Meliá Hotels International Siap Perluas dan Berkomitmen Menuju Sustainability

Oleh : Chodijah Febriyani | Kamis, 12 Mei 2022 - 17:15 WIB

Meliá Hotels International (Dok: Meliá Hotels)
Meliá Hotels International (Dok: Meliá Hotels)

INDUSTRY.co.id - Grup hotel terbesar asal Spanyol, Meliá Hotels International akan memperluas pengembangan mereka di seluruh Asia,  ini membuat langkah sehalus mungkin ketika berurusan dengan lingkungan dan mendapatkan penghargaan atas usaha-usaha mereka.

Meliá baru saja dinobatkan menjadi perusahaan hotel kedua yang paling sustainable di dunia menurut S&P Global’s Corporate Sustainability Assessment (CSA), penilaian terkait sustainability paling komprehensif di dunia, yang memberi peringkat kepada lebih dari 10 ribu perusahaan dari seluruh industri.

Pada 2019 dan 2020, Meliá mendapat peringkat pertama dalam industri hotel global, dan pada tahun 2021 mempertahankan kepemimpinan mereka di Eropa dan Spanyol.

"Sebagai keberlanjutan kami dalam memperluas kehadiran kami secara global berkomitmen untuk bekerja menuju sebuah sustainable yang baru dan bertanggung jawab sebagai teladan dalam perhotelan, menaikkan kontribusi dalam industri untuk masyarakat sekitar dan membantu melindungi planet," kata Gabriel Escarrer, CEO dari Meliá melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

"Perusahaan kami saat ini dipandang seperti patokan untuk sustainability di seluruh dunia," jelasnya.

Properti-properti Meliá di seluruh Asia telah menganut prinsip pokok sustainability dengan mengurangi atau menghilangkan secara keseluruhan penggunaan plastik sekali pakai dan mengimplementasikan energi dan mengukur konservasi air.

Properti-properti Meliá sendiri juga mengeluarkan program terkait lingkungan dengan usaha untuk membuat ekonomi hotel lebih berputar dan untuk membantu lingkungan melalui proyek kolaborasi.

Hotel kota Meliá Chiang Mai dengan 260 kunci, yang dimana merayakan pembukaan pada bulan April, meluncurkan sebuah konsep ‘360° Cuisine’. Hidangan disajikan pada gerai makan beserta hasil bumi dari pertanian organik yang berada di hotel. Setelah setiap bagian dari masing-masing bahan yang memungkinkan digunakan di dapur, sisanya akan dikembalikan ke pertanian sebagai pupuk.

Di dalam program ini, dapur hotel bekerja sama dengan petani lokal untuk membantu meningkatkan sustainability dan mendorong produksi yang layak. Meliá Chiang Mai telah bermitra dengan ORI9IN The Gourmet Farm, sebuah pertanian organik terdekat, untuk menanam berbagai macam buah-buahan, sayur-sayuran dan rempah-rempah pada sebuah lahan sebesar 2 hektar pada properti ORI9IN yang lebih luas untuk restoran-restoran, bar-bar dan spa miliknya.

Di Vietnam, Meliá Ba Vi Mountain Retreat mengikuti sebuah filosofi yang serupa. Sebuah jajaran dari hasil bumi tumbuh di properti milik kebun organik Balansa dan digunakan pada restoran, spa dan kantin karyawan. Sisa makanan akan dikembalikan ke bumi. Kesehariannya pupuk dari properti tersebut di estimasikan mencapai 100 pon (45 kilogram) bahan organik dan limbah daur ulang.

Meliá Koh Samui, sebuah properti yang berhadapan langsung dengan pantai di Thailand, juga fokus dalam pertanian yang sustainable. Mereka sudah menambahkan empat hektar kebun organik yang dapat melakukan hal lebih daripada hanya sekedar membekali dapur dengan hasil bumi segar yang melimpah.

Kebun tersebut akan menjadi sebuah lokasi untuk pembelajaran dan berkoneksi. Salah satu tujuan jangka panjang yang ingin dicapai adalah untuk membantu mengedukasi orang-orang mengenai pentingnya mengolah tanah secara berkelanjutan, melalui pengalaman bertani secara langsung dan kelas-kelas memasak.

Meliá Ho Tram Beach Resort, beserta Pantai Selatan Vietnam, memulai Spice Garden mereka sebagai respons dari kekurangan sayur-sayuran ketika lockdown berlangsung tetapi proyek telah bertumbuh untuk mencakup berbagai variasi rempah-rempah dan sayur-sayuran.

Seperti Meliá Koh Samui mereka telah memiliki rencana yang sedang dikerjakan untuk menggelar berbagai hal menarik, kegiatan berkebun gratis untuk para tamu, meliputi menggambar pot-pot, merangkai bunga, kerajinan daun, dan membuat minyak esensial dari rempah yang ditanam.

Properti-properti pada Eight Meliá sepanjang Asia Tenggara dari Meliá Kuala Lumpur hingga Meliá Bali, termasuk Meliá Danang, Meliá Hanoi, Meliá Ho Tram, dan Sol by Meliá Phu Quoc (seluruh Vietnam), telah bekerja sama dengan perusahaan kebersihan dan solusi kebersihan Diversey pada proyek “Soap for Hope”.

Inisiatif daur ulang sabun hotel membantu menyelamatkan hidup dalam komunitas yang kurang beruntung dalam meningkatkan praktik kebersihan, serta membuat mata pencaharian dan mengurangi limbah sabun yang berasal dari h0tel-hotel.

Masyarakat lokal diajari untuk menggunakan metode cold-press, yang tidak membutuhkan listrik atau air dan menyita waktu di bawah 10 menit, untuk mendaur ulang sabun yang digunakan dari hotel-hotel dibentuk kembali menjadi sabun batangan. Sabun yang segar kemudian didistribusikan kepada komunitas yang kekurangan sabun atau sanitasi.

Meliá juga melakukan hal yang terbaik untuk memastikan mereka dapat menjangkau lebih jauh. Pada bulan Februari, Meliá diberi gelar sebagai “Supplier Engagement Leader” oleh CDP, sebuah organisasi internasional spesialisasi dalam pelaporan dampak lingkungan.

Grup hotel mencapai peringkat tertinggi dalam kategori Supplier Engagement Rate (SER) dalam survei tahunan Climate Change oleh CDP. Sebagai tambahan untuk mengurangi emisi hotel-hotel Meliá yang dihasilkan secara langsung, Meliá Hotels International bekerja sama dengan para pemasok terhadap pengurangan emisi dalam rantai pasokan.

Perusahaan hotel juga memiliki sebuah kewajiban dalam Supplier Code of Ethics yang memastikan penyelarasan pemasok dengan komitmen sustainability yang dibuat oleh grup hotel yang memiliki pemikiran terkait keberlanjutan.

"Setiap hari harus menjadi Hari Bumi,” kata Ignacio Martin, Managing Director Southeast Asia di Meliá Hotels International. Mengutamakan sustainability adalah sesuatu yang sedang kami rajut secara mendalam dalam perusahaan kami, terlepas dari hari apa ini," tukasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Christian Atmadjaja Direktur Virtus.

Kamis, 19 Mei 2022 - 14:38 WIB

Virtus Technology Indonesia Lanjutkan Program Virtus Bakti Negeri untuk Dukung Pengembangan SDM Digital di Indonesia

Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap pendidikan, khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia, PT. Virtus Technology Indonesia (Virtus), penyedia solusi infrastruktur…

Ilustrasi Galon

Kamis, 19 Mei 2022 - 13:50 WIB

Ekonom Indef: KPPU Berkewajiban Desak BPOM Batalkan Wacana Pelabelan BPA Karena Berbau Persaingan Tidak Sehat

Ekonom senior Indef yang juga pengamat persaingan usaha, Nawir Messi, mengatakan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berkewajiban mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk membatalkan…

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Kamis, 19 Mei 2022 - 13:40 WIB

Menteri Basuki : ASN Harus Memiliki Karakter yang Baik, Kuat, dan Akhlakul Karimah

Dalam rangka pengembangan kompetensi kepemimpinan, para Aparatur Sipil Negara (ASN) ke depan dituntut tidak hanya pintar atau ahli di bidangnya saja, tetapi juga harus memiliki karakter yang…

Indonesia-Singapura Perkuat Kolaborasi Sektor Parekraf Pascapandemi Covid-19 (Dok: Kemenparekraf)

Kamis, 19 Mei 2022 - 13:30 WIB

Kebijakan Masker dicabut, RI-Singapura Perkuat Kolaborasi Sektor Parekraf

Dalam pertemuan dengan Menteri Keuangan Singapura, Lawrence Wong dan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong di Jakarta Pusat, Rabu (18/5/2022), Menteri Pariwisata dan Ekonomi…

Kapolda Sulteng : Buronan Teroris MIT Poso Tersisa Satu Orang

Kamis, 19 Mei 2022 - 13:01 WIB

Kapolda Sulteng : Buronan Teroris MIT Poso Tersisa Satu Orang

Poso-Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Drs. Rudy Sufahriadi memastikan tersangka kasus terorisme yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tersisa satu orang…