INDUSTRY.co.id - Jakarta - Lebih banyak anak melakukan aktivitas fisik, makin baik pula untuk kesehatan anak secara keseluruhan, dan bahkan dapat membantu melawan obesitas pada masa kanak-kanak dan penyakit kardiovaskular pada masa dewasa, termasuk bermain secara fisik di dalam ruangan dan bahkan di sekolah.

Advertisement

Generasi masa kini, dapat pula dikelompokkan menjadi Gen Z (lahir tahun 1995 - 2010) dan Gen Alpha (lahir tahun 2011-2025) banyak terlibat dalam aktivitas pasif karena terhubung dengan alat teknologi canggih atau gadget, sehingga cenderung pasif dan minim aktivitas di luar ruangan. 

Penelitian menunjukkan, anak-anak di generasi tersebut di atas lebih memungkinkan mengalami kecemasan, depresi, perasaan tidak berdaya, dan gelisah. Salah satunya karena minimnya aktivitas bermain aktif yang dilakukan anak-anak.

Advertisement

Psikolog Anak dan Keluarga sekaligus Praktisi Play Therapy mengungkapkan, peralatan mahal dan mainan pabrikan tidak dapat menggantikan pengalaman keterlibatan langsung dengan alam (sensory processing), seperti kilau sinar matahari melalui dedaunan atau air, suara dan gerakan tumbuhan dan pohon yang tertiup angin, tampilan dan nuansa sarang laba-laba, pemandangan kupu-kupu, semut atau serangga lainnya.

"Kemungkinan imajinatif lumpur atau tumpukan pasir, perasaan dan sensasi yang terlibat dalam bermain dengan air atau tanah. Bermain di luar ruangan dan beraktivitas fisik menstimulasi hormon bahagia seperti dopamin, serotonin, oksitosin, dan endorfin," kata Irma pada acara Edukasi Pentingnya Beraktivitas di Luar pada Anak yang dilaksanakan oleh SoKlin Softener Complete Care di Jakarta baru-baru ini yang dikutip INDUSTRY.co.id, Senin (6/3/2023).

Advertisement

Menurut berbagai penelitian, berkeringat normal akan berdampak positif pada tumbuh kembang anak secara fisik dan mental. Di antaranya mengeliminasi paparan BPA yang memiliki efek otak dan perilaku serta peningkatan tekanan darah (Mayo clinic). 

Berkeringat adalah metode alami tubuh untuk menghilangkan kadar logam berat dalam tubuh (Studi di China, 2016) - Mengeluarkan bakteri dari dalam tubuh (penelitian tahun 2015) dan meminimalisir kecemasan dan depresi (American Psychiatric Association).

Advertisement

Menurut Psikolog anak dan remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, M.Psi, anak usia 9-10 tahun yang kondisi tubuhnya fit (melakukan aktivitas fisik secara rutin) mampu mengerjakan tes/ulangan lebih baik. Dan orang yang melakukan latihan fisik secara rutin akan lebih mudah masuk ke perguruan tinggi. 

"Ini berhubungan dengan kecepatan reaksi/merespon sesuatu (misalnya menjawab pertanyaan guru di kelas) dari anak-anak yang melakukan latihan fisik rutin lebih cepat dari anak-anak yang tidak melakukan latihan fisik secara rutin. Beraktivitas fisik minimal 30 menit mengeluarkan hormon baik yang membuat anak relaks sehingga membantu menurunkan stress juga meningkatkan pertumbuhan otak (hippocampus) & daya konsentrasi," ujar Vera.

Vera memberikan tips dalam melibatkan anak bermain di luar, di antaranya: jadwalkan 3x sehari @15 menit, jadwalkan kunjungan rutin ke alam, perkenalkan anak pada permainan tradisional, tidak terlalu banyak larangan dari orang tua, dan orang tua harus paham bahwa berkeringat itu baik.