INDUSTRY.co.id - IHSG (28/4) ditutup menguat padal libur lebaran dimana IHSG yang sebelumnya sempat keluar dari area 7200 berakhir ditutup di 7228.914. Pada pembukaan perdagangan hari ini (09/5/2022) IHSG berpotensi tertekan imbas dari kenaikan suku bunga The Fed di pekan lalu sebesar 50bps ke kisaran level 0,75%-1%. Hal ini menjadi kenaikan terbesar sejak tahun 2000 dan sejalan dengan ekspektasi pasar.

Kenaikan suku bunga The Fed menekan harga obligasi tercermin dari kenaikan Yield US Treasury tenor 10 tahun sempat menyentuh level tertinggi di 3,106% dan menjadi level tertinggi sejak 2018. Hal serupa terjadi pada yield obligasi US untuk tenor 30 tahun yang melonjak 12 basis poin ke 3,126%.

Data yang ditunggu para pelaku pasar hari ini adalah data inflasi (MoM) Indonesia yang berdasarkan konsesus diperkirakan  akan meningkat ke level 0.83% dari sebelumnya 0.66% sementara YoY 3.34% dibandingkan sebelumnya di 2.64% pada maret 2022

Adapun range pergerakan IHSG hari ini berada di level 7175-7275. Indicator histogram MACD masih menunjukan adanya potensi pelemahan. Support 2 : 7100 Support 1 : 7125  Resistance 1 : 7250 Resistance 2  : 7300

ITMG BUY di 28200; target 29150-29300; stoploss 27075

SMDR BUY di 1950 target 2070-2100; stoploss di 1885

CPIN BUY di 5100  target 5425-5450; stoploss di 4950

(Disclaimer ON)

Analis Bahana Sekuritas James Evan Tumbuan