Dinamika Politik 2023 dan Urgensi Merawat Kondusifitas Negara Bangsa

Oleh : Bambang Soesatyo | Senin, 06 Februari 2023 - 06:46 WIB

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

INDUSTRY.co.id - DINAMIKA politik 2023 yang menjadi langkah pembuka dan persiapan Pemilu 2024 hendaknya menampilkan wajah demokrasi Indonesia yang semakin matang dan indah. Praktik demokrasi yang lebih mengedepankan kesejahteraan dan ketertiban umum akan memperkokoh kondusifitas negara-bangsa. Maka, semua elemen masyarakat pun hendaknya menolak dan mencegah manuver politik yang destruktif agar kinerja perekonomian dan stabilitas nasional tetap terjaga sepanjang tahun ini.

Menjadi konsekuensi logis bahwa politik nasional tahun ini semakin dinamis. Dinamika itu merupakan kelanjutan dari pembahasan rangkaian isu politik sepanjang  2022, yang diwarnai dengan dimunculkannya profil calon presiden baru yang ditawarkan oleh sejumlah elemen masyarakat.  Bahkan, muncul pula diskusi tentang mencari penerus Jokowi, bukan  sekadar pengganti Jokowi. Selain itu, beberapa kalangan juga mengemukakan kekhawatiran akan terjadinya praktik politik identitas.  

Karena tahun ini menjadi periode persiapan menuju Pemilu 2024, beberapa isu sebagaimana disebutkan di atas akan tereskalasi, dan serta merta menjadikan politik nasional makin dinamis. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan 18 partai politik (Parpol) sebagai peserta Pemilu 2024. Maka, sepanjang tahun ini, bisa dipastikan bahwa ruang publik akan dibanjiri dengan pernyataan politik hingga debat atau adu argumentasi antar-politisi dari semua Parpol.

Tentu saja dinamika politik seperti itu tidak perlu dipersoalkan  selama tidak merusak atau mengganggu ketertiban umum.  Publik tentu berharap para politisi lebih mengutamakan pemaparan program pembangunan serta menawarkan jalan keluar untuk mengatasi ragam kesulitan yang dihadapi negara maupun masyarakat.  Ruang untuk kritik terhadap pemerintah yang tetap dibuka sudah barang tentu akan menyulut debat atau adu argumentasi.

Kritik yang proporsional dan debat yang beretika akan menghadirkan wajah demokrasi Indonesia yang semakin matang dan indah. Kematangan demokrasi yang tercermin dari dinamika politik yang tereskalasi itu justru akan memperkokoh kondusifitas negara-bangsa.  Kondusifitas yang kokoh memungkinkan mesin perekonomian negara tetap bekerja. Dan, semua elemen masyarakat pun tak ragu untuk menjalankan ragam kegiatan produktif masing-masing.

Berpijak pada harapan ideal seperti itu, semua peserta Pemilu 2024 diajak untuk lebih mengedepankan politik yang berlandaskan nilai-nilai kemaslahatan, yakni tetap dan selalu menjadikan kepentingan rakyat sebagai yang utama atau prioritas. Konsekuensinya adalah menghadirkan perilaku politik yang selaras dengan kemajuan peradaban.

Maka, semua kotestan Pemilu hendaknya lebih mengedepankan kesantunan dalam berpolitik. Simpati dari konstituen atau calon pemilih harus diraih dengan cara maupun pendekatan yang bermartabat dan elegan. Fakta keberagaman masyarakat Indonesia hendaknya tidak dijadikan celah untuk melakukan pengkotak-kotakan.

Dikotomi politik cenderung membelah persatuan dan menyulut disharmoni. Maka,  pada setiap insan politisi, hendaknya ditumbuhkan kemauan baik untuk membuang jauh-jauh dikotomi politik yang menyebabkan polarisasi masyarakat pada kutub-kutub yang berseberangan. Bahkan sebaliknya, sebagai proses pembelajaran yang tak berkesudahan, semua elemen masyarakat hendaknya diajak untuk menjadikan rangkaian persiapan Pemilu sebagai bagian dari proses pendewasaan berpolitik dan proses pematangan berdemokrasi.

Jadi, apa pun agenda negara-bangsa, termasuk agenda Pemilu memilih presiden dan anggota parlemen sekali pun, kebaikan bersama hendaknya selalu menjadi fokus dan orientasi semua pihak. Maka, manuver politik yang destruktif tidak boleh ditolerir. Kondusifitas negara-bangsa harus tetap terjaga, at all cost. Sebab, kondusifitas negara-bangsa adalah modal utama bagi semua elemen masyarakat melaksanakan kegiatan-kegiatan produktif untuk mewujudkan kesejahteraan.

Karena terkait langsung dengan persiapan Pemilu 2024, suhu politik di dalam negeri sepanjang tahun ini mungkin akan lebih panas. Di tengah meningkatnya suhu politik itu, kewaspadaan bersama harus diperkuat. Sebab, boleh jadi, situasi seperti itu akan dimanfaatkan oleh oknum dan spekulan politik ‘mengail di air keruh’ untuk merusak soliditas bangsa.

Suka tidak suka, semua elemen masyarakat masih harus menghadapi dan menyikapi adanya friksi dalam kehidupan kebangsaan.  Friksi itu jelas, ditandai oleh aksi radikalisme dan terorisme, maupun aksi separatisme dan disintegrasi bangsa.  Sepanjang Desember 2022 misalnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah menangkap belasan terduga teroris di Sukoharjo dan Sumatera.  Juga di bulan yang sama, terjadi serangan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung.

Saat masyarakat Indonesia memasuki tahun 2023 untuk mempersiapkan Pemilu 2024, kondisi perekonomian dan kehidupan sosial-politik sesungguhnya relatif stabil. Bahkan, sepanjang tahun 2022  yang baru saja berlalu, sektor ekonomi berhasil mencatatkan pertumbuhan yang impresif. Sebuah pencapaian yang mengundang decak kagum komunitas global.

Tentu menjadi tantangan bagi semua elemen masyarakat, termasuk para politisi, untuk merawat pencapaian yang baik itu. Memang, pencapaian itu belum dapat memuaskan semua pihak. Tetapi sebagian besar masyarakat merasakan dan menikmati nilai tambah dari pencapaian 2022 itu.

Fakta tentang pencapaian 2022 itu pun menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia mampu menghadapi dan mengelola  masa-masa sulit sepanjang dua tahun lebih periode pandemi Covid-19. Memang, ada kerusakan di sana-sini sepanjang periode pandemi Covid-19. Tetapi, masa-masa sulit itu tidak meruntuhkan semangat masyarakat untuk melaksanakan ragam kegiatan produktif.

Oleh karena eskalasi dinamika politik Indonesia tahun 2023 disebabkan faktor internal, tidak semestinya dinamika itu menimbulkan kerusakan atau mereduksi pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, karena mampu menampilkan wajah demokrasi yang indah,  Indonesia tahun ini mestinya bisa lebih produktif dibanding tahun lalu. Artinya,  masyarakat Indonesia ditantang untuk mampu menjadikan dinamika politik yang tereskalasi itu sebagai faktor  yang ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi. (8)

Bambang Soesatyo: Ketua MPR RI

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Workshop dan Raker Forjukafi

Sabtu, 24 Februari 2024 - 19:23 WIB

Indonesia Diproyeksi Menjadi Negara Produsen Wakaf di Dunia

Dengan potensinya yang besar, Indonesia diproyeksi menjadi salah satu negara produsen wakaf terbesar di dunia. Untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah bahkan telah memasukan keuangan syariah…

Danamon Ajak Nasabah Menavigasi Hidup Optimal dan Raih Kesejahteraan Finansial di IIMS 2024

Sabtu, 24 Februari 2024 - 15:54 WIB

Danamon Ajak Nasabah Menavigasi Hidup Optimal dan Raih Kesejahteraan Finansial di IIMS 2024

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”) bersama dengan Fimela, Otoasia.com, dan KIS FM, menghadirkan edukasi tentang pencapaian hidup optimal melalui hobi dan kesejahteraan finansial.…

Big Bad Wolf Books gelar Pekan Grosir di ITC Kuningan Jakarta.

Sabtu, 24 Februari 2024 - 15:50 WIB

Big Bad Wolf Books Gelar Pekan Grosir Perdana di Jakarta

Big Bad Wolf Books (BBW) hadirkan Pekan Grosir BBW di ITC Kuningan Jakarta. Hadirkan koleksi buku-buku berkualitas dari berbagai genre dengan harga grosir yang mencengangkan.

Peserta Raker dan Workshop Forjukafi

Sabtu, 24 Februari 2024 - 15:09 WIB

Wakaf Uang Perlu Akselerasi Agar Potensinya yang Sebesar Ro 180 Triliun Terserap

Wakaf uang merupakan salah satu jenis wakaf yang memiliki potensi sangat besar di Indonesia. Potensinya mencapai RP 180 triliun per tahun. Meski begitu sejak dicanangkan sejak 2010, potensi…

Petugas memberikan vaksinasi ke Sapi

Sabtu, 24 Februari 2024 - 14:46 WIB

Kementan Kendalikan PMK di Pasuruan, Ingatkan Pentingnya Vaksinasi Rutin

Menindaklanjuti adanya pemberitaan terkait kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Pasuruan, Jawa Timur, Kementerian Pertanian melalui Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen…