Indonesia Mengajar Menampik Asumsi dan Melahirkan Solusi Melalui Konferensi Pendidikan di Timur Indonesia

Oleh : Hariyanto | Selasa, 20 September 2022 - 20:01 WIB

Konferensi pers Indonesia Mengajar
Konferensi pers Indonesia Mengajar

INDUSTRY.co.id - Jakarta -  Terhitung sejak tahun 2010, Indonesia Mengajar hadir melalui genggaman tangan dan jejak langkah Pengajar Muda yang datang silih berganti di wilayah Timur Indonesia. Selama 12 tahun perjalanan, lndonesia Mengajar telah menyaksikan potret-potret perjuangan yang di inisiasi dan digaungkan oleh para penggerak pendidikan dl Timur lndonesia.

lndonesla Mengajar ikut bekerja bersama penggerak pendidikan dan mendapat berbagai cerita yang menampik asumsi akan Timur lndonesia. Meski tak bisa dibenarkan (terlebih lagi dinormalisasi), kemunculan asumsi-asumsi miring tentang Timur Indonesia dihadirkan melalui pemberitaan tentang perspektif yang cenderung negatif: lntoleran, serba kekurangan, bahkan rentan terhadap kekerasan.

Kenyataannya, kondisi yang terjadi di lapangan tidak selalu sesuai dengan asumsi-asumsi yang disebarluaskan. Sejauh ini, langkah paling ideal untuk bisa memahami Timur Indonesla memang dengan menginjakkan kaki di sana secara langsung "mengalaminya".

"Indonesia Mengajar kali ini melakukan langkah sebaliknya, menghadirkan masyarakat dari berbagai wilayah timur Indonesia untuk kemudian mendengarkan cerita dan berdiskusi secara langsung dengan mereka melalui Konferensi: Pendidikan di Timur lndonesia." kata Hikmat Hardono selaku Ketua Yayasan Gerakan lndonesia Mengajar yang dikutip INDUSTRY.co.id, Selasa (20/9/2022).

Konferensi: Pendidikan di Timur lndonesia dikemas dalam sajian berbagai ruang untuk wahana interaksi dan diskusi. Menghadirkan berbagai pembicara secara langsung yang mengalami dan menyelami bagaimana sesungguhnya pendidikan kita di Timur Indonesia. Pembicara ini menuturkan fakta-fakta, membagikan potret-potret perjuangan di daerah, mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menyelami realita.

Konferensl ini akan terdapat ruang-ruang untuk berdiskusi dan melihat lebih dekat tentang pendidikan di Timur melalui Ruang Kebijakan, Ruang Budaya dan Pendidikan, Ruang Dampak Berkelanjutan, Ruang lnlslatif, dan Ruang Interaksi. Selain berdiskusl dan bertemu langsung dengan penggerak pendidikan, kanferensi ini juga menghadirkan Pesta Dansa untuk merasakan budaya dan tradisi masyarakat Timur Indonesia.

Amos Atkana adalah salah satu narasumber yang dihadirkan langsung darl Kabupaten Maybrat untuk bercerita bagaimana upayanya mendirikan Rumah Belajar Atmatu dan mengajak orang lain untuk turut berkontribusi bagi pendidikan dengan mengadakan kegiatan Nama Baclta-Clta, sebuah kegiatan perkenalan beragam profesi kepada siswa Paud hingga SMA di Maybrat, Papua Barat.

"Kita Juga mendengar cerita darl Ibu Tersiana Tade, salah satu orang tua siswa dan guru di Kabupaten Sabu Raijua yang menghadirkan pembelajaran kreatif dan kontekstual berdasarkan potensi daerahnya di kelas," ucap Hikmat.

Dari Kepulauan Aru, Musa Labetubun, seorang Kepala Sekolah di SD Inpres Koijabi yang Juga penempatan Pengajar Muda, berbagi perspektifnya tentang melibatkan orang tua dalam proses belajar anak dengan membagikan tablet yang merupakan fasilitas sekolah (sebelumnya hanya diletakkan di gudang) untuk ikut mendampingi anak-anak belajar dl rumah. Pemangku Kebijakan diwakili oleh Kepala Dinas Kabupaten Maybrat, Kornelius Kambu, yang memiliki kepercayaan bahwa transformasi pendidikan bukan hanya dari fasilitas namun juga perlu kesiapan dari sumber daya manusianya.

Konferensi: Pendidikan di Timur Indonesia berlangsung selama dua hari, mulai 24 sampai 25 September di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Jakarta. Ratusan orang dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat Timur Indonesia, para penggerak pendidikan, pemerintah daerah dan pusat, NGO, media, hingga akademisi dan peneliti bersama-sama akan menghamparkan kenyataan kondisi pendidikan di wilayah Timur.

Selama dua hari, berbagai asumsi atau mitos akan terpatahkan. Dan lndonesia Mengajar bersama seluruh orang yang terlibat dalam Konferensi, pada akhirnya memenuhi cita-cita bersama: memperdengarkan cerita realita wilayah Timur, yang selama Ini orang lain belum pernah tahu.

"Mari kita menyiapkan diri dengan hati terbuka dan seluruh sumber daya agar tubuh kita bisa membuka diri dan berempati pada segala hal yang ada di Timur Indonesia ini. Hadirkan dirimu untuk mendengar segala informasi tentang Konferensi: Pendidikan di Tlmur Indonesia melalui Official Instagram Account dl @timurindonesia_id. Semoga kita semua mampu memutuskan agar tubuh dan jiwa ini ikut bekerja menghormati mereka-mereka yang terus bekerja merawat dan menjaga pendidikan dI Timur Indonesia," pungkas Hikmat.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Senior Director, Worldwide Nutrition Education and Training, Herbalife Nutrition Susan Bowerman

Senin, 26 September 2022 - 19:48 WIB

Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Tubuh Anda dalam Sehari? Cobalah Hitung dengan Metode Ini

Jakarta– Kata "protein" berasal dari kata Yunani "protos," yang berarti "peringkat satu atau posisi yang paling utama" dan kata ini dipilih karena alasan yang bagus.

diskusi online yang digelar Forum Merdeka Barat bertajuk "UU Cipta Kerja Tumbuhkan Pengusaha Muda dan UMKM" pada Senin (26/9/22).

Senin, 26 September 2022 - 19:37 WIB

UU Ciptakerja Memberi Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM

Jakarta, FMB9 - Sekretaris Satgas Percepatan Sosialisasi UU Cipta Kerja, Arief Budimanta menyampaikan kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) bertujuan memberikan kemudahan, perlindungan…

Mitsubishi New Xpander Cross

Senin, 26 September 2022 - 19:30 WIB

Dibekali Fitur Canggih, New Xpander Cross Lebih Unggul dari Mobil Sekelas

New Mitsubishi Xpander Cross resmi diluncurkan pada 11 Agustus 2022 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022. Mengusung tagline “Rise to Your Life’s Adventure”,…

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Senin, 26 September 2022 - 19:19 WIB

Sebelum Diberlakukan, Pemerintah Diminta Masifkan Uji Coba Konversi ke Kompor Listrik

Jakarta- Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah meminta pemerintah untuk melanjutkan ujicoba konversi elpiji ke listrik dan membuktikan bahwa dengan cara ini masyarakat bisa berhemat.

CEO Telin Budi Satria Dharma Purba (kedua dari kanan) berdiskusi dengan para Panelis, dari TI Sparkle Leonardo Cerciello (paling kanan), China Unicom Global Dr. Meng Shusen (tengah), Head of Asia GSMA Julian Gorman (kedua dari Kiri), dan SMD Delta Partners Sam Evans (paling kiri)

Senin, 26 September 2022 - 19:15 WIB

Perkuat Infrastruktur, Telkom Bidik Potensi Konektivitas Asia Pasifik

PT Tekom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menilai konektivitas Asia Pasifik memiliki potensi pertumbuhan yang sangat tinggi, seiring dengan transformasi digital yang dilakukan negara-negara…