Pengguna Internet di Indonesia 73.7% di Tahun 2022

Oleh : Hariyanto | Selasa, 31 Mei 2022 - 16:10 WIB

Ilustrasi Jaringan Internet (KTSDESIGN/Getty Images)
Ilustrasi Jaringan Internet (KTSDESIGN/Getty Images)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Berdasarkan laporan We Are Social di bulan Februari 2022, pengguna internet di Indonesia  telah mencapai mencapai 204,7 juta atau 73,7% dari total penduduk Indonesia. Dari jumlah pengguna internet tersebut, 96% dari mereka mengakses internet melalui handphone mereka.

Gadget, khususnya bagi kalangan remaja, memiliki berbagai fitur. Tetapi tentu saja, gadget mempunyai fitur yang cukup berbahaya apabila tidak digunakan dengan benar. Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2018, mereka menyebutkan bahwa 65,34 persen anak-anak berumur 9-19 tahun menggunakan internet. Dan di antara anak-anak tersebut, setidaknya 93,52% dari mereka lebih fokus dalam menggunakan sosial media, YouTube, dan game online.

Hal ini membuat kita, sebagai orang dewasa, wajib untuk mengetahui tips agar kita bisa mengajarkan anak-anak tersebut untuk menggunakan internet yang benar. Berikut adalah tips yang bisa digunakan untuk menggunakan internet dengan lebih bijaksana.

1. Melakukan verifikasi data sebelum membagikannya

Sudah menjadi kebiasaan bagi kita kalau kita menerima informasi  menarik, kita akan langsung membagikannya ke teman kita melalui chat atau sosial media. Tentu saja, hal ini juga dilakukan oleh anak-anal. Padahal, konten yang dibagikan itu belum tentu konten yang baik dan sudah diverifikasi oleh pihak yang terlibat di konten tersebut. Kadang, konten itu pun tidak relevan untuk teman yang kita bagikan konten tersebut.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bisa membedakan konten yang baik dan yang buruk, dan kita harus mengajarkannya ke anak-anak kita. Selain itu, kita juga harus memastikan bahwa tidak ada informasi aneh yang datang ke anak-anak kita. Triknya cukup gampang, yaitu menyuruh anak-anak kita untuk mengubah setting media sosial mereka menjadi pribadi/privat, sehingga tidak ada orang lain yang bisa membagikan konten tidak jelas ke mereka.

2. Mematikan WPS Sharing

Tips yang kedua adalah mematikan WPS sharing agar anak-anak dan orang yang tidak diketahui tidak bisa mengakses internet dari router.  Hal ini bisa mencegah mereka untuk mengakses konten yang berbahaya, dimana kita bisa mengajari mereka untuk belajar mengenai bahayanya internet. Apabila mereka sudah siap, kita bisa menyalakan WPS sharing lagi.

Untuk mematikan WPS Sharing, anda hanya perlu mematikan tombol WPS di router. Anda bisa mencari tombolnya di bagian belakang dari router. Anda dapat mematikan WPS dari pengaturan router di 192.168.1.1 atau 192.168.100.1.

3. Perika sandi dari akun online

Biasanya, ketika kita membuat kata sandi untuk akun kita, anak-anak cenderung untuk memilih sesuatu yang sederhana dan mudah diingat. kadang , mereka menggunakan hal yang simpel seperti deretan angka (contoh: 123456, etc.)

Tentu saja, hal ini sangatlah berbahaya. Kata sandi yang simpel membuka celah bagi orang lain untuk melakukan hacking, dimana akun tersebut bisa digunakan semena-mena seperti menyebar informasi palsu. Apabila memungkinkan, anda bisa menyuruh anak bawah umur terdekat anda untuk membuat kata sandi yang sulit untuk ditebak maupun diretas.

Apabila mereka takut kalau mereka akan lupa, jangan khawatir karena mereka bisa mencatat kata sandinya. Ada aplikasi catatan di handphone dan laptop, bukan? Kita juga harus mengajarkan bahwa tidak boleh ada orang lain yang bisa melihat kita ketika kita sedang menulis kata sandi akun kita.

Kesimpulan

Karena semakin banyak orang yang menggunakan internet, akan lebih baik bagi kita untuk belajar cara menggunakan internet dengan benar dan mengajari mereka yang lebih muda untuk melakukan hal yang sama. Anda bisa mengajarkan cara untuk mematikan WPS sharing, melakukan verifikasi data, dan membuat kata sandi yang susah. Meskipun hal-hal ini terdengar simpel, percaya lah, tips ini pasti berguna di masa depan nanti.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Nasabah ASABRI

Selasa, 05 Juli 2022 - 21:47 WIB

Peserta Pensiun Lapor SPTB via ASABRI Mobile

PT ASABRI (Persero) adalah BUMN yang mengelola asuransi sosial Prajurit TNI, Anggota Polri dan PNS Kemhan/Polri, yang menjalankan programnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun…

Ketua BAZNAS RI, Prof Dr KH Noor Achmad MA.

Selasa, 05 Juli 2022 - 20:19 WIB

BAZNAS: Potensi Ekonomi Kurban 2022 Capai Rp31,6 Triliun

Jakarta-Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyebutkan potensi ekonomi kurban tahun 2022 mencapai Rp31,6 triliun, atau meningkat 74 persen dari potensi tahun 2021.

Willy Anwar, Co-founder dari Transporta

Selasa, 05 Juli 2022 - 20:08 WIB

Transporta Terpilih untuk Mengikuti Program Inkubasi Startup Studio Indonesia Batch

Jakarta-Transporta, perusahaan startup teknologi di Indonesia, terpilih menjadi salah satu dari 15 perusahaan startup untuk berpartisipasi dalam Startup Studio Indonesia Batch 4 setelah melewati…

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menginstruksikan pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah untuk menjalin kerja sama dengan PPP dan PAN dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Hal itu dilakukan sebagai upaya memenangi Pilpres 2024.

Selasa, 05 Juli 2022 - 19:57 WIB

Kerja Sama Akar Rumput Perkuat Konsolidasi KIB Hingga ke Daerah

Jakarta- Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menginstruksikan pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah untuk menjalin kerja sama dengan PPP dan PAN dalam Koalisi Indonesia…

Hafferson Manurung, Executive Director NTT DATA Business Solutions Indonesia, bersama Yoke Chian Wong, Partner Account Manager OpenText Singapura sedang berbincang di sela-sela pertemuan dengan perusahaan-perusahaan di Jakarta.

Selasa, 05 Juli 2022 - 17:24 WIB

Bekerjasama dengan OpenText dan Google, NTT DATA Business Solutions Indonesia Hadirkan Solusi Cloud untuk Otomatisasi Keuangan Perusahaan

Jakarta– NTT DATA Business Solutions Indonesia bersama OpenText dan Google Cloud Platform menghadirkan solusi Cloud yang dapat diintegrasikan dengan berbagai inovasi.