PHRI Ingatkan Pengusaha Hotel Tidak Naikan Tarif Berlebihan

Oleh : Irvan AF | Jumat, 16 Juni 2017 - 12:00 WIB

Jln Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta (Foto:wikipedia)
Jln Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta (Foto:wikipedia)

INDUSTRY.co.id, Yogyakarta - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta mengingatkan para pengusaha perhotelan tidak memberlakukan tarif tambahan sewa kamar secara berlebihan saat libur Lebaran 2017.

"Saat Lebaran nanti hotel memasuki 'very peak season' kami berharap sewajarnya saja dalam memberikan 'surcharge' (tarif tambahan)," kata Ketua PHRI DIY Istijab M Danunagoro di Yogyakarta, Jumat (16/6/2017).

Menurut Istijab, saat ini okupansi hotel masih rendah di kisaran 30-40 persen. Namun demikian, okupansi hotel akan mulai kembali normal atau mengalami lonjakan signifikan mulai H-7 hingga H+7 Idul Fitri 1438 Hijriah.

"Sekitar sepekan menjelang Lebaran biasanya mulai naik," kata dia.

Ia memperkirakan untuk hotel berbintang di ring satu atau berada di pusat Kota Yogyakarta tingkat hunian atau okupansi bisa mencapai 100 persen saat Lebaran.

Saat ini, menurut dia, banyak hotel yang sudah mendapatkan pemesanan kamar khusus untuk masa libur Lebaran mendatang.

Untuk menghindari pemesanan kamar hotel yang tidak jelas, beberapa hotel mulai menerapkan ketentuan uang muka 30-50 persen dari tarif yang ditentukan. Meski demikian, ia mengingatkan agar pemberlakuan tarif tambahan tidak terlalu tinggi.

Selain dapat memberatkan pengunjung, pemberlakuan tarif terlalu tinggi juga berdampak negatif terhadap bisnis perhotelan maupun pariwisata DIY.

Jika kenaikannya sampai ada yang menyentuh 100 persen, berarti itu sudah membuat harga baru.

Menurut dia idealnya tarif tambahan cukup mencapai 305 persen saja dari tarif dasar.

Sementara itu, kata Istijab, aktivitas Meeting, Incentives, Conferencing, Exhibition (MICE) oleh beberapa kementerian sebagai sumber pendapatan terbesar perhotelan di DIY, diperkirakan baru mulai bermunculan kembali mulai H+10 Lebaran.(ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Kementan tinjau Duren yang akan diekspor

Senin, 23 September 2019 - 22:06 WIB

Inovasi Satu Klik Dukung Pertumbuhan Ekspor Pertanian Sumut

Belawan -- Ekspor sejumlah komoditas hortikultura asal Sumatera Utara (Sumut) terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data pada sistem IQFAST (Indonesia Quarantine Full Automation System) di…

Salah satu tanaman hortikultura

Senin, 23 September 2019 - 22:01 WIB

Buka Lahan Tanpa Dibakar, Petani Riau Kembangkan Hortikultura

Pekanbaru - Tengku Rafli, Petani kebun di Kelurahan Agro Wisata, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru sukses mengubah lahan 10 hektar milik negara menjadi lahan produktif untuk tanaman hortikultura.…

Direktur Consumer Service Telkom Siti Choiriana (kanan) dan Juara 2 Point Blank Woman Championship 2019 Moscow Indri Sherlyana Tunggal (kiri)

Senin, 23 September 2019 - 21:53 WIB

Telkom Luncurkan IndiHome Paket Premium Kecepatan Hingga 300 Mbps

Surabaya – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berupaya memberikan produk dan layanan yang terbaik bagi seluruh segmen pelanggannya. Kali ini, Telkom mempersembahkan IndiHome…

President PT Samsung Electronics Indonesia JaeHoon Kwon dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Didik Suhardi seusai penandatanganan Samsung Indonesia Cerdas (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 23 September 2019 - 21:15 WIB

Samsung Indonesia Cerdas Dongkrak Kompetensi Pendidikan di Indonesia

Samsung Electronics Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia menandatangani kesepakatan "Samsung Indonesia Cerdas" dan memperkuat kemitraan pemerintah dan swasta di bidang…

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)

Senin, 23 September 2019 - 21:00 WIB

Pancaroba Politik, Rizal Ramli: Perubahan di Indonesia Bisa Maju Atau Justru Mundur

Tokoh nasional Rizal Ramli mengatakan, Indonesia tengah memasuki pancaroba. Namun, yang dimaksud bukan terkait dengan perubahan cuaca, melainkan perubahan politik.