertuang dalam tajuk Banjarmasin Post pada tahun lalu, bahwa Kalimantan Selatan juga memiliki sejarah yang sangat menentukan perjalanan bangsa ini dalam membebaskan diri dari para penjajah. Yakni Proklamasi Kalimantan atau yang sering disebut sebagai Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan. Tepat pada tanggal 17 Mei 1949, di Niih, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, P Arya alias Munir membacakan pernyataan sikap rakyat Kalsel menjadi bagian dari republik Indonesia, yang sudah diproklamirkan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Adapun bunyi dari Proklamasi itu adalah, PROKLAMASI. Merdeka: Dengan ini kami rakyat Indonesia di Kalimantan Selatan, mempermaklumkan berdirinya pemerintahan Gubernur Tentara dari ALRI melingkungi seluruh daerah Kalimantan Selatan menjadi bagian dari Republik Indonesia, untuk memenuhi isi Proklamasi 17 Agustus 1945 yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Hal-hal yang bersangkutan dengan pemindahan kekuasaan akan dipertahankan dan kalau perlu diperjuangkan sampai tetes darah yang penghabisan.Tetap Merdeka!

Bentuk perlawanan rakyat Kalimantan Selatan terhadap upaya Belanda untuk menghancurkan persatuan di Indonesia dilakukan dengan cara proklamasi kesetiaan rakyat Kalimantan Selatan terhadap RI. Proklamasi 17 Mei 1949 divisi IV ALRI adalah sebuah proklamasi yang menyatakan Kalimantan (Selatan) mencintai negara ini (Indonesia) serta menyatakan bahwa Kalimantan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Republik Indonesia. Proklamasi ini merupakan sebuah realita bahwa rakyat Kalimantan Selatan sedikit banyaknya telah berjasa terhadap proses integrasi bangsa dan negara ini.

Menjadi sangat disayangkan (saya pribadi) bahwa proses nasionalisme lokal yang bernuansa nasional ini seperti luput dari penuulisan sejarah bangsa ini. Pada tanggal 17 Mei bertepatan dengan proklamasi kesetiaan Kalimantan Selatan terhadap RI. Proklamasi ini berbunyi; Merdeka, dengan ini kami rakyat Indonesia di Kalimantan Selatan, mempermaklumkan berdirinya pemerintahan gubernur tentara dari ALRI melingkungi seluruh daerah Kalimantan Selatan menjadi bagian dari Republik Indonesia, untuk memenuhi isi proklamasi 17 Agustus 1945 yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Hal-hal yang bersangkutan dengan pemindahan kekuasaan akan dipertahankan dan kalau perlu diperjuangkan sampai tetesan darah yang penghabisan.

Sebagai warga di Kalimantan Selatan, tentu tidak lupa pula bahwa proklamasi tersebut merupakan sebuah peristiwa penting yang terjadi dalam tataran lokal, tetapi mempunyai pengaruh untuk sejarah nasional Indonesia. Mengapa saya katakan demikian, hal ini tidak terlepas dari proses sejarah akibat dari hasil perjanjian linggarjati yang menyebutkan bahwa wilayah kita tidak masuk dalam bagian RI, kecuali Sumatra, Jawa dan Madura. Tetapi nasionalisme orang Kalimantan Selatan (urang banua) malah menunjukkan kita menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari RI.

Peristiwa ini merupakan sebuah wujud nasionalisme orang banua yang dipimpin sosok Brigjend. Hasan Basri yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional melalui surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 110/TK Tahun 2001, tanggal 3 November 2001.

Beliau melaksanakan perlawanan geriliya di bumi Lambung Mangkurat dan membuat Belanda kesulitan dalam menguasai Kalimantan. Perlawanan urang banua sangat memberatkan pemerintah kolonial Belanda pada masa itu.

Akhirnya dalam kesempatan yang baik ini semoga dengan isu pemindahan ibukota ini, selayaknya pula bahwa sejarah lokal yang ikut berperan serta dalam proses nasionalisme Indonesia ini mendapat perhatian dan dapat menjadi salah satu potongan sejarah bangsa ini yang tertperhatikan pemerintah pusat.

Penulis : Rahmad, M.Pd. adalah Pengajar pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, yang mengutamakan kajian pada bidang Pendidikan dan dinamikanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 Dewan Komisaris dan Menteri BUMN Sepakati Penyelesaian Kasus Direksi Garuda Indonesia

Sabtu, 07 Desember 2019 - 19:00 WIB

Dewan Komisaris dan Menteri BUMN Sepakati Penyelesaian Kasus Direksi Garuda Indonesia

Jakarta-Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mendatangi kantor Kementerian BUMN Sabtu (7/12/2019) untuk bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir guna membahas tindaklanjut pasca…

Dukung Industri Pariwisata, Batik Air Perkuat Layanan di Bumi Cendrawasih

Sabtu, 07 Desember 2019 - 18:00 WIB

Dukung Industri Pariwisata, Batik Air Perkuat Layanan di Bumi Cendrawasih

Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group hari ini meresmikan rute baru yang dilayani langsung dari Timika menuju Jayapura. Penerbangan tersedia dalam frekuensi satu kali setiap…

Grabwheels (Doc: Grab.com)

Sabtu, 07 Desember 2019 - 17:48 WIB

Grabwheels Lebih Sekadar Mobilitas Pribadi

Jakarta - Tren dunia dalam transportasi adalah integrasi dan penyerapan oleh sistem yang massal dan cepat. Yang dipentingkan adalah mobilitas orang, bukan mobilitas kendaraan sehingga pergerakan…

Jenahara dan ibunya Ida Royani

Sabtu, 07 Desember 2019 - 17:45 WIB

Desainer Muda Indonesia, Jenahara Membuat Scarf Terinspirasi dari Ibu

Jakarta - Ibarat pepatah “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”, begitulah perumpamaan yang tepat bagi Jenahara yang merupakan seorang perancang busana muda Indonesia.

INACA Ign N Askhara Danadiputra (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 07 Desember 2019 - 17:28 WIB

Viral Video Ari Askhara Tak Akan Mundur dari Jabatan Dirut Garuda

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akhirnya memecat Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau yang lebih dikenal Ari…