Agar Produk Tekstil Masuk AS-UE, Pemerintah Indonesia Berusaha Tekan Bea Masuk

Oleh : Herry Barus | Selasa, 11 Juli 2017 - 07:38 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbincang dengan Direktur Utama PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto (kemenperin.dok)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbincang dengan Direktur Utama PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto (kemenperin.dok)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengaku pemerintah terus berupaya agar produk tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia berdaya saing di pasar global. Untuk itu pihaknya akan berupaya menekan bea masuk TPT ke AS dan Uni Eropa (UE).

"Kita mesti selesaikan Free Trade Agreement (FTA) dengan Amerika dan Eropa karena bea masuknya lebih tinggi dibanding negara lain," kata Airlangga, usai acara halal bihalal di kantornya, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Seperti diketahui, ekspor produk tekstil Indonesia ke Uni Eropa dan AS kena 10-17 persen bea masuk, sementara Vietnam dan Bangladesh 0 persen. Perbedaan besaran bea masuk itu, disinyalir lantaran Indonesia dianggap negara maju karena tergabung dengan G20.

Airlangga mengungkapkan jika perundingan dagang dengan AS dan UE dapat diselesaikan dengan cepat, ia optimistis industri tekstil dapat mencatatkan kinerja yang lebih baik di kuartal berikutnya.

Kemenperin mencatat, pertumbuhan industri tekstil dan produk tekstil pada kuartal pertama 2017 hanya naik tipis sebesar 0,03 persen dibanding periode yang sama di tahun 2016. Sementara, nilai ekspor sektor ini pada Januari-Mei 2017 telah mencapai 5,11 juta dolar AS. Jumlah tersebut meningkat 3,40 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Secara umum pemerintah menargetkan sektor padat karya tersebut dapat tumbuh 1,6-1,8 persen pada 2017, naik tipis dibanding tahun sebelumnya yang hanya 1,2 persen.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Karya Citra Nusantara (KCN) ikut serta dalam Gerakan Bersih Laut dan Pantai

Selasa, 17 September 2019 - 16:05 WIB

KCN Dukung Program Gerakan Bersih Laut dan Pantai Milik Pemerintah

Karya Citra Nusantara (KCN) kembali menunjukan komitmennya terhadap lingkungan dan masyarakat.

kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Selasa, 17 September 2019 - 15:09 WIB

Karhutla Bukan Bencana dari Tuhan, Tetapi Kelalaian dalam Perencanaan dan Pencegahan

Jakarta-Karhutla yang terjadi terus-menerus ini bukanlah musibah dari Tuhan sebagaimana yang disebutkan Kepala Kantor Staff Kepresidenan (KSP), Moeldoko. Penyebab karhutla adalah kelalaian dalam…

Gedung DPR RI

Selasa, 17 September 2019 - 15:01 WIB

Revisi UU KPK Disetujui DPR RI

Rapat Paripurna DPR RI ke-9 Masa Persidangan I periode 2019-2020 menyetujui hasil revisi Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk disahkan menjadi undang-undang.

Kuwat Sri Hudoyo

Selasa, 17 September 2019 - 15:00 WIB

Kemenkes Mendorong Industri Farmasi Domestik Lewat E-Katalog

Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri dengan e-katalog maupun mendorong riset terapan biofarmaka dan vaksin

Kebakaran Hutan

Selasa, 17 September 2019 - 14:45 WIB

Indonesia Darurat Udara Bersih

Jakarta-Permasalahan udara bersih saat ini tidak hanya menjadi isu masyarakat perkotaan metropolitan seperti Jakarta, tetapi juga telah menjadi masalah di berbagai daerah di Sumatera dan Kalimantan.