Songsong Tahun 2016 dan MEA dengan Manajemen Teknologi

Oleh : Admin | Selasa, 05 Januari 2016 - 00:41 WIB

Songsong Tahun 2016 dan MEA dengan Manajemen Teknologi
Songsong Tahun 2016 dan MEA dengan Manajemen Teknologi

Pesawat terbang produksi N-219 dari PT Dirgantara Indonesia baru saja diluncurkan 10 Desember 2015 lalu, walapun perjalanan menuju komersial masih memerlukan beberapa tahapan lagi, namun optimisme dan kerinduan akan karya anak bangsa Indonesia cukup terobati setelah penerbangan pertama Prototipe Pesawat N-250 pada 10 Agustus 1995, yang lebih dari 20 tahun yang lalu dan hingga kini N-250 masih belum dapat diselesaikan dan dijual secara komersial setelah terhenti akibat krisis moneter di tahun 1997 – 1998.

PT Dirgantara Indonesia, merupakan aktor dari kedua peristiwa diatas. Didirikan pada 26 April 1976, 41 tahun yang lalu dengan nama PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio, kemudian berganti nama menjadi IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) pada tahun 1985, yang kemudian berubah menjadi PT Dirgantara Indonesia pada 24 Agustus 2000. Sampai saat ini terdapat 2 produk andalan pesawat yang diproduksi oleh PT DI, yaitu: C-212 dan CN-235. C–212 merupakan pesawat yang didesain dan diproduksi oleh CASA – Spanyol, namun PT DI memiliki lisensi untuk memproduksinya. Hanya ada 2 pabrikan yang memproduksi pesawat ini, yaitu CASA – Spanyol dan PT DI – Indonesia, total pesawat yang telah diproduksi sejumlah 550 lebih. Sedangkan CN-235 merupakan pesawat yang didesain dan diproduksi bersama-sama oleh CASA dan PT DI. CN-235 memiliki beberapa varian, dengan total produksi sampai dengan tahun ini sekitar 250 buah. Selanjutnya PT DI mengembangkan pesawat yang didesain dan diproduksi sendiri, yaitu: N-250 (sebelumnya C: CASA; CN: CASA – Nurtanio/Nusantara; N: Nurtanio/Nusantara). Namun pengembangan N-250 dihentikan setelah PT DI membuat 2 prototipe, dari rencana 4 prototipe. Hal tersebut dikarenakan krisis ekonomi pada 1997. Pesawat terbaru yang sedang dikembangkan prototipenya oleh PT DI adalah N-219, yang direncanakan akan terbang perdana pada Mei 2016.

Sejarah panjang mobil nasional di Indonesia Perkembangan Industri Otomotif, termasuk juga sepedamotor pun tidak kalau dinamis. Toyota Kijang yang didesain untuk kebutuhan Indonesia dan diluncurkan pada tahun 1975 di Pekan Raya Jakarta, yang kemudian menumbuhkan industri karoseri, hingga kini Toyota Innova yang merupakan produk global merupakan hasil evolusi  dari pasar Indonesia menjadi produk untuk pasar global. Berikut juga inisiatif yang dilakukan oleh kelompok produsen lain seperti Suzuki, yang hingga kini menggandeng industry karoseri lokal menjadi mayoritas angkutan kota maupun pedesaan.

Semangat mobil nasional memuncak ketika pada tahun 1994 – 1998, banyak upaya dan perkembangan menuju mobil nasional. Dengan harapan, tidak hanya bermain pada karoseri dan perakitan, namun lebih cenderung untuk memiliki merk mobil Indonesia, tercatat beberapa upayanya adalah: Timor, Bakrie Beta97 MPV, Maleo, Bimantara, Texmaco, dan lainnya. Yang terakhir juga dapat terlihat dengan Esemka dan Mobil Listrik Indonesia-Tucuxi, sampai dengan penerbitan PP No 21 Tahun 2013 yang memicu peluncuran mobil-mobil LCGC (Low Cost Green Car), kemudian rencana pengembangan mobil nasional dengan Proton Malaysia.

Kedua upaya penguasaan dan pengembangan produk asli Indonesia, yaitu pada Industri Pesawat Terbang dan Industri Mobil, peran pemerintah cukup besar. Pada Industri pesawat, PT DI merupakan BUMN dan satu-satunya pemain di Indonesia, sedangkan pada industry otomotif, peran pemerintah untuk mengembangkan Timor, Bimantara dan lainnya juga cukup signifikan. Keduanya, pada industry dirgantara dan otomotif telah mamiliki perjalanan panjang yang hingga kini tetap belum berhasil dilakukan.

Melihat perkembangan produk elektronik Polytron, didirikan di Kudus pada 1975 dengan nama PT Indonesia Electronic & Engineering, dan berubah menjadi PT Hartono Istana Teknologi . Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam perlengkapan elektronik seperti televisi, telepon selular, dan lainnya. Perkembangan merk Polytron memang belum menjadi produk global seperti Samsung, namun penjualan dan variasi produknya serta ketahanannya terhadap serangan produk-produk lain yang sejenis dapat dilihat sebagai prestasi yang baik dan membanggakan. Pernah menjadi produk TV yang memimpin pasar, untuk 14” pada tahun 1990an. Menjadi penguasa pasar di Industri Elektronik rumah tangga memang belum terlihat, namun menjadi tuan rumah dan memiliki produk yang bersaing dengan produk global di pasar lokal merupakan prestasi yang tidak dapat diremehkan.

Tren olahraga bersepeda dan kiprah Polygon di Indonesia dan global juga fenomeda yang dapat diamati dan dijadikan contoh untuk produk-produk lokal dengan merk asli Indonesia. Polygon merupakan produsen Sepeda asli Indonesia, pabrikasinya bahkan merupakan pabrikasi merk-merk global. Polygon dengan variasi produk dan jaringan distribusinya berhasil menciptakan pasar dan menjadi pemain utama di Indonesia dengan pesaing dari prodduk-produk global.

Perbedaan kasus industri dirgantara dan otomotif dengan industri elektronik dan sepeda dapat dilihat dari beberapa hal, yang pertama: intervensi pemerintah cukup signifikan pada industry dirgantara dan otomotif. Baik sebagai aktor maupun sebagai regulator yang memihak untuk menumbuhkan produk nasional/lokal.

Sedangkan pada industri elektronik dan sepeda, intervensi pemerintah hanya sebagai regulator, pemain lokal maupun global tidak diistimewakan, seluruhnya mengikuti persaingan pasar yang cukup besar di Indonesia.

Dari perbedaan hal diatas, dapat kita amati, untuk menghasilkan produk lokal/Indonesia, pemerintah sebagai pemain utama (atau tunggal) dan sebagai pihak/regulator yang memenangkan pihak tertentu tidaklah efektif. Bagaimana peran pemerintah yang seharusnya diambil?

Konsep Manajemen Teknologi, salah satunya menyatakan dalam hal penguasaan, pemanfaatan, dan penciptaan teknologi, secara ringkas perlu dirancang dan didesain 4 aspek, yaitu Technoware, Infoware, Humanware, dan Orgaware, diringkas dengan THIO. Pemerintah dapat menumbuhkan keempat aspek ini dengan memunculkan kebijakan-kebijakan yang adil untuk seluruh pihak yang ada di Indonesia.

  • Koordinasi untuk membangun dan menjalankan kebijakan yang menumbuhkan penggunaan dan penguasaan Teknologi produksi terkini, dengan memberikan kebijakan pajak yang sesuai, pemberdayaan Lembaga Penelitian dan Universitas untuk lebih dekat dan bisa berkolaborasi dengan Industri dengan penyusunan system kerjasama yang saling menguntungkan dan adanya persaingan pada kedua belah pihak (baik penyedia penelitian maupun yang membutuhkan, sehingga tercipta pasar diantara Lembaga Penelitian dan Industri)
  • Pengiriman dan kolaborasi dengan pemain global untuk mengetahui informasi-informasi terkini, dilakukan secara komprehensif dan sistematis, juga memerlukan inisiatif yang dapat membangun kemudahan dan kebiasaan baru untuk melakukan update dan saling sharing diantara pelaku industry. Salah satunya dengan mengembangkan industry pameran, seminar, dan expo mengenai hal-hal yang ingin dikembangkan di Indonesia secara lebih terencana dan berkala. Contohnya bukan hanya pameran yang mempertemukan produsen mobil dan konsumennya, namun juga menjadi tempat pelaksanaan expo global di Industri produksi/manufaktur otomotif, dengan memberikan kesempatan untuk para pemain lokal melihat dan mempelajari trend dan teknologi terkini.
  • Penyusunan dan pelaksanaan pengembangan SDM yang tersistematis, dengan memberikan kebijakan yang tepat untuk para pelaku di Industri tertentu. Seperti yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk mengembangkan SDM di Industri keuangan, dengan memberlakukan kebijakan pengembangan SDM untuk seluruh anggota pelaku industry dan regulator.
  • Pembagian tugas yang ringkas dan jelas antara lembaga pembuat regulasi, pengawas mekanisme pasar, dan sosialisasi yang sesuai.

Dari konsep Manajemen Teknologi, peran pemerintah akan sangat signifikan untuk percepatan perkembangan teknologi yang berujung pada pemilikan merk lokal yang dapat bersaing dengan produk global, namun pada porsi yang tepat dan dengan SDM yang handal. Kebijakan perlu dilakukan segera sehingga penciptaan tenaga kerja dapat terjadi dengan lebih baik dan sesuai dan menimbulkan kebanggaan nasional yang juga akan meningkatkan kepercayaan diri bangsa sehingga juga akan meningkatkan produktivitas Indonesia secara keseluruhan.

Selamat Tahun Baru 2016, songsong dengan pengembangan SDM yang lebih terarah dan sistematis. Ketut Saguna Narayana

Tentang Penulis

Saya Ketut Saguna Narayana, saat ini adalah Mahasiswa S3 di Universitas Indonesia jurusan Ilmu Administrasi. Saat ini saya bekerja di PT Daya DImensi Indonesia yang merupakan perusahaan konsultan di bidang pengembangan SDM. Saa memiliki ketertarikan di bidang industri, terutama otomotif. Dengan latar belakang Teknik Mesin dan Teknik Industri saya ingin memberikan pandangan saya mengenai perkembangan Industri di Indonesia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT. CAR SOME INDONESIA (Carsome), sebuah perusahaan penyedia layanan jual beli mobil berbasis aplikasi digital.

Jumat, 21 Juni 2019 - 06:09 WIB

Carsome Diduga Melanggar Aturan dalam Praktik Bisnis Jual Beli Mobil

Masyarakat Peduli Hukum Teknologi Indonesia (MPHTI) melayangan aduannya ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terkait praktik jual beli yang dilakukan PT. CAR SOME INDONESIA (Carsome),…

Jenny Widjaja, selaku pendiri Paberik Mie tampak antusias menyambut pengunjung menikmati kuliner mie ayam sehat dan alami

Jumat, 21 Juni 2019 - 05:50 WIB

Waralaba Paberik Mie, Bisnis Sehat dan Aman

Bagi Anda pengunjung Pekan Raya Jakarta, JIExpo Kemayoran selain menikmati hiburan live musik, kurang pas tanpa menjajaki aneka kuliner disana. Dari bermacam aneka kuliner yang hadir disana,…

Volvo Trucks Indonesia memberi gebrakan baru bagi dunia truk di Indonesia, Volvo memperkenalkan inovasi terbarunya yang bernama Volvo Dynamic Steering.

Jumat, 21 Juni 2019 - 03:46 WIB

Volvo Trucks Hadirkan Inovasi Setir Mobil Anti Lelah

Volvo Trucks Indonesia memberi gebrakan baru bagi dunia truk di Indonesia. Pada demonstrasi produk di Sentul Kamis (20/6/2019). V

Pemenang Traveloka Experience

Kamis, 20 Juni 2019 - 23:16 WIB

Traveloka Xperience Hadir Tawarkan Ribuan Pengalaman Menyenangkan di Seluruh Dunia

Tahukah Anda bahwa kebutuhan hiburan dan gaya hidup orang Indonesia meningkat secara signifikan belakangan ini? Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) sejak 2015 hingga 2017, secara…

Lion Air (Ist)

Kamis, 20 Juni 2019 - 22:00 WIB

Lion Air Mengajak Millennials Traveling Jelajahi Destinasi Indonesia

Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group hari ini mengumumkan program promo yang bertemakan #wujudkanmimpiterbang untuk rute penerbangan domestik. Tarif spesial ini bertepatan…