INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Bank Artos Indonesia Tbk menargetkan pertumbuhan aset menjadi sebesar Rp1,1 triliun pada 2019 seiring dengan keyakinan perseroan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Advertisement

"Strategi bisnis perseroan akan berfokus pada pertumbuhan dana berimbang yang disertai dengan akselerasi pertumbuhan kredit melalui pemilihan sektor pembiayaan secara selektif sehingga memaksimalkan rentabilitas," ujar Direktur Utama Bank Artos Indonesia, Reinantha Yaputra di Jakarta, Kamis (15/6/2017)

Selain itu, lanjut dia, perseroan juga menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) menjadi sebesar Rp935 miliar dan penyaluran kredit sebesar Rp817 miliar dengan target perolehan laba bersih sebesar Rp16 miliar.

Advertisement

Sementara itu tercatat, per Desember 2016 Bank Artos mencatatkan total aset sebesar Rp774,8 miliar, penghimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp590,3 miliar, dan penyaluran kredit sebesar Rp476,6 miliar. Di sisi lain, perseroan juga mencatatkan peningkatan permodalan yang berasal dari kebijakan revaluasi aktiva tetap yang menghasilkan tambahan ekuitas sebesar Rp48,3 milyar.

"Rasio-rasio keuangan Bank juga masih terjaga baik pada tingkat yang sehat," katanya.

Advertisement

Reinantha Yaputra menyampaikan bahwa rasio kecukupan modal atau "capital adequacy ratio (CAR) sebesar 22,87 persen, marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) 5,48 persen, rasio simpanan terhadap pinjaman (loan to deposit ratio/LDR) 80,74 persen, dan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) 4,08 persen.

Pada 2019, Reinantha Yaputra juga menargetkan Bank Artos Indonesia dapat masuk ke dalam Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 2 dengan modal inti di atas Rp1 triliun. Per Maret 2017, modal inti perseroan mencapai Rp146,924 miliar.

Advertisement

Sementara itu terpantau, saham Bank Artos Indonesia Tbk dengan kode perdagangan ARTO pada hari ini (Kamis, 15/6) berada di posisi Rp178 per saham, naik sebesar 34,84 persen dari harga perdana sebesar Rp132 per saham pada awal tahun 2016.