INDUSTRY.co.id, Magelang - Borobudur Internasiona Festival (BIF) 2017 akan digelar kembali oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 28 hingga 30 Juli 2017. Untuk ke empat kalinya, BIF akan diselenggarakan di Lapangan Lumbini, Kompleks Candi Borobudur Kabupaten Magelang.
Beragam keseninan dari dalam maupun luar negeripun akan menampilkan pertunjukkan terbaiknya, hal ini seperti yang dikatakan oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin.
"Meskipun event utama akan berlangsung tepat pada 28-30 Juli 2017, serangkaian acara juga sudah dipersiapkan untuk menyambut BIF 2017," lanjutnya
Menurut Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Prambudi Trajutrisno, mengatakan rangkaian acara BIF akan dimulai sejak 24 Juli 2017 dengan mulainya penyelenggaraan event Festival Desa Wisata bertempat di Lapangan drh. Soepardi, Kota Mungkid, tidak jauh dari Candi Borobudur.
Festival Desa Wisata akan berlangsung selama dua hari dengan menampilkan Pameran potensi dan seni pertunjukan Desa Wisata. Sedangkan sarasehan Forum Komunikasi Desa Wisata akan dilaksanakan di Pondok Tingal.
Usai Festival Desa Wisata, Event Bersama yang diikuti enam Kabupaten atau Kota Karesidenan Kedu akan menyemarakkan lapangan drh. Soepardi pada 26 Juli 2017 mendatang. Untuk keesokan harinya, akan diadakan pagelaran Wayang Kulit dengan dalang Ki Manteb Sudarsono.
Kepala Bidang Pemasaran, Trenggono, mengatakan pada 28-29 Juli 2017, ada kegiatan Festival Permainan Rakyat dan Festival Tradisi Lisan di Lapangan Pondok Tingal serta Festival Gamelan, Pagelaran Wayang Padat dan Seni Tradisional di TIC Mandala Wisata.
“Core Events, yaitu Pameran Tourism Trade Investment (TTI) dan Gelar Seni Budaya, diselenggarakan di Lapangan Lumbini, Kompleks Candi Borobudur selama 3 hari mulai 28 Juli 2017," sambung dia.
Gelar Seni Budaya akan menampilkan seniman dari dalam yakni Kabupaten atau Kota Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Timur dan luar negeri seperti India, Jepang, Tiongkok.
"Dalam BIF 2017 akan ada Parade dan Deklarasi Masyarakat Adat Nusantara (Matra) pada 28 Juli 2016 pukul 16.00 WIB yang diikuti 32 Ketua Masyarakat Adat," pungkas Trenggono.
Sumber: Kemenpar