INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta kepada pengusaha untuk memberlakukan work form home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi para pekerjanya.

Advertisement

“Kami juga mengimbau untuk mengoptimalkan WFH selama beberapa waktu ke depan, untuk mengurangi risiko penyebaran virus,” kata Luhut dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/5/2022).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi mengatakan, tidak semua jenis usaha dapat melaksanakan anjuran bekerja di rumah (Work Form Home/WFH) dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Advertisement

"Karena tidak semua sektor swasta dapat menjalankan aktivitasnya secara maksimal dengan pemberlakuan WFH. Terutama sektor padat karya yang memang tidak bisa dijalankan secara WFH," ujar Diana di Jakarta (9/5)

Menurutnya, banyak para pengusaha yang mengeluhkan semakin bengkaknya operasional perusahaan jika bekerja dari rumah kembali diberlakukan.

Advertisement

"Belum lagi permasalahan infrastruktur perusahaan yang tidak bisa disama ratakan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Hal ini yang membuat dunia usaha enggan untuk memberlakukan WFH Kembali," terangnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Antonius J Supit. Menurutnya, untuk Industri pabrik sangat sulit melakukan WFH.

Advertisement

"Sebab di Pabrik harus hadir secara fisik di lokasi, sehingga sulit jika WFH," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan khusus yang berorientasi ekspor sudah terikat jadwal pengiriman yang sangat ketat. 

"Kebijakan berkerja dari rumah sebaiknya dapat dikembalikan kepada aturan masing-masing perusahaan saja," tutup Anton.