INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemegang saham PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU), emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bisnisnya bergerak di segmen makanan olahan yang berasal dari unggas, pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (15/06/2022) menyetujui pembagian dividen untuk tahun buku 2021 bernilai total Rp20 miliar (Rp1,62 per saham).

Advertisement

 

“Total dividen yang dibagikan ini mencapai sekitar 10% dari total laba bersih yang diperoleh perseroan pada 2021 sebesar Rp209,48 miliar,” ujar Presiden Direktur WMUU, Ali Mas’adi, pada acara paparan publik di Jakarta, Rabu (15/06/2022).

Advertisement

 

Ali mengemukakan, perseroan pada 2021 mengalami lonjakan laba bersih sebesar 185% menjadi Rp209,48 miliar dibandingkan pada tahun 2020 sebesar Rp73,45 miliar. Lonjakan laba bersih itu didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang sangat signifikan, yakni sebesar 169% menjadi Rp3,09 triliun pada 2021 dibanding pada 2020 sebesar Rp1,15 triliun.

Advertisement

 

Ali mengungkapkan, manajemen perseroan pada tahun ini akan terus berupaya meningkatkan volume produksi agar dapat mempertahankan pertumbuhan volume penjualan. Untuk itu, manajemen pada 2022 ini melakukan berbagai pengembangan di berbagai segmen bisnis perseroan.

Advertisement

 

“Untuk itu, kami pada 2022 ini menargetkan belanja barang modal (capital expenditures/capex) antara Rp800 miliar hingga Rp1 triliun. Per Maret 2022, kami telah merealisasikan sekitar 25% dari target capex tersebut,” jelas Ali.

 

Ali menuturkan, disamping melakukan pengembangan dan perluasan di berbagai lini produksi, manajemen WMUU juga akan melakukan efisiensi energi di berbagai lini produksi pabrik. Untuk itu, manajemen akan melakukan efisiensi energi, yaitu pemasangan rangkaian solar cell (sel-sel matahari penghasil listrik). Ini adalah salah satu langkah penggunaan renewable energy untuk menghasilkan listrik yang dibutuhkan guna mengaktifkan mesin-mesin pabrik komoditi olahan tersebut.

 

Ali mengemukakan, jika pengembangan dan perluasan di berbagai lini produksi WMUU itu dapat terlaksana dengan lancar, maka pendapatan perseroan pada 2022 ini ditargetkan tumbuh sekitar 11% menjadi Rp3,4 triliun dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada 2021 sebesar Rp3,09 triliun.

 

“Jika target pendapatan 2022 tersebut tercapai, maka bottom line WMUU pada 2022 diperkirakan mencapai Rp236 miliar, atau lebih tinggi 12.66% dibandingkan denga realisasi 2021 sebesar Rp209,48 miliar,” imbuh Ali.***