Kinerja Keuangan Truecaller Menguat di Q1 2022, Net Sales Tumbuh 116%

Oleh : Herry Barus | Jumat, 13 Mei 2022 - 09:18 WIB

Truecalle
Truecalle

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Truecaller, platform global terkemuka untuk memverifikasi kontak dan memblokir komunikasi yang tidak diinginkan, melaporkan pertumbuhan penjualan bersih sebesar 116% dikombinasikan dengan margin EBITDA yang disesuaikan sebesar 45,5% pada kuartal pertama 2022.

"Awal tahun 2022 ditandai dengan pertumbuhan pengguna yang kuat. Selama kuartal pertama, Truecaller masuk 20 besar aplikasi yang paling banyak diunduh secara global dan sekitar 80% dari pengguna aktif bulanan kami menggunakan platform setiap hari. Kami bangga dapat membantu pengguna dan bisnis memperoleh manfaat dari pengalaman komunikasi yang lebih aman dan efisien setiap hari," kata Alan Mamedi, CEO Truecaller.

Alan mengatakan, tahun ini dimulai dengan pembukuan yang sangat kuat, dengan pertumbuhan penjualan bersih sebesar 116% pada kuartal pertama 2022 dan margin EBITDA yang disesuaikan sebesar 45,5%. Investasi di platform AdTech dan meningkatnya permintaan untuk produk B2B yang relatif baru, Truecaller for Business, juga berkontribusi pada pengembangan yang kuat pada kuartal pertama. Di tengah ketidakpastian situasi dunia, seperti perang di Ukraina, kenaikan inflasi, dan suku bunga serta pandemi Covid, Truecaller justru terus berkembang.

"Kami sungguh mendapat awal yang kuat pada tahun 2022 dalam hal pertumbuhan dan profitabilitas dengan pertumbuhan penjualan bersih year on year sebesar 160%. Dikombinasikan dengan margin EBITDA yang disesuaikan sebesar 45,5 (29,5%). Pertumbuhan pendapatan yang kuat dengan peningkatan operating expenses yang lebih lambat menghasilkan margin keuntungan yang sangat besar dan melampaui target keuangan jangka panjang," kata Alan.

Pertumbuhan penjualan mencapai 137% di India, 81% di Timur Tengah dan Afrika, dan 65% di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Truecaller menjawab masalah orang Indonesia terkait panggilan spam dan pelecehan. Menurut Global Spam Report 2021, Indonesia berada di urutan keenam dalam kasus tingginya volume panggilan spam.

Lonjakan panggilan spam di Indonesia sangat membutuhkan tindakan lebih lanjut. Menurut laporan SOCRadar yang diterbitkan baru-baru ini, threat landscape report for Indonesia menunjukkan bahwa ancaman web gelap sedang meningkat dan menyasar basis data jutaan orang Indonesia yang sedang online dengan informasi seperti nama, nomor ponsel, tanggal lahir, nomor identitas, dan gaji.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Payroll

Selasa, 24 Mei 2022 - 16:03 WIB

Apa Saja Kriteria Payroll System Indonesia yang Bagus dan Efektif? Berikut Ulasannya

Semakin besarnya sebuah bisnis, membuat seorang pelaku usaha tidak bisa mengerjakannya sendirian. Oleh karena itu, mereka harus mencari pegawai baru untuk membantu menyelesaikan semua bisnisnya.…

Ilustrasi Pajak

Selasa, 24 Mei 2022 - 15:42 WIB

8 Pajak Penghasilan yang Wajib Dibayar dan Dilaporkan Secara Online

Di negara manapun, termasuk Indonesia, pajak dapat memberikan kehidupan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan pajak, masyarakat bisa menikmati infrastruktur mulai dari jalan, terminal, stasiun,…

WINGS Group Indonesia Dukung Potensi UMKM Bangka Belitung

Selasa, 24 Mei 2022 - 15:03 WIB

WINGS Group Indonesia Dukung Potensi UMKM Bangka Belitung

Wings Group Indonesia, mendukung gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang dicanangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi…

Penari Bali (Dok. Kemenparekraf)

Selasa, 24 Mei 2022 - 14:30 WIB

5 Negara dengan Wisman yang Paling Banyak Mengunjungi Bali

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengungkapkan terdapat lima negara yang banyak menyumbang kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali yaitu Amerika Serikat, Australia, Inggris,…

Logo Starbucks Coffee

Selasa, 24 Mei 2022 - 12:15 WIB

Tutup 130 Gerai, Starbucks Resmi Keluar dari Rusia

Setelah hampir 15 tahun, Starbucks Corp mengatakan pada Senin (23/5/2022) akan keluar dari pasar Rusia. Hal ini dikarenakan jaringan kopi bergabung dengan McDonald's Corp dalam menandai berakhirnya…