INDUSTRY.co.id - Jakarta, Penyalahgunaan narkoba terbukti telah merusak masa depan bangsa di negara manapun. Sementara kerugian material yang diakibatkan para pecandu narkoba pada tahun 2015 mencapai Rp63 triliun.
Untuk memberantas narkoba khususnya di Indonesia tidak hanya bisa mengandalkan Badan Narkotika Nasional (BNN), harus ada keterlibatan institusi lain seperti kepolisian, kejaksaan, hingga masyarakat itu sendiri.
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, penyalahgunaan zat adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius di banyak negara seluruh dunia, salah satunya di Indonesia.
"Tujuan utama hari Anti Narkoba Internasional adalah untuk memperkuat aksi dan kerjasama di semua tingkatan guna membangun masyarakat Internasional yang terbebas dari penyalahgunaan," ungkap Airlangga melalui tautan di salah satu media sosialnya di Jakarta (26/6/2017).
Menurut Menperin, peredaran narkoba di Indonesia sudah berada pada tingkat yang memperihatinkan. "Meski telah banyak kasus yang telah diungkap, tetapi peredaran narkoba masih banyak terjadi di berbagai daerah," ucapnya.
Berdasarkan catatan BNN sepanjang tahun 2015-2016, sudah ada 42.429 yang direhabilitasi, sebanyak 1.015 kasus berhasil diungkap, dan 72 sindikat dibekuk.
Airlangga menegaskan, Indonesia tidak boleh dijadikan lalu lintas peredaran dan perdagangan narkoba, apalagi menjadi tempat produksi barang-barang tersebut. "Saatnya kita melawan narkoba dan mari kita hidup sehat dengan menjauhkan diri dari narkoba," pungkasnya.