Koperasi Warga Semen Gresik Masuk 300 Koperasi Besar Dunia

Oleh : Hariyanto | Kamis, 20 Juli 2017 - 09:56 WIB

Semen Gresik Indonesia
Semen Gresik Indonesia

INDUSTRY.co.id , Jakarta - Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) masuk 300 ke dalam koperasi besar dunia (Global World Co-operative Monitor). Pemeringatan ini dilakukan oleh asosiasi koperasi global International Cooperative Alliance (ICA).

Wisnu Hadianto, Manajer Pengembangan Manajemen Koperasi Warga Semen Gresik mengatakan, hingga saat ini hanya Koperasi Warga Semen Gresik mampu masuk 300 koperasi besar dunia dari Indonesia.

ICA sudah memperhitungkan Koperasi Warga Semen Gresik sejak 2013 atas kinerja koperasi ini di tahun 2012. Kala itu Koperasi Warga Semen Gresik menduduki peringat 233.

"Kami berada pada peringkat 183 di dunia versi International Cooperative Alliance (ICA). Peringkat ini terus naik dari 232 di tahun 2015 dan 210 pada tahun 2014," katanya, Rabu (19/7/2017).

Koperasi ini sudah berdiri sejak 29 Januari 1963 di Gresik dan sudah memiliki 6.200 orang anggota dengan simpanan anggota Rp 135,86 miliar dan dana pinjaman anggota Rp 148,54 miliar pada tahun 2016.

Adapun unit usaha yang dimiliki Koperasi Warga Semen Gresik adalah simpan pinjam, ekspedisi darat, ritel dan resto, perdagangan industri, perdagangan bangunan, event organizer, serta pabrik FCB Grass Board.

Jakarta - Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) masuk 300 ke dalam koperasi besar dunia (Global World Co-operative Monitor). Pemeringatan ini dilakukan oleh asosiasi koperasi global International Cooperative Alliance (ICA).

Wisnu Hadianto, Manajer Pengembangan Manajemen Koperasi Warga Semen Gresik mengatakan, hingga saat ini hanya Koperasi Warga Semen Gresik mampu masuk 300 koperasi besar dunia dari Indonesia.

ICA sudah memperhitungkan Koperasi Warga Semen Gresik sejak 2013 atas kinerja koperasi ini di tahun 2012. Kala itu Koperasi Warga Semen Gresik menduduki peringat 233.

"Kami berada pada peringkat 183 di dunia versi International Cooperative Alliance (ICA). Peringkat ini terus naik dari 232 di tahun 2015 dan 210 pada tahun 2014," katanya, Rabu (19/7/2017).

Koperasi ini sudah berdiri sejak 29 Januari 1963 di Gresik dan sudah memiliki 6.200 orang anggota dengan simpanan anggota Rp 135,86 miliar dan dana pinjaman anggota Rp 148,54 miliar pada tahun 2016.

Adapun unit usaha yang dimiliki Koperasi Warga Semen Gresik adalah simpan pinjam, ekspedisi darat, ritel dan resto, perdagangan industri, perdagangan bangunan, event organizer, serta pabrik FCB Grass Board.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

Senin, 24 Februari 2020 - 19:36 WIB

Menteri Teten Dorong Pelatihan SDM KUMKM di Daerah Wisata Super Prioritas

Menteri Teten minta kepada Deputi Bidang SDM pendidikan/pelatihan SDM KUMKM terutama untuk Kewirausahaan/Vocational untuk diperluas dan diperbanyak, khususnya daerah wisata super prioritas (bali…

Samsung Giga Party Audio

Senin, 24 Februari 2020 - 16:06 WIB

Samsung Hadirkan Samsung Giga Party Audio

Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan Samsung Giga Party Audio, penambahan terbaru ke jajaran home audio dan entertainment. Dengan Built-in Woofer, Bass Booster, dan fungsi Karaoke Mode,…

Hugh Jackman dan Allison Janney di HBO GO dan HBO

Senin, 24 Februari 2020 - 15:44 WIB

Bad Education dari HBO Films

Terinspirasi dari peristiwa nyata, Bad Education, mulai tayang berbarengan waktunya dengan A.S. pada 26 April jam 8.00 WIB HBO GO dan HBO, berkisah tentang Frank Tassone (Hugh Jackman) dan Pam…

NU CARE-LAZISNU dan Treasury

Senin, 24 Februari 2020 - 15:23 WIB

Kolaborasi NU CARE-LAZISNU dan Treasury Mempelopori Donasi Emas

Sebagai lembaga yang bergerak dibidang sosial, NU CARE-LAZISNU memiliki mimpi untuk turut mewujudkan kesejahteran umat dan masyarakat Indonesia, dengan menggunakan instrumen yang bisa memberikan…

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto

Senin, 24 Februari 2020 - 14:50 WIB

Status Negara Berkembang Dicabut, Kadin Minta Pemerintah Perkuat Daya Saing

Langkah Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan Indonesia dari status negara berkembang harus dipandang sebagai tantangan.