INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) secara resmi memulai produksi dan ekspor Yaris Cross, baik bensin maupun hybrid ke 25 negara.

Advertisement

Seremoni dilakukan langsung oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Pabrik TMMIN Karawang 1 dan 2, Karawang Barat, Jawa Barat, Selasa (13/6/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Menperin Agus mengapresiasi Toyota indonesia yang selama lebih dari 50 tahun berkiprah, berkontribusi, tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Indonesia. 

Advertisement

Dirinya juga mengapresiasi komitmen investasi Toyota di Indonesia yang sampai dengan tahun 2022 sebesar Rp77,9 triliun dengan berkomitmen tambahan investasi sebesar Rp27,1 triliun hingga tahun 2026.

"Saya mendapat laporan bahwa investasi kendaraan elektrifikasi Yaris Cross mencapai Rp2,5 triliun. Kami mengharapkan bahwa model elektrifikasi produksi lokal kedua PT TMMIN ini akan memperoleh kesuksesan sebagaimana brother atau sister-nya Kijang Innova Zenix baik bagi konsumen domestik dan pasar ekspor,” kata Menperin.

Advertisement

Menurutnya, produksi Yaris Cross merupakan bagian dari program Toyota Indonesia untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi emisi dengan memberikan lebih banyak pilihan model elektrifikasi dan kendaraan hemat bahan bakar bagi beragam lapisan konsumen. 

Kementerian Perindustrian mendukung target ekspor Yaris Cross PT Toyota Indonesia versi bensin dan HEV pada tahun 2023 sebanyak 22.000 unit atau mencapai 60% dari total volume produksi ke negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Asia. 

Advertisement

Diharapkan, jumlah unit ekspor Yaris Cross akan terus meningkat dari tahun ke tahun dan yang paling utama adalah berhasil menembus Pasar Australia. 

"Selain kontribusi ke pasar ekspor, kami juga mengapresiasi bahwa Toyota Indonesia telah memiliki tingkat penggunaan komponen lokal (local purchase) mencapai 80% dengan melibatkan total 116 supplier lokal dimana 11 diantaranya merupakan supplier baru," papar Agus.

Penggunaan teknologi hybrid pada tipe Yaris Cross dapat mengurangi emisi karbon yang dihasilkan sebesar 45% dari semula menghasilkan 143 CO2 gr/km menjadi hanya 78 CO2 gr/km.

Teknologi ini juga lebih hemat bahan bakar dengan penambahan daya tempuh sebesar 83% dari semula 16,6 Km/liter menjadi 30,3 km/liter.

Sementara itu, Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono menjelaskan produksi mobil hybrid kedua itu merupakan bagian dari komitmen Toyota Indonesia untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi emisi dengan memberikan lebih banyak pilihan model elektrifikasi dan kendaraan hemat bahan bakar bagi beragam lapisan konsumen. 

“Yaris Cross buatan Indonesia dengan kandungan lokal 80 persen baik versi bensin maupun HEV juga ditujukan untuk pasar ekspor ke negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Asia, sehingga kami berharap dapat juga memberikan kontribusi ekonomi bagi bangsa Indonesia,” kata Warih.

Toyota Indonesia juga mencanangkan target peningkatan volume ekspor kendaraan bermerek Toyota sebesar 5 persen di angka 316.000 unit di penghujung tahun 2023.

Selain meningkatkan volume ekspor, pada tahun ini Toyota Indonesia juga akan melakukan ekspansi negara-negara tujuan ekspor produk buatan SDM bangsa terutama Kawasan Afrika yang semakin berkembang.

Deputy CEO of Asia Region for Toyota Motor Corporation and President of Toyota Motor Pacific, Hao Quoc Tien dalam sambutannya mengungkapkan, pengiriman perdana Yaris Cross ini menjadi bukti penting kepercayaan Toyota pada kemampuan industri Indonesia. 

"Toyota menawarkan beragam jalan untuk mencapai Nol Emisi. Kami hadirkan BEV, PHEV, HEV, hingga mobil konvensional yang efisien, yang nantinya termasuk dalam ekosistem kendaraan hijau dan ramah lingkungan sembari mengembangkan sisi ekonomi," ucap Tien.

"Langkah ini juga termasuk dalam ambisi Toyota menghadirkan produk yang sesuai dengan ambisi mereka memotong emisi," tutupnya.