INDUSTRY.co.id - Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia sebesar USD 26,09 miliar pada Juni 2022 atau melonjak 40,68 persen (year on year/yoy). Kinerja ekspor bulan lalu juga meningkat 21,3 persen dibandingkan Mei 2022 (month to month).
Kepala BPS Margo Yuwono menyebut, peningkatan ekspor secara bulanan ini tak lepas dari peningkatan baik ekspor minyak dan gas (migas) maupun ekspor non migas.
“Kalau dilihat, ekspor migas pada bulan Juni 2022 sebesar USD 1,53 miliar atau naik 2,45% mtm dan ekspor non migas sebesar USD 24,56 miliar atau naik 22,71% mtm,” tutur Margo dalam pembacaan Neraca Perdagangan Barang Juni 2022, Jumat (15/7).
Beberapa komoditas yang menopang ekspor adalah minyak kelapa sawit yang harganya meningkat 49,45 persen (yoy) dan batu bara meningkat 152,28 persen (yoy).
Lalu ada juga kenaikan harga biji besi sebesar 39,03 persen (yoy) dan minyak mentah meningkat 62,67 persen (yoy).
Jika dilihat dari sektornya, ekspor ini terdiri dari migas yang tercatat sebesar USD 1,53 miliar atau naik 23,68 persen (yoy). Lalu, ekspor pertanian, kehutanan dan perikanan yang terkumpul USD 360 juta atau naik 11,69 persen (yoy).
Kemudian, ada ekspor industri pengolahan yang terealisasi sebesar USD 18,27 miliar atau naik 29,82 persen (yoy), serta ekspor pertambangan dan lainnya sebesar USD 5,93 miliar.
"Kalau lihat secara detail, lima besar kenaikan tertinggi adalah ekspor lemak, minyak hewan/nabati, kendaraan dan bagiannya, bahan bakar mineral, alas kaki dan pakaian dan aksesorisnya," tuturnya.