Perekonomian Daerah Nyata Bergerak Naik Dampak Mudik Lebaran

Oleh : DR. Basuki Ranto, Anggota Dewan Pakar ICMI Dan Pemerhati Ekonomi Dan Bisnis | Kamis, 19 Mei 2022 - 18:55 WIB

DR. Basuki Ranto, Dewan Pakar ICMI
DR. Basuki Ranto, Dewan Pakar ICMI

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Masyarakat gegap-gempita melakukan mudik lebaran 2022, setelahdianya akses mudik tahun ini juga disinyalir mendorong perekonomian daerah. Terutama, daerah-daerah tujuan mudik karena adanya perputaran uang yang dibawa saat masuk ke daerah-daerah tersebut.

Banyak pihak memperkirakan dengan mudik lebaran ini akan membawa dampak  ekonomi dari peristiwa mudik tahun ini bisa jadi 2 kali lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu. Terutama bagi perekonomian di daerah asal para pemudik tersebut menuju daerah asal, karena akan terjadi berbagai transaksi ekonomi yang berbeda dengan hari biasa dan tentu saja disertai dengan bekal yang cukup baik dari dana yang dipersiapkan khusus untuk mudik plus Tunjangan hari Raya (THR) atau gaji ketiga belas bagi Aparat Sipil Negara (ASN) maupun pegawai BUMN.

Kebijakan Pemerintah mengijinkan mudik lebaran dalam rangka merayakan Idul Fitri 1443 H mengakibatkan masyarakat berbondong-bindong meninggalkan kota dimana tinggal selama ini menuju daerahnya asal masing-masing sehingga kehidupan ekonomi bergairah karena banyak transaksi terjadi . Demikian halnya bagi yang tidak merayakan Idul Fitri mereka juga menuju kedaerah untuk berwisata disamping mengunjungi keluarga sehingga menambah semakin semaraknya kehidupan daerah.

Mudik yang dilakukan oleh seluruh warga masyarakat yang ada diperantauan baik yang merayakan Idul Fitri maupun bagi warga masyarakat lainnya dalam memanfaatkan libur panjang sekaligus melakukan perjalanan wisata di beberapa daerah di nusantara, dengan membawa bekal uang yang tidak kecil dan sudah dipersiapkan sebelumnya akan memgakibatkan berbagai transaksi didaerah sehingga perputaran uang diaderah menjadi lebih meningkat dari kondisi sebelumnya apalagi ditengaj pandemi Covid 19 yang nyaris tidak ada tanda-tanda pergerakan ekonomi.

Mudik lebaran tahun ini nampak sangat dahsyat pelaksanaannya, dan kondisi ini ini betul-betul memberikan dampak terhadap seluruh aspek kehidupan ekonomi mulai dari transportasi, UMKM, jasa penginapan-hotel, kuliner , tempat wisata dan semua ini memberikan manfaat yang cukup mengejutkan bagi aktifitas ekonomi daerah yang secara langsung akan meningkatkan pendapatan daerah yang pada gilirannya akan menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional sebagai dampak mudik lebaran.

Khusus untuk perjalanan mudik lebaran ke Jawa Tengah  penulis mengikuti dan mencermati aktifitas hiruk pikuknya semua orang yang terlibat dalam mudik lebaran mulai penyiapan kendaraan, kesiapan ban, perlengkapan dalam-luar kendaraan, bahan bakar, masuk jalan toll, rest Area, penginapan/hotel, kuliner, hari H, pasca idul fitri,perjalanan lanjutan, oleh-oleh sampai saat kembali ke tempat tinggal dirumah masing-masing, akan saya rangkum dalam tulisan ini walaupun tidak rinci sekali namun setidaknya bisa memberikan gambaran bahwa “Nyata mudik lebarab akan menggerakan ekonomi “berkait kepada sektor-sektor penting yang berhubungan mulai dari perhubungan-transportasi, perdagangan, pariwisata, UMKM dan kuliner serta souvenir khas daerah .

Berbagai Transaksi Akibat Mudik

Aktifitas mudik lebaran akan mengakibatkan berbagai transakasi mulai dari persiapan , pelaksanaan sampai kembali akan terjadi transaki arus balik terkait dengan transportasi,  maupun konsumsi belanja yang tentu saja hal ini akan menggerakkan semuua sektor yang menjadi kebitihannya.

Perjalanan mudik lebaran( keluarga) dalam rangka silaturahmi keluarga besar orang tua di sebuah kota kecil di Kabupaten Boyolali dan tepatnya di Karanggede yang merupakan salah satu kecamatan di kota tersebut.

Biasanya kami memang pulang mudik untuk sowan Ibu  (Ayah sudah meninggal) untuk setiap lebaran, namun sudah dua tahun memang tidak pulang karena ada larangan mudik oleh pemerintah karena pandemi covid 19.

Dengan diijinkannya pulang mudik maka seluruh anak yang jumlahnya sebelas keluarga ditambah cucu dan buyut maka berkumpulah semuanya lebih dari 65 orang ditempat itu untuk jangka waktu sedikitnya empat hari lalu meneruskan perjalanan berikutnya yaitu wisata di beberapa obyek sampai dengan menjelang liburan berakhir.

Untuk memberikan gambaran tentan pergerakan ekonomi baik langsung maupun tidak langsung akan dipengaruhi oleh sejumlah transaksi sebelum, selama dan sesudah lebaran diantaranya adalah meliputi :

Pertama , transaksi persiapan kendaraan untuk mudik, saya contohkan saya sendiri. Kendaraan yang saya gunakan dipastikan harus sehat mesin sehingga harus service ke bengkel resmi harus keluar biaya tidak kurang dari Rp.2.400.000,-kemudian ban harus ganti semua 4 buah rata-rata Rp.1.000.000,- maka perlu pengeluaran Rp. 4.000.000,- ditambah untuk kenyamanan dan keamanan perlu tambahan asesoris tidak kurang dari Rp. 2.100.000.-sehingga diperlukan pengeluaran persiapan Rp.7.500.000,- untuk sati mobil. Bagaimana kalau dalam keluarga kami sepuluh keluarga berarti sepuluh mobil berapa yang harus dibutuhkan dana untuk persiapan mudik. Apalagi kalau yang mudik berkendara mobil pribadi via jalan tol sebanyak dua puluh tiga juta mobil begitu banyak dana yang harus keluar berarti akan terjadi peredaran uang yang cukup besar dari transaksi ini, karena tidak semua menggunakan mobil yang masih tahun anyar. Hal ini tentu saja sudah menjadi  indikator bergeraknya ekonomi.

Kedua,  pengeluaran untuk biaya  perjalanan diantaranya : bahan bakar rata-rata Rp.500.000,- untuk satu kali pemberangkatan dan biaya jalan tol tidak kurang dari Rp.450.000, maka akan terjadi peredaran transaksi tol yang cukup besar. Untuk perjalanan melalui tol terjadi suatu kondisi yang dahsyat tidak diduga sebelumnya yaitu mulai masuk pintu tol sampai sepanjang pintu tol cikampek terjadi kemacetan yang luar biasa, bayangkan saja untuk menuju tol cikampek perlu waktu tiga setengah (3,5) jam ini berarti perlu tambahan biaya bahan bakar dan biaya ketidak nyamanan dan biaya sosial lainnya. Belum lagi ada keluarga yang sehari tinggal di Makasar memerlukan perjalanan melalui pesawat terbang memerlukan biaya tiket untuk empat orang yang cukup besar. Hal-hal tersebut juga akan mengakibatkan pergerakan ekonomi untuk banyak sektor dan meningkatnya perputaran uang yang beredar di daerah.

Ketiga untuk pengeluaran  kuliner di rest area dipastikan setiap kendaraan yang lewat di jalan tol setidaknya akan mampir dua lokasi rest area baik untuk istirahat, sholat dan makan ( bagi yang tidak berpuasa atau batal puasa karena musafir). Tidak cukup dengan itu saja karena dipastikan ada jajanan yang dibeli , minuman dan camilan lain yang akan digunakan oleh-oleh ataupun makanan iseng dijalan sambil menunggu jalan terurai karena macet hampir di sepanjang jalan. Fakta menunjukkan bahwa hampir semua rest area penuh bahkan ada beberapa rest area yang ditutup akses masuknya karena penuh dan ini terjadi baik rest area kanan dan kiri karena semua digunakan satu arah (one way). Bisa dibayangkan perjalanan yang seharusnya ditempuh 5-6 jam menjadi 13-15 jam apa dampak transaksi perjalanan. Hal tersebut tidak dipungkiri bahwa pengeluaran akan bertambah banyak dan berbagai transaksi juga terjadi dan menjadi pertanda ekonomi daerah bergerak demikian halnya jumlah uang yang beredar di daerah.

Keempat, untuk tujuan akhir atau tempat transit diperlukan  penginapan dan hotel . Dalam kondisi seperti ini akan lebih banyak diperlukan tempat menginap bagi para pemudik karena disamping berada ditemppat orang tua atau sanak famili dialikasikan ada  hari yang digunakan sengaja menginap ditempat lain sehingga perlu pengeluaran tambahan dengan bermalam untuk beberapa hari di hotel. Seperti yang penulis alami untuk memperoleh tempat menginap di hotel bukan perkara mudah karena ketika itu dilakukan go-show harus berputarputr dari satu hotel ke yang lainnya yang hampir swmua penuh. Walaupun pada akhirnya memperoleh hotel untuk menginap karena  membawa bayi cucu saya yang baru tiga bulan dan untuk menginap di rumah Eyangnya sudah tidak kebagian tempat . Sehingga perlu menginap untuk selama  jangka waktu empat hari di Salatiga setidaknya satu kamar untuk si bayi berikut bapak-ibunya, walaupun pada siang harinya kita tetap absen ke rumah Eyang. Bahkan ada beberapa keponakan saya beberapa hari sebelumnya sudah melakukan perjalanan wisata dibeberapa kota yang dilewati secara estafet mulai dari tegal, pekalongan, semarang, jogya, solo yang berarti pindah dari satu hotel ke hotel lainnya dan baru menjelang hari H menuju ke titik kumpul akhir dikeluarga besar yaitu dirumah Eyang untuk bertemu saudara yang lain.

Sebagai sebuah gambaran yang menunjukkan bahwa mudik lebaran memberikan dampak dramatis terhadap sektor periwisata-perhotelan dapat dicontohkan ditempat kami menginap di Salatiga yaitu kami menyewa kamar hotel bintang empat sebut saja Hotel Wahid yang merupakan salah satu dari empat hotel bintang empat. Tingkat hunian rata-rata pada H-1 adalah hampir 90% demikian halnya untuk hotel lainnya. Dari kamar yang tersefia sebanyak 103 kamar hanya 3 kamar yang kosong berarti 100 kamar terisi. Kamar yang kosong hanya yang President Suite dan VIP, sementara tipe kamar yang lain ada lah standar, deluxe dan eksekutif terisi dengan tarif  yang berbeda-beda dengan opsi penawaran dengan breakfirst dan non breakfirst yang tentu saja akan mengkait kepada harga dan ini tidak lazim karena kamar hotel itu biasanya ada sarapan pagi. Soala tarif jangan ditanya pasti lebih tinggi dari biasanya. Sesuai penjelasan dari Edo manajer piket saat itu soal tarif adalah menggunakan konsep permintaan dan penawaran, ketika permintaan banyak dan penawaran sedikit maka harga akan naik, sehingga yang terjadi adalah harga yang semula untuk tipe Deluxe Rp. 600.000,- dinaikan 55% menjadi lebih Rp. 900.000, sedangkan untuk tipe eksekutif yang semula 900.000rupiah menjadi hampir Ro.1.400.000,- sementara untuk President Suite yang semula Ro. 3.000.000,- menjadi Rp. 4.500.000,- lebih lanjut Edo menambahkan bahwa sebelumnya tingkat hunian hotel hanya pada kisaran 30sampai 35%, ini berarti terjadi kenaikan yang mengejutkan . Hal-hal tersebut merupakan sebuah fakta yang memberikan bukti bahwa ekonomi daerah tumbuh , transaksi berputar upnormal (tinggi) dan peredaran uang juga meningkat sekalipun tepatnya perlu data lebih lanjut.

Kelima adalah Transaksi selama Hari Lebaran juga terjadi pengeluaran yang tidak sedikit diantaranya makanan buka puasa terakhir semua makanan khas lokal dibeli ada sate sapi khas karanggede , sate ayam khas beringin sampai makanan cepat saji pizza hut satu meteranpun tersedia, itu semua untuk santapan buka puasa dan makanan untuk malam takbiran. Sementara untuk makanan lebaranpun berbeda yaitu ketupat, opor ayam, sambel goreng ati-krecek, sayur kates , sambel pete plus kerupuk yang disantap dengan kekhasan yang dimiliki dan dikengkapi makanan penutup buah, es campur, puding yang dinikmatin selepas sungkeman. Yang paling seru adalah perlu perjuangan dengan antrian yang cukup lumayan untuk tujuh puluh orang. Berapa banyak nilai transaksi untuk menyediakan makanan ini yang kesemuanya dibeli dari ketersediaan di pasar lokal, belum lagi untuk kebutuhan makan berikutnya. Belum selesai aktifitas lebaran biasanya dilanjutkan dengan saweran untuk anak-anak dan yang mau pamit pulang atau melanjutkan perjalanan biasanya memberikan tinggalan sebagai bentuk bakti kepada orang tua yang nilainya bervariasi sesuai dengan kemampuan keikhlasan. Hal ini menunjukkan betapa besar transaksi yang menunjang peningkatan perekonomian daerah yang pada gilirannya akan mengkontribusi peningkatan perekonomian nasional.

Keenam aktifitas Pasca Idul Fitri. Biasanya setelah Idul Fitri dirumah Orang Tua sendiri atau Mertua, dilanjutkan dengan silaturahmi ke mertua atau orang tua istri/suami mana yang lebih didahulukan karena memiliki nilai keseimbangan antaraorang tua dan mertua. Pada situasi ini juga akan terjadi pengeluaran yang kurang lebih tidak berbeda dengan yang diuraikan sebelumnya (butir 6) mengingat masing-masing suami dan istri mempunyai kewajiban dan hak yang sama. Dengan demikian akan terjadi perputaran pengeluran berikutnya mungkin pada daerah yang berbeda. Hal inipun juga sebagai indikator bahwa ekonomi akan tumbuh dan bergerak didaerah lainnya berikut peredaran uang.

Ketujuh, adalah aktifitas arus balik ketempat asal sesudah mudik. Perjalanan pada saat menuju kepulangan yaitu wisata didaerah sekitar sebagai bagian dari kebutuhan hidup yaitu mencari kesenangan dan ketenangan. Sebagai contoh dikeluarga kami setelah silaturahmi ada yang melanjutkan perjalanan ke Jawa Timur  untuk wisata dan daerah lainnya yang sudah direncanakan sebelumnya bahkan ada yang ke Bali untuk beberapa waktu.Pada kegiatan ini juga akan terjadi transaksi yang akan menggerakkan sektor pariwisata daerah setempat tidak saja biaya masuk, penggunaan fasilatas sarana wisata, penginapan dan souvenir yang semuanya akan memiliki nilai kenangan yang akan tercatat dalam memori kehidupan mereka, sementara dari sisi lain disamping pariwisata juga akan menggerakan pelakunya yaitu UMKM berikut tenaga kerjanya.

Kedelapan,Kuliner dan Oleh-Oleh, Sebagaimana kita tahu bersama bahwa setiap daerah memiliki potensi yang berbeda dan mengandung nilai kekhasan yang bisa digerakan . Hal ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat bahwa setiap berwisata akan ada ikutannya berupa souvenir yang memiliki nilai kultur dan merupakan kearifan lokal yang menjadi industri kreatif yang memberikan nilai ekknomi. Ikutan lainnya adalah ileh-oleh makanan khas daerah, seperti di salatiga ada enting-enting gepuk, paru goreng, abon khas salatiga yang semuanya khas dan jangan khawatir untuk jumlah yang banyak dan takut kendaraan bagasi sudah penuh maka cukup kasih alamat dan akan dikirim melalui ekspidisi ligistik yang mungkin akan sampai lebih dahulu. demikin halnya untuk kuliner di salatiga ada wedang ronde, tumpang koyor dan sate khas beringin yang semuanya ngangeni  ( merasakan rindu). Berdasarkan obrolan langsung dengan para pedangang ketika saya tanyakan kondisi sebelum lebaran (PPKM) dan mudik lebaran dia mengatakan “ wah sampun kalih tahun tiarap pak mboten saget sadeyan wong nek ndalu dibatesi jam wolu kamongko sadeyan kula ndalu, nek saniki musim mudik lebaran meniko Alhamdullilah saget sadean dugi ndalu pajeng ngantos 150 mangkiok” artinya kurang lebih( sebelumnya matu tidak bisa jualan karena tempat ini dibatesi tutup jam 08.00 malam padahal dia jualan waktu malem hinga lewat dini hari, kalau musim mudik lebarab ini Alhamdulilah bisa jualan malam dan omsetnya sampai 150 mangkok. M hampir pedagang yang dijumpai mengatakan hal yang senada. Sekali lagi hal ini menunjukkan betapa banyak nilai transaksi yang dramatis meningkat sampai kepada kaki lima, sehingga nyata kebijakan mudik lebaran mengerakkan ekonomi mulafi dari perhubungan, pariwisata dan UMKM serta sektor ikutan lainnya.Hal ini juga dapat digunakan sebagai indikator betapa ekonomi bergerak dan tumbuh didaerah serta peredaran uang juga meningkat.

Periode mudik lebaran belum usai dan  arus balik mudik belum tuntas semuanya karena masih banyak yang mengambil sikap menunggu sepi aria balik dan ada sebagian yang memperpanjang liburnya karena jika masalah pekerjaan masih bisa ditangani dengan online seperti yang dilakukan pada saat work from home (wfh) selma ini pada saat PPKM sebagian masih diberlakukan.

Pantauan Realisasi Mudik Lebaran

Pantauan  mudik lebaran sementara dari Kementerian Perhubungan diperoleh  data Tren pergerakan penumpang di semua moda angkutan Lebaran 1443 H/2022, terus mengalami peningkatan atau meningkat dlrata-rata di atas 100 persen.

Penumpang mudik pada tahun 2022 di dilayani oleh : 111 terminal bus, 16 pelabuhan penyeberangan, 50 bandar udara, 110 pelabuhan laut, dan 13 Daerah Operasion/divisi regional.

Jumlah akumulasi pergerakan penumpang sejak H-7 (Senin 25 April 2022 ) sampai H-3 ( Jumat 29 April atau swlama 5 hari berturut-turut sebanyak 11.126.333 penumpang, dan terus akan  mengalami peningkatan sampai dengan hari H , seiring dengan terus membanjirnya pemudik dengan menggunakan strategi tersendiri agar terhindar dari kemacetan dan menunggu kesempatan memperoleh angkutan menuju tempat mudik.

Menurut Juru Bicara Kementerian Perhubungan terjadi peningkatan penumpang hingga  mencapai 209,4 persen  dibanding waktu normal pada April 2022.

Selanjutnya dijelaskan Secara rinci, data sementara pergerakan penumpang di masing-masing moda angkutan pada 29 April 2022 (H-3) jika dibandingkan dengan hari biasa (16 April 2022) sebagai berikut:

Angkutan bus realisasi jumlah penumpang pada H-3 tahun 2022 adalah 155.204 penumpang, atau meningkat sebesar 147.3  persen  jika dibandingkan hari biasa pada 16 April sebesar 62.760 penumpang.

Pada angkutan kereta api, realisasi jumlah penumpang pada H-3 tahun 2022 sebesar 130.023 penumpang, atau meningkat 168.8 persen  jika dibandingkan dengan hari biasa pada 16 April sebesar 48.372 penumpang.

Pada angkutan udara, realisasi jumlah penumpang pada H-3 tahun 2022 sebesar 218.765 penumpang, atau meningkat sebesar 108.1 persen  jika dibandingkan dengan hari biasa pada 16 April sebesar 105.101 penumpang.

Angkutan laut, realisasi jumlah penumpang pada H-3 tahun 2022 sebesar 84.035 penumpang, atau meningkat 318.8 persen jika dibandingkan dengan hari biasa pada 16 April sebesar 20.064 penumpang.

Penyeberangan, realisasi jumlah penumpang pada H-3 tahun 2022 sebesar 314.757 penumpang, atau meningkat 466.9 persen  jika dibandingkan dengan hari biasa pada 16 April sebesar  55.525 penumpang.

“Peningkatan jumlah pergerakan pada moda angkutan penyeberangan sangat signifikan, angkanya mencapai 466,9  persen .Pergerakan Penumpang Kumulatif (H-7 sampai  H-3).Sementara, jumlah pergerakan penumpang secara kumulatif di masing-masing moda yang dipantau selama empat hari mulai Senin 25 April 2022 (H-7) hingga Jumat 29 April (H-3) kemarin, yakni :

Pergerakan penumpang angkutan penyeberangan menjadi yang tertinggi sebanyak 1.086.687 penumpang. Kemudian, angkutan udara sebanyak 931.870 penumpang. Angkutan  berbasis jalan  raya (bus) sebanyak 658.947 penumpang. Angkutan kereta api sebanyak 497.014 penumpang. Angkutan laut 351.812 penumpan

Sehingga Total pergerakan penumpang di semua moda angkutan (H-7 s.d H-3) sudah mencapai 3.526.330 penumpang. Jumlah ini masih lebih kecil dengan perbandingan 36,8 persen , jika dibandingkan dengan pergerakan penumpang kumulatif pada periode yang sama di tahun 2019 sebesar 5.576.540 penumpang.

“Namun demikian, data kumulatif tahun ini sifatnya masih sementara dan masih akan terus bergerak,” ujar Adita.

Kendaraan Pribadi

Untuk pergerakan kendaraan pribadi, berdasarkan data dari Jasa Marga, tren peningkatan lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek ke arah timur melalui Jalan Tol Jakarta-Cikampek terus terjadi. Pada H-3 kemarin, lalu lintas di GT Cikampek Utama sebanyak 487.344 kendaraan, atau naik hingga 81,2 persen  jika dibandingkan dengan lalu lintas normal pada periode November 2021.

Sedangkan secara kumulatif, mulai H-10 s.d H-3, Jumat-Jumat (22-29 April 2022), sebanyak 1.394.854 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek, atau naik 17.6 persen jika dibandingkan dengan lalin normal periode November 2021 dengan total 1.186.349 kendaraan.

Kesimpulan

Dari beberapa uraian dan beberapa indikator yang terjadi pada kegiatan mudik lebaran yang disampaikan , maka dapat disampaikan simpulan bahwa ”mudik lebaran mampu menggerakkan perekonomian daerah .

Hal tersebut ditunjukkan dari beberapa indikator yang mampu meningkatkan transaksi yang mampu meningkatkan sektor -sektor perekenomian secara dramatis sebagai dampak kebijakan mudik lebaran”. Hal ini juga terlihat dari kepadatan yang amat sangat kendaraan yang mellaui jalan tol pada H-2 sehingga jarak tempuh yang semula 6 jam menjadi 15 jam dan berimbas kepada rest area yng mengalami kepadatan sehingga banyak rest area yang pintu masuknya dituto karena penuh pengujung yang memenuhi tempat parkir kendaraan. 

Sementara disisi lain didaerah tujuan mudik juga terjadi transaksi yang meningkat secara dramatis di temoat perdagangan, kuliner, humian hotel,souvenir , pelaku UMKM yang berdampak terhadap meningkatnya perekonomian daerah yang akan bermuara kepada peningkatan perekonomian nasinal termasuk sektor-sektornya mulai perhububungan, transportasi, pariwisata, pelaku UMKM dan ikutannya.

Data pantauan pelaksanaan mudik menunjukkan peningkatan semua sektor transportasi baik darat baik kereta api maupun penggunaan kendaraan pribadi dan penumpang moda angkutan umum. Demikian halnya untuk pemudik yang menggunakan angkutan laut juga meningkat dan tak terkecuali yang menggunakan angkutan udara juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Dari kondisi ini bisa jadi perkiraan pemerintah dalam hal ini Kementerian perhubungan yang memprediksi jjmlah pemudik delapan puluh lima juta akn terlampaui. Demikian halnya dengan prediksi pemudik lebaran yang menggunakan kendaraan pribadi sebanyak dua puluh tiga juta juga kan terlampaui yang akan berkmbas kepada penerimaan jasa tol yang mengalami panen raya dan meningkat dramatis.

Tentu saja akibat dari itu semua akan berdampak terhadap bergeraknya perekonomian daerah karena semua aktifitas sektor ekonomi meningkat pesat yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi nasioanal dan sektor-sektor yang terkait.

Demikian halnya akibat mudik lebaran dengan berbekal dana yang sudah dipersiapkan sebelumnya ditambah THR dan gaji ke tigabelas para pemudik menghabiskan untuk transaksi mulai persiapan sebelum mudik, perjalanan mudik, selama mudik, kuliner, wisata , oleh-oleh mudik dan arus perjalanan pulang mudik akan terjadi perputaran peredaran uang dari daerah ke daerah lain yang juga akan berpengaruh terhadap peredaran uang secara nasional.

Kalau Pemerintah dalam hal ini  BI yang diprediksikan Bank Indonesia sebanyak delapan ribu (8.000) trilliun rupiah akan terlampaui. Hal ini dapat dilakukan sebuah perhitungan kasar bahwa setiap pemudik mengeluarkan uang Rp.10 juta saja dikalikan 85 jura pemudik maka jumlah uang yang beredar sudah melampui yang di prediksi.

Oleh karena kebijakan memberikan ijin mudik lebaran kepada semua lapisan masyarakat adalah cukup tepat dan bijaksana karena sesungguhnya masyarakat sudah bosan dengan batasan-batasan akibat pandemi covid 19 yang cukup lama waktunya.

Diharapkan momen ini menjadi sebuah pertanda bahwa ekonomi akan bangkit, harga-harga akan stabil, situasi akan menjadi normal, peluang kerja kembali terbuka, UMKM yang terpuruk menjadi tumbuh, pandemi berakhir, disisi lain akan terjadi perubahan sumber pendapatan masyarakat dalam bentuk peningkatan daya beli, harga-harga menjadi stabil dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua MPR RI Dorong Lahirnya Perusahaan Digital Mining Baru Bangkitkan Perekonomian Nasional

Senin, 04 Juli 2022 - 10:01 WIB

Ketua MPR RI Dorong Lahirnya Perusahaan Digital Mining Baru Bangkitkan Perekonomian Nasional

Ketua MPR RI sekaligus Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan & Keamanan KADIN Indonesia Bambang Soesatyo menuturkan pandemi Covid-19 telah berdampak buruk pada beragam sendi kehidupan,…

Kehadiran Holding BUMN Farmasi di JIEXPO

Senin, 04 Juli 2022 - 09:54 WIB

Meriahkan Jakarta Fair 2022, Kemenkes Boyong Holding BUMN Farmasi di Event Ulang Tahun Kota Jakarta

Setelah vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19, Jakarta Fair 2022 kembali digelar. Bertempat di JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat, Pekan Raya Jakarta atau PRJ yang merupakan rangkaian dari…

Pembangunan Bendungan Jlantah

Senin, 04 Juli 2022 - 09:54 WIB

Selesai 2024, Bendungan Jlantah Akan Aliri Air 1.494 Ha Sawah di Karanganyar

Sebagai upaya meningkatkan tampungan air dan mendukung ketahanan pangan nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus membangun…

Minyak Goreng Curah (ilustrasi)

Senin, 04 Juli 2022 - 09:47 WIB

Kemenperin Catat Penyaluran MGCR Rata-rata Mencapai 81,72% dari Kebutuhan Bulanan Tiap Provinsi

Pada periode 1-30 Juni 2022, Kementerian Perindustrian mencatat pencapaian panyaluran program Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) rata-rata mencapai 81,72% dari kebutuhan bulanan di setiap provinsi.…

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika

Senin, 04 Juli 2022 - 09:22 WIB

Hingga 1 Juli 2022, Kemenperin Mencatat Sebanyak 130 Perusahaan Terdaftar Dalam Program SIMIRAH 2

Kementerian Perindustrian mencatat, hingga 1 Juli 2022, sebanyak 130 perusahaan sudah mendaftar ke dalam Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH) 2.0. Dari total tersebut, meliputi 51…