7 Cara Rehabilitasi Kecanduan Narkoba Hingga Sembuh Total

Oleh : Hariyanto | Jumat, 16 September 2022 - 09:57 WIB

Narkoba
Narkoba

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Setiap negara melakukan upaya terbaiknya untuk memerangi narkoba. Diperkirakan, sekitar 1,2 juta orang di Indonesia memakai narkoba atau sekitar 0,50 persen dari total populasi, jelas laman Ashefa Griya Pusaka.

Lantas, adakah cara mengatasi kecanduan serta rehabilitasi narkoba sampai sembuh total? Tentu saja ada, selain diiringi dengan niat dan kesungguhan hati. Intip caranya di bawah ini!
1. Melakukan detoksifikasi
Detoksifikasi adalah langkah pertama dalam perawatan pemulihan diri dari narkoba. Ini melibatkan pembersihan tubuh dari zat-zat berbahaya. Detoksifikasi akan membantu dalam proses melepaskan diri dari kecanduan yang menyakitkan. Detoks bisa dilakukan dalam beberapa hari hingga satu minggu.
Setelah pengguna narkoba berhenti akan membuat mereka sakau. Ini terjadi karena penghentian pemakaian narkoba secara mendadak atau menurunnya dosis narkoba yang digunakan. Obat-obatan tertentu digunakan agar gejala sakau tidak terasa menyakitkan.
Detoksifikasi dimulai dari evaluasi, yakni melihat zat apa yang beredar di aliran darah dan berapa jumlahnya. Lalu, pasien akan dipandu untuk detoks dan dapat dilakukan dengan bantuan obat-obatan atau tidak. Setelahnya, pasien akan dibimbing untuk memulihkan diri secara psikologis dan melakukan rehabilitasi narkoba. 
2. Dilanjutkan dengan terapi konseling dan perilaku
Setelah detoksifikasi dilakukan, kini giliran terapi konseling dan perilaku. Terapi ini bisa dilakukan secara privat antara pasien dan terapis, dilakukan dalam kelompok hingga melibatkan anggota keluarga. Beberapa jenis terapi ini meliputi terapi kognitif perilaku, terapi keluarga multi-dimensi dan wawancara motivasi.
Terapi kognitif perilaku membantu pasien untuk mengenali dan mengubah cara pikir yang berhubungan dengan narkoba. Lalu, terapi keluarga multi-dimensi dirancang agar keluarga terlibat dalam pemulihan seseorang dari narkoba. Sementara, wawancara motivasi memaksimalkan kemauan individu untuk berubah dan memotivasi secara positif.
Lalu, konseling bertujuan untuk membantu pasien untuk mengubah perilaku dan sikap dalam menggunakan zat narkotika. Tanpa konseling dan penguatan secara psikologis, seorang mantan pecandu akan rentan terjerumus kembali ke dalam penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.
3. Berlanjut pada program rehabilitasi
Rehabilitasi merupakan pengobatan jangka panjang untuk gangguan dan kecanduan zat psikotropika terlarang. Rehabilitasi dilakukan untuk melepaskan diri dari ketergantungan zat psikoaktif seperti alkohol, ganja, kokain, heroin dan lain sebagainya. Dengan rehabilitasi, seseorang bisa bebas dari narkoba, tentunya setelah dibarengi dengan niat dan kesungguhan hati untuk melepaskan diri.
Apa saja fasilitas dalam panti rehabilitasi narkoba? Di antaranya adalah pemberian obat untuk depresi atau efek samping narkoba, konseling dengan ahli dan berbagi pengalaman dengan para pecandu lainnya. Umumnya, rehabilitasi memakan waktu antara 3-4 bulan.
4. Ada beberapa tipe rehabilitasi
Menurut laman Help Guide, rehabilitasi masih dibagi menjadi beberapa tipe, yaitu perawatan menetap (residential treatment), perawatan harian atau rawat inap sebagian (day treatment/partial hospitalization), perawatan rawat jalan (outpatient treatment) dan perawatan dengan komunitas (sober living communities).
Perawatan intensif dengan menetap berarti tinggal di tempat rehabilitasi dan harus meninggalkan pekerjaan dan sekolah untuk sementara waktu, biasanya berlangsung hingga beberapa bulan. Rawat inap sebagian melibatkan rehabilitasi selama 7-8 jam sehari, lalu kembali ke rumah pada malam hari.
Rawat jalan dapat dilakukan setiap saat tanpa menginap dan dapat dijadwalkan di sela-sela kesibukan si pasien, sementara perawatan dengan komunitas melibatkan pecandu lainnya yang tinggal dalam satu tempat yang sama. Komunitas ini akan saling mendukung untuk sembuh dan terbebas dari narkoba.
5. Pertimbangkan untuk tergabung dalam support group
Untuk memulihkan diri dari jerat narkoba, terkadang ada perasaan dihantui rasa takut dihakimi oleh masyarakat. Oleh karena itu, peran support group sangat penting dan dibutuhkan.
Dikelilingi dengan lingkungan yang mendukung dan tidak menghakimi, pasien pecandu pun bebas untuk berbagi pengalaman dan dapat mengurangi rasa keterasingan yang dialami. Karena bisa mendukung satu sama lain, akan ada dorongan untuk sembuh dan lepas dari jerat narkoba. 
6. Lantas, apa langkah selanjutnya setelah rehabilitasi berakhir?
Sudah melakukan detoksifikasi, terapi dan rehabilitasi, so what's next? Biasanya, rehabilitasi dilakukan dalam jangka waktu 6-12 bulan di tempat dengan fasilitas khusus. Setelahnya, mantan pecandu bisa ditempatkan di perumahan khusus yang diawasi, sementara mereka bisa mencari pekerjaan, menyesuaikan diri dan menata ulang kehidupannya kembali.
Mantan pecandu tidak dilepas begitu saja setelah keluar dari rehabilitasi. Perlu kerja sama dengan beberapa pihak untuk mendorongnya menjauh dari narkoba, mulai dari keluarga, pasangan (bila ada) dan teman-teman terdekat.
7. Terakhir, perlu dukungan penuh dan dilarang memberi stigma atau penghakiman
Bukan hanya keluarga, pasangan atau teman terdekat saja yang perlu memberi dukungan ke mantan pecandu narkoba. Tetapi, dukungan juga perlu diberi dari masyarakat umum. Terkadang, penghakiman, stigma dan label yang diberi oleh masyarakat justru membuat mantan pecandu hidup dalam rasa takut dan tidak nyaman.
Bahkan, bukan tidak mungkin jika mantan pecandu tidak diterima oleh keluarga, mereka akan kembali pada orang-orang yang memberi pengaruh buruk dan bisa membuat mereka terjebak dalam kecanduan narkoba lagi. 
Ashefa Griya Pusaka Jadi Contoh Pusat Rehabilitasi Narkoba Swasta
Ashefa Griya Pusaka hadir sebagai satu-satunya pusat rehabilitasi narkoba (swasta) yang memberikan layanan program rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial secara lengkap bagi pengguna dan pecandu narkoba.
Ashefa Griya Pusaka yang beralamat di Margasatwa no 45 Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel) belakangan jadi contoh tempat rehabilitasi narkoba. Hal itu menyusul meningkatnya peredaran narkoba yang terjadi saat ini membuat jumlah pengguna dan pecandu narkoba juga semakin bertambah. Situasi seperti ini dapat mengancam hancurnya generasi bangsa kedepannya.
Bukan saja menjadi tugas dan pekerjaan Pemerintah semata, melainkan butuh peran serta masyarakat dan komitmen yang kuat dari aparat penegak hukum demi menyelamatkan generasi bangsa Indonesia kedepannya.
Dengan memberikan program rehabilitasi narkoba secara lengkap dan utuh, Ashefa diharapkan dapat ikut berperan serta mendukung program Pemerintah yakni P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) yang termasuk dalam Program Presiden Jokowi.
Program layanan rehabilitasi narkoba di Ashefa Griya Pusaka dilakukan melalui pendekatan secara humanis serta ditangani oleh tenaga profesional yang bersertifikasi. Tidak hanya memberikan layanan program pemulihan bagi pasien saja, Ashefa juga melakukan program pengembangan diri dan produktif bagi pasien, sesuai dengan program 3P (Pulih, Pengembangan Diri, dan Produkti) yang menjadi program andalan di Ashefa bagi setiap Pasien.
Dengan adanya program pengembangan diri dimaksudkan untuk menggali potensi diri dari individu pasien agar pasien tersebut memiliki kemampuan dan dapat produktif setelah pasien menyelesaikan program rehabilitasinya.
Nah, itulah cara mengatasi kecanduan narkoba hingga sembuh total. Percayalah, menyembuhkan diri dari jerat narkoba bukan hal yang mustahil!

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Senior Director, Worldwide Nutrition Education and Training, Herbalife Nutrition Susan Bowerman

Senin, 26 September 2022 - 19:48 WIB

Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Tubuh Anda dalam Sehari? Cobalah Hitung dengan Metode Ini

Jakarta– Kata "protein" berasal dari kata Yunani "protos," yang berarti "peringkat satu atau posisi yang paling utama" dan kata ini dipilih karena alasan yang bagus.

diskusi online yang digelar Forum Merdeka Barat bertajuk "UU Cipta Kerja Tumbuhkan Pengusaha Muda dan UMKM" pada Senin (26/9/22).

Senin, 26 September 2022 - 19:37 WIB

UU Ciptakerja Memberi Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM

Jakarta, FMB9 - Sekretaris Satgas Percepatan Sosialisasi UU Cipta Kerja, Arief Budimanta menyampaikan kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) bertujuan memberikan kemudahan, perlindungan…

Mitsubishi New Xpander Cross

Senin, 26 September 2022 - 19:30 WIB

Dibekali Fitur Canggih, New Xpander Cross Lebih Unggul dari Mobil Sekelas

New Mitsubishi Xpander Cross resmi diluncurkan pada 11 Agustus 2022 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022. Mengusung tagline “Rise to Your Life’s Adventure”,…

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Senin, 26 September 2022 - 19:19 WIB

Sebelum Diberlakukan, Pemerintah Diminta Masifkan Uji Coba Konversi ke Kompor Listrik

Jakarta- Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah meminta pemerintah untuk melanjutkan ujicoba konversi elpiji ke listrik dan membuktikan bahwa dengan cara ini masyarakat bisa berhemat.

CEO Telin Budi Satria Dharma Purba (kedua dari kanan) berdiskusi dengan para Panelis, dari TI Sparkle Leonardo Cerciello (paling kanan), China Unicom Global Dr. Meng Shusen (tengah), Head of Asia GSMA Julian Gorman (kedua dari Kiri), dan SMD Delta Partners Sam Evans (paling kiri)

Senin, 26 September 2022 - 19:15 WIB

Perkuat Infrastruktur, Telkom Bidik Potensi Konektivitas Asia Pasifik

PT Tekom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menilai konektivitas Asia Pasifik memiliki potensi pertumbuhan yang sangat tinggi, seiring dengan transformasi digital yang dilakukan negara-negara…