INDUSTRY.co.id - Jakarta, Standardisasi sepeda motor di tingkat regional yang digagas oleh Federation of Asian Motorcycle Industries (FAMI) masih mengalami hambatan karena masing-masing negara berkeinginan menjadi penyedia lembaga uji.
Hal tersebut di sampaikan Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Yan Sibarang kepada pers di Jakarta, Kamis (15/12).
"Masing-masing negara di Asean memang mengincar nilai tambah dengan memberdayakan laboratorium pengujian yang ada," ujarnya.
Menurut Yan, pemerintah di masing-masing negara akhirnya bersepakat untuk melakukan pendataan dan sertifikasi terhadap laboratorium pengujian yang ada.
"Akan didata dulu, mana yang sesuai dan mana yang tidak. Yang dianggap paling layak itu akan menjadi penyedia uji," papar dia.
Standardisasi juga akan mempertimbangkan spesifikasi produk yang berlaku di Eropa, mengingat kawasan tersebut menjadi salah satu destinasi ekspor. Poin yang telah di sepakati adalah mengenai standar gas buang atau emisi.
Saat ini, Eropa telah menetapkan standar emisi Euro 4 untuk sepeda motor, sedangkan Indonesia dan beberapa negara di Asean masih menerapkan Euro 3. Namun, mulai tahun depan roda dua rakitan dalam negeri yang diekspor ke Eropa menggunakan standar Euro 4.