INDUSTRY.co.id, Saudi Arabia - Setelah mendapatkan sertifikasi dari Islamic Studies and Research Center (ISRC), wanita asal Saudi Arabia, Ayesha Khaja ini memberikan sebuah tonggak sejarah dengan menjadi pemandu wisata wanita pertama.

Advertisement

Khaja mengatakan melansir dari english.alarabiya, Senin (3/7/2017), bahwa Ia bekerja keras untuk mendapatkan sertifikat dari ISRC tersebut demi menjadi wanita pertama sebagai pemandu wisata dengan Komisi Pariwisata dan Warisan Budaya Saudi (SCTH).

"Saya menuntut komisi (SCTH) agar lebih banyak perempuan menjadi pemandu wisata. Jumlah wisatawan meningkat dan musim pariwisata menjadi sepanjang tahun," kata Khaja

Advertisement

Dia menambahkan bahwa komisi tersebut harus mengatur perjalanan wisata reguler untuk menunjukkan kepada para turis tentang hal sejarah Islam di daerah tersebut.

"Madinah memiliki sejarah Islam yang kaya dan merupakan salah satu kota yang paling banyak dikunjungi," sambung Khaja.

Advertisement

Menurutnya, jika banyak wanita yang diakreditasi oleh komisi menjadi pemandu wisata, komisi tersebut akan mendapat keuntungan besar dengan menawarkan kesempatan pelatihan bagi perempuan.

Sebelumnya Ia bekerja di industri pendidikan selama 14 tahun sebelum dia berhenti dan menjadi pemandu wisata.

Advertisement

"Saya memiliki gelar Sarjana Sastra Inggris, tapi hasrat sejati saya bekerja sebagai pemandu wisata untuk melestarikan warisan budaya kota saya," ungkap Khaja.

Kemampuan berbahasa membantu saya berinteraksi dengan turis dan menunjukkannya kepada mereka. Akhir-akhir ini, saya telah mengatur perjalanan ke Masjid Suci. Perjalanan tersebut termasuk mengunjungi beberapa situs bersejarah Islam di kawasan ini, pungkasnya, Ayesha Khaja.