Cuma Presiden Jokowi Saja yang Pantas Jadi Ketua Umum PSSI untuk Melawan Tangan-Tangan Kotor Mafia Sepakbola dan Memajukan Sepakbola Kita

Oleh : Abi Hasantoso | Senin, 16 Januari 2023 - 17:47 WIB

Abi Hasantoso (ist)
Abi Hasantoso (ist)

INDUSTRY.co.id -  Banyak yang tidak tahu bahwa Presiden Jokowi punya peran penting dan jadi salah satu tokoh yang ikut dalam Gerakan Reformasi Sepakbola Nasional Indonesia (GRSNI) yang digagas oleh Pengusaha Nasional Arifin Panigoro pada tahun 2010-2011.

Duabelas tahun lalu, ketika seluruh walikota/bupati dan gubernur di seluruh Indonesia tidak ada yang berani menjadi tuan rumah kick-off Liga Prima Indonesia (LPI) karena dianggap sebagai liga tandingan yang memberontak kepada PSSI (saat itu posisi Ketua Umum PSSI Nurdin Halid kuat didukung para politikus dari Partai Golkar di daerah-daerah), cuma Jokowi (saat itu Walikota Solo dari PDI Perjuangan) yang berani ambil resiko melawan PSSI dan mendukung GRSNI dengan menjadikan Stadion Manahan Solo, Surakarta, Jawa Tengah sebagai tempat kick-off LPI.

Bila pada saat itu Jokowi takut juga dengan ancaman PSSI seperti kepala-kepala daerah lainnya dapat dipastikan LPI tidak akan pernah bergulir. Tanpa keberanian Jokowi dapat dipastikan Arifin Panigoro, yang sebelumnya sukses dalam Gerakan Reformasi 1998 yang menumbangkan Rezim Orde Baru Soeharto, akan kehilangan reputasinya selain sudah pasti rugi ratusan miliar rupiah dari kantongnya sendiri dengan membuat kompetisi breakaway league LPI.

Gara-gara LPI yang digagas GRSNI-nya Arifin Panigoro itu lah - diperkuat aksi demo para suporter dan keputusan pemerintah melalui Departemen Dalam Negeri yang melarang penggunaan APBD untuk sepakbola - akhirnya Nurdin Halid tumbang juga dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Dan itu semua bermula dari keberanian Jokowi yang memang selalu berpikir out of the box dan punya visi reformasi dalam kepemimpinannya sejak menjadi Walikota Solo saat itu.

Saya dulu sempat punya asumsi bahwa jenderal tentara atau jenderal polisi dapat melawan mafia sepakbola kita.

Tapi ternyata asumsi saya sangat keliru.

Mafia sepakbola kita tidak takut sama jenderal tentara ataupun jenderal polisi, apalagi kalau sudah pada pensiun.

Dua masa kepengurusan PSSI, 2015-2019 dan 2019-2023 yang dipimpin jenderal tentara dan jenderal polisi, dua-duanya gagal di tengah jalan. Dua-duanya gagal sebelum masa kerja mereka sebagai Ketua Umum PSSI berakhir. Dan dua-duanya berakhir dengan tragis, dijatuhkan dengan cara ditusuk dari belakang oleh para pembantu terdekat.

Maka saya tidak yakin bila ada Bakal Calon Ketua Umum PSSI yang menyatakan akan membersihkan tangan-tangan kotor (baca mafia sepakbola kita) yang ada di tubuh PSSI. Saya malah yakin dia akan gagal juga seperti dua Ketua Umum PSSI terakhir yang dikhianati para pembantunya sendiri di kepengurusan PSSI.

Alasannya?

Mengurus sepakbola kita itu seperti mengurus negara kita. Harus punya kekuasaan seperti presiden. Karena sudah terbukti mafia sepakbola kita tidak takut kepada siapapun, termasuk jenderal tentara dan jenderal polisi. Mereka sepertinya baru akan takut kalau Ketua Umum PSSI itu Presiden RI seperti Jokowi karena sudah terbukti berhasil melawan mafia migas.

Mengurus sepakbola kita itu juga bukan seperti membeli saham-saham klub sepakbola luar negeri yang memang industrinya sudah berjalan secara profesional dan budaya sepakbolanya sudah berjalan lebih dari seratus tahun atau satu abad.

Memperbaiki sepakbola kita itu butuh dana sangat besar. Saya tidak yakin ada pengusaha nasional lainnya, selain Arifin Panigoro dan Sihar Sitorus, yang berani mengeluarkan duit ratusan miliar dari kantong pribadi untuk mereformasi dan memajukan sepakbola Indonesia meski akhirnya mereka kalah dan menjauh dari sepakbola.

Dengan argumen di atas, saya berpendapat, cuma Presiden Jokowi saja yang dapat melawan mafia sepakbola dan memajukan prestasi sepakbola kita. Bukan yang lain.

 

Bila di induk-induk organisasi olahraga kita boleh menjadikan seorang menteri rangkap jabatan sebagai ketua umumnya, contoh Menko Marves Luhut Pandjaitan sebagai Ketua Umum PB PASI dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sebagai Ketua Umum PB PODSI, maka boleh juga lah Presiden Jokowi merangkap jabatan sebagai Ketua Umum PSSI.

Ya, Presiden Jokowi sebagai Ketua Umum PSSI, itu kalau kita semua sepakat mau sepakbola kita tidak lagi diganggu tangan-tangan kotor/mafia sepakbola yang selama ini menghambat reformasi sepakbola Indonesia dan Tim Nasional Senior Sepakbola Indonesia tidak pernah meraih prestasi yang membanggakan kita sebagai sebuah bangsa - masih sangat jauh sekali untuk jadi Juara Piala Dunia FIFA - karena untuk level paling rendah Piala AFF saja kita tidak pernah menjadi juara sampai saat ini! (*)

Oleh Abi Hasantoso Anggota Tim GRSNI 2010-2011

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ichitan kampanye tutup botol berhadiah Private Fan Meeting bersama Bright Vachirawit ke Thailand.

Minggu, 29 Januari 2023 - 19:21 WIB

Bawa Bright Vachirawit Ke Indonesia, Ichitan Bikin Kejutan Tutup Botol Berhadiah Ratusan Juta Dan Fan Meeting Ke Thailand

Ichitan hadirkan kejutan dengan datangkan Bright Vachirawit ke Indonesia dan adakan tutup botol berhadiah Private Fan Meeting serta hadiah ratusan juta rupiah.

Presiden Jokowi bersama Menlu Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir

Minggu, 29 Januari 2023 - 15:50 WIB

Presiden Jokowi: ASEAN Penting dan Relevan bagi Kawasan dan Dunia

Presiden Joko Widodo meyakini bahwa ASEAN masih memiliki peran yang penting dan relevan bagi rakyat, baik di kawasan maupun di dunia. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam sambutannya…

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Minggu, 29 Januari 2023 - 15:32 WIB

Menteri PUPR Basuki Dampingi Presiden Jokowi Buka Kick Off Keketuaan ASEAN Indonesia 2023

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka acara Kick Off Keketuaan ASEAN Indonesia 2023 di Hari Bebas Kendaraan…

Klub pencinta alam SMA 68 Elpala

Minggu, 29 Januari 2023 - 15:24 WIB

Elpala Rayakan Hari Jadi dengan Mendayung di Ancol Jakarta

Klub pencinta alam SMA 68 Elpala punya cara tersendiri dalam memperingati hari ulang tahunnya yang ke 37. Mereka merayakannya dengan mendayung bersama di Pantai Jimbaran, Taman Impian Jaya Ancol,…

BTN Pastikan Hasil Rights Issue Tepat Sasaran Untuk Masyarakat Punya Rumah

Minggu, 29 Januari 2023 - 15:16 WIB

Menteri Keuangan Mendukung Langkah BTN Menjadi Kebanggaan Indonesia

Jakarta-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memulai tahun 2023 dengan optimisme, terlebih setelah mendapatkan suntikan dana segar senilai total Rp 4,13 triliun dari hasil penyelenggaraan Rights…