Soal Stop Produk Impor Disambut Gembira Produsen Lokal

Oleh : Wiyanto | Kamis, 30 Juni 2022 - 11:06 WIB

Karyawan idsMED tengah mengemas produk alat kesehatan baru-baru ini.
Karyawan idsMED tengah mengemas produk alat kesehatan baru-baru ini.

INDUSTRY.co.id-Jakarta- - Produsen dalam negeri menyambut gembira seruan Presiden Joko Widodo yang meminta pemerintah pusat hingga daerah membeli produk dalam negeri demi mencapai ketahanan dan kemandirian alat kesehatan.

Managing Director & SVP – idsMED Indonesia, Ramli Laukaban mengatakan seruan tersebut menjadi angin segar ditengah membanjirnya produk impor. Menurutnya, kebijakan Presiden Jokowi tersebut akan menciptakan nilai tambah dan membangkitkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Ramli menyebut bahwa di sektor alat kesehatan, produsen tanah air yang benar-benar memproduksi alat kesehatan secara end to end masih sangat jarang bahkan terbilang langka. Realitas ini menjadi peluang bagi produsen dalam negeri dalam menciptakan ekosistem, sekaligus memutus ketergantungan Indonesia akan alat kesehatan impor dan meningkatkan daya saing produk alat kesehatan Indonesia.

“Tentu saja kabar ini disambut baik produsen dalam negeri, karena akan memicu investasi dari peningkatan kapasitas produksi pabrik dan juga perluasan lapangan kerja,” ujarnya.

idsMED Indonesia sendiri sebagai perusahaan supply chain alat kesehatan terintegrasi di Asia merespon seruan tersebut dengan bekerja sama dengan PT Astra Komponen Indonesia (ASKI) meluncurkan berbagai rangkaian produk alat kesehatan ibu dan anak (KIA)

Bersama ASKI, kata Ramli, idsMED berupaya membangun ekosistem sekaligus menghasilkan produk alat kesehatan yang tidak sekedar memiliki standar kualitas internasional dan layak jual, namun juga dengan harga yang terjangkau sehingga mampu bersaing dengan produk impor.

Ramli memaparkan, dalam waktu dekat, idsMED dan ASKI akan melaunching paket antropometri atau alat pengukuran fisik manusia. Diantaranya, medical digital flat scale, digital baby scale, infantometer, stadiometer dan measuring tape. Seluruh alat kesehatan tersebut diproduksi di dalam negeri, mulai dari tahap Research and Development (RnD), produksi, pengemasan, pemasaran hingga distribusi.

“Jadi, manakala kembali terjadi pandemi, Indonesia sudah mandiri dan tidak tergantung dengan produk alat kesehatan impor. Kami berharap bisa berkolaborasi dengan industri lainnya dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ramli mengatakan bahwa kedua perusahaan ini berharap kerjasama tersebut akan menjadikan mereka pelopor produksi alat antropometri dalam negeri dengan kualitas ekspor. Melalui jejaring idsMED di berbagai negara di Benua Asia, produk alat kesehatan yang dihasilkan juga akan diekspor ke luar negeri.

“Kerjasama ini diharapkan dapat mendukung Kemandirian dan ketahanan Alat Kesehatan Dalam Negeri dibidang Kesehatan Ibu dan Anak. Terlebih, produsen alat kesehatan khusus ibu dan anak masih sangat jarang ditemui. Selain itu juga sebagai bentuk kontribusi kami dalam upaya percepatan pencegahan anak kerdil atau stunting,” ujarnya.

“Saya optimistis kerjasama ini akan memberi dampak luas, tidak hanya secara ekonomi, namun juga terhadap program pembangunan kesehatan ibu dan anak di Indonesia,” tambah dia.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Astra Komponen Indonesia, Prihantanto Agung Lesmono mengatakan berbagai alat kesehatan ibu dan anak yang diproduksi tidak hanya diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun juga bereorientasi ekspor.

“Kami ingin berkontribusi dalam menaikkan rasio ekspor Indonesia. Dengan begitu akan tercipta efek domino berupa penerimaan pajak, penyerapan tenaga kerja dan efek ekonomi lainnya yang bisa mencatatkan hasil positif. Dalam hal pembangunan kesehatan, keberadaan alat-alat kesehatan dalam negeri yang berkualitas juga akan mendorong pemerataan kesehatan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia,” pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

SUCOFINDO Dukung Kemenperin Optimalkan Penyerapan Garam Lokal Tahun 2022

Senin, 15 Agustus 2022 - 18:32 WIB

Sucofindo Dukung Kemenperin Optimalkan Penyerapan Garam Lokal Tahun 2022

Jakarta- PT Sucofindo mendukung Kementerian Perindustrian dalam optimalisasi penyerapan garam lokal, yaitu melalui verifikasi neraca komoditas garam.

Minyak makan merah

Senin, 15 Agustus 2022 - 17:52 WIB

MenKopUKM Sebut Minyak Makan Merah Bakal Diserap Pasar Tahun 2023

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki memastikan produk minyak makan merah akan diserap oleh pasar setelah proyek uji coba atau piloting project pengembangannya ditargetkan rampung…

 Kawasan Kelayan Barat

Senin, 15 Agustus 2022 - 17:40 WIB

Penataan Ulang Kawasan Kumuh Kelayan Barat di Banjarmasin Habiskan APBN Sebesar Rp44 Miliar

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan penataan kawasan kumuh Kelayan Barat di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kegiatan peningkatan kualitas permukiman…

Desain Kissworkspace

Senin, 15 Agustus 2022 - 17:21 WIB

Ciptakan Permukiman Layak Huni, Kementerian PUPR Tata Kawasan Kumuh Bantaran Sungai Bengawan Solo

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya tengah melaksanakan penataan kawasan kumuh…

Menkominfo Johnny G. Plate dalam Forum Diskusi Mari Cerita tentang BAKTI Edisi Pemimpin Redaksi di Hotel Ayana Labuan Bajo, Manggarai Barat, Minggu (14/08/2022).

Senin, 15 Agustus 2022 - 17:02 WIB

Menteri Johnny Siapkan Internet Satelit untuk Museum Pulau Rinca

Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika menyiapkan fasilitas layanan internet yang terhubung dengan satelit di Museum Kawasan Pulau Rinca, Mangarai Barat, Nusa Tenggara Timur.