INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pada pertengahan bulan Februari 2023, market NFT Blur meluncurkan token aslinya, BLUR, dan memulai putaran ketiga airdrop pada saat yang bersamaan. Kehadiran Blur telah berhasil mematahkan monopoli jangka panjang OpenSea di market NFT dan sekarang menjadi lawan yang layak untuk platform tersebut dalam perlombaan untuk menguasai market NFT.

Menurut NFTGO, per 12 Februari, OpenSea dan Blur berdiri sebagai dua platform NFT teratas berdasarkan volume perdagangan NFT yang tercatat dalam 30 hari terakhir. Secara khusus, OpenSea mencatatkan sekitar US$450 juta, dan Blur mengikuti dari belakang dengan sekitar US$350 juta. 

“Hanya dalam satu tahun, Blur telah berkembang pesat, berkembang dari pendatang baru menjadi saingan tangguh OpenSea. Mereka telah menunjukkan dukungan yang kuat dan taktik operasi yang cerdik,” ujar Pendiri dan CEO dari crypto exchange CoinEx, Haipo Yang yang dikutip INDUSTRY.co.id, Senin (20/2/2023).

Haipo Yang mengungkapkan bahwa Blur bukanlah sekadar market NFT, tetapi juga agregator NFT. Lebih khusus lagi, agregator Blur menggabungkan informasi dari market NFT seperti OpenSea, LooksRare dan X2Y2. Dengan kemampuan tersebut, Blur memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan NFT di berbagai platform melalui satu portal, termasuk di platform Blur. 

“Blur telah membawa perubahan ke market, dan pengguna memujinya sebagai platform multifungsi yang menggabungkan hal terbaik dari OpenSea dan GEM,” ujar Haipo Yang.

Menariknya, kata Haipo Yang, sejak diluncurkan Blur telah menerapkan strategi pemasaran akuisisi pengguna berbasis airdrop secara ekstrim. Meskipun airdrop bukanlah taktik baru di ruang kripto, airdrop Blur lebih sering dilakukan dan bertahan lama. Untuk lebih spesifiknya, airdrop pada 14 Februari sudah menjadi kampanye airdrop ketiganya, dan dua airdrop sebelumnya sama-sama bertahan lama. 

“Selain perluasan skala dan cakupan, Blur dengan cerdik memasukkan loyalitas pengguna ke dalam airdrop untuk mendorong perdagangan aktif, di mana semakin setia Anda, semakin banyak token BLUR yang bisa Anda dapatkan melalui airdrop,” tambah Haipo Yang.

Melihat kembali lintasan pertumbuhan Blur, terbukti bahwa pergerakan platform ini, baik dalam desain produk atau operasi pengguna, semuanya strategis dan terarah, menjadikannya panutan untuk proyek blockchain lainnya. “Blur telah muncul sebagai Dark Horse di market NFT, dan kesuksesannya sama sekali bukan kebetulan,” ujar Haipo Yang.

Haipo Yang mengatakan, poyek Blur telah menghancurkan status quo market NFT melalui fitur-fitur profesional dan inovatif serta memisahkan diri dari yang lain dengan produk dan fungsi yang ditentukan secara unik. Dengan segala yang ditawarkan, Blur telah memungkinkan kemajuan di sektor NFT. BLUR, token asli platform, telah terdaftar di CoinEx pada tanggal 15 Februari 2023, dan pengguna kini dapat menyetor, menarik dan memperdagangkan BLUR di platform CoinEx.