INDUSTRY.co.id - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk berhasil meningkatkan pertumbuhan penjualan menjadi Rp 1,8 triliun di kuartal III 2016, atau naik 14,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,6 triliun. Sementara laba bersih naik 8 persen menjadi Rp 352 miliar dari Rp326 miliar periode yang sama tahun lalu.

“Disaat perusahan – perusahaan lainnya kesulitan danmengalami kerugian, Puji Tuhan kinerja kami tetap positif bahkan hingga akhir tahun, saya berharap pertumbuhan terus meningkat dan dalam 3 tahun berturut-berturut saja SidoMuncul mampu memberikan deviden hingga rata-rata 370 miliar,”kata Presdir PT Sido Muncul Tbk, J Sofjan Hidajat dalam keterangan resminya, Senin (31/10/2016).

Dimulai tanggal 25 Oktober 2016 saham SIDO dalam treasury dijual kembali melalui Bursa Efek Indonesia dan potensial buyer-nya adalah merupakan perusahaan asuransi besar asing yang kemungkinan akan membeli hampir 50 persen darisaham treasury tersebut.

Untuk memperoleh capaian kinerja terbaik, Sofjan ingin focus memperkuat pasar dalam negeri. Muncul Mekar sebagai distributor utama produk Sido Muncul berkeinginan memperkokoh pasar domestic antara lain dengan membuat produk-produk baru dan system penjualan baru.

“Tahun ini, kami akan meluncurkan produk-produk baru dan perkenalkan system penjualan baru. Gebrakan yang saya inisiasi ialah memperkenalkan system kemitraan serta mengubah pola pikir masyarakat tentang jamu,”ujar Sofjan.

Persepsi jamu identik dengan rasa pahit kini diubah menjadi jamu tidak pahit dan tidak berampas. Sofjan berusahamengubah pola pikir dengan menghadirkan jamu yang tidak pahit dan memperkenalkan Café Jamu yang lebih modern, menyegarkan, enak ,dan berkhasiat. Alhasil generasi muda mengerti khasiat jamu karena rasanya enak. Dengan generasi muda suka minum jamu maka budaya jamu tidak hilang atau diambil alih asing.

Café Jamu adalah konsep yang disiapkan untuk memberdayakan masyarakat dan member peluangkerja. Café Jamu dengan motto “enak dan berkhasiat” ini menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pengadaannya. Misalnya dari segi permodalan, jika mengalami kesulitan bisa meminjam dari PT Bank Rakyat IndonesiaTbk, (BRI), melalui skema KUR. (Ahmad Fadli)