20 Tahun Jadi Penjaga Perlintasan Kereta, Sutikno Senang Kini Banyak yang Menghargainya

Oleh : Hariyanto | Jumat, 08 April 2022 - 14:51 WIB

Penjaga Perlintasan Kereta, Sutikno
Penjaga Perlintasan Kereta, Sutikno

INDUSTRY.co.id - Yogyakarta - Jalur perlintasan langsung (JPL) kereta di Yogyakarta Nomor 737 KM 541 selalu saja ramai. Di bulan Ramadan, kepadatan para pelitas di sana bertambah tinggi. Apalagi jam-jam menjelang buka puasa.

Siang itu, Selasa (5/4/2022), di depan pos penjagaan JPL 737, seorang laki-laki berdiri tegap mlambaikan tangannya ke arah kereta yang sedang melintas. Badannya yang semula menghadap kepala kereta, berputar sedikit ke kiri menjadikannya kini menghadap bagian gerbong tengah kereta.

"Tettttttt!" klakson kereta menderu dari sang masinis seraya mengucap terima kasih kepada Mulyadi (48), penjaga JPL 737 yang saat itu  bertugass. Keseharian seperti ini telah dijalankan Sutikno selama 20 tahun. Mulyadi bersama rekan-rekan lainnya secara bergantian melakukan itu  setiap delapan. Di kawasan ini, memanglah selalu ramai orang menyeberang.

Menurut Sutikno, saat Ramadan memang semakin ramau orang menyebrang. Khususnya saat menjelang berbuka. "Saya yang paling lama di sini, sudah 20 tahun lebih mas. Kami kerja sesuai dengan jam kerja yaitu 8 jam, tapi gantian. Kan harus dijaga selama 24 jam. Kadang dapat bagian malam kadang siang. Sekarang seluruh petugas di sini sudah lulus sertifikasi menjadi penjaga pos pelintasan kereta," ujar pria 3 anak tersebut.

Sutikno menceritakan, banyak suka dan duka yang dirasakan selama 20  tahun bertugas menjaga palang lintasan kereta. Ia merasa kini jauh lebih baik dibanding 20 tahun lalu saat masa-masa dirinya mulai bekerja. Perhatian serta penghargaan dari KAI kepada penjaga pintu pelintasan kereta sudah sangat baik. Jika dulu dipandang sebelah mata, sekarang sebagai karyawan penjaga palang lintasan kereta memiliki hak dan kesejahteraan lebih baik.

Tugas Sutikno dan rekan-rekannya tidak berhenti sampai menutup palang pintu perlintasan kereta. Ia tetap harus mengontrol apakah ada kendaraan yang berada di bawah palang dan berpotensi terimpit palang. Setelah palang tertutup sempurna, ia tetap berdiri di luar pos untuk menyambut kedatangan kereta. Selain itu, ia berjaga untuk memastikan tidak ada kendaraan yang menerobos masuk palang pintu perlintasan kereta.

Hal yang ia sayangkan adalah ketika ada orang-orang yang masih saja bandel melintasi rel saat kereta  sudah mendekat. Saat itu ia merasa sangat jengkel. Kadang ia harus teriak-teriak bahkan lari untuk menghampiri orang-orang seperti ini. Meski saat itu beberapa orang menganggapnya galak, namun banyak orang justru mengapresiasi karena ketegasannya dalam melakukan tugas.

"Suka kesal sama orang yang bendel. Sudah diperingati kereta mau lewat tapi masih saja nerobos. Tapi selalu tegas dan kadang saya harus teriak-teriak. Alhamdulillah selama saya jaga tidak ada kejadian yang serius. Tapi memang pernah ada yang kesenggol tapi tidak jauh, hanya kaget kemudian jatuh,” ceritanya.

Ia kemudian menjelaskan, ketika ada orang yang bandel dan posisi orang itu lebih dari 100 meter, maka ia akan  biarkan. “Karena sudah tidak mungkin dijangkau,” katanya. “Paling saya teriakin saja. Kurang dari 100 meter, saya masih bisa lari kemudian saya tarik”.

"Pernah suatu malam. Saat itu saya shift malam. Sudah saya teriakin untuk minggir tapi masih saja nengah. Langsung saya tarik tangannya kemudian saya injak kakinya supaya tidak bisa lanjut jalan. Di samping saya kesal sama orang itu, tapi saya juga senang bisa menyeelamatkan nyawanya," imbuhnya.

Di perlintasan ini, pos penjagaan dilengkapi alat sistem perlintasan kereta. Walau dibantu alat, Sutikno mengaku tugas penjaga tidak berkurang karena alat masih harus dikendalikan manual. Meski begitu, ia sedikit terfikir rasa khawatir suatu saat semua sistem menggunakan sistem digital dan automatis. Pasalnya jika itu terjadi, ada kemungkinan akan terjadi pengurangan tenaga manuusia.

"Semuanya masih serba manual. Kecuali sistem peringatannya saja yang otomatis nyala, seperti alarm. Kalau buka tutup palang, harus dilakukan sendiri," ucapnya sambil menunjuk panel kontrol, kepada tim Dompet Dhuafa ia menerangkan arti kode yang tertera pada lampu alarm.

Untuk mengapresiasi Sutikno, Dompet Dhuafa berkat para donatur yang turut peduli, memberikannya sebuah paket bingkisan parsel Ramadan, Selasa (5/4/2022). Rasa senang tentu langsung tercuat keluar dari mimik muka Sutikno. Ia mengucapkan doa semoga orang-orang baik di Dompet Dhuafa selalu diberi keberkahan dan kesehatan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Satgas Pamtas Yonif 12KC Bantu Warga Distrik Senggi Papua Panen Padi

Rabu, 06 Juli 2022 - 04:00 WIB

Satgas Pamtas Yonif 12KC Bantu Warga Distrik Senggi Papua Panen Padi

Mendukung ketahanan pangan di perbatasan, Satgas Pamtas Yonif 126/KC Pos Batom membantu masyarakat memanen padi di Kampung Batom, Distrik Batom, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Mata uang Rupiah (Foto Ist)

Selasa, 05 Juli 2022 - 23:40 WIB

Satgas BLBI Diharapkan Optimalkan Hak Tagih

Pengamat Kebijakan Publik, Lutfi Hakim menyatakan, akuntabilitas kerja satgas adalah hak publik, hal itu lantaran baillout bank-bank jaman itu merupakan tanggungan negara yang dampaknya masih…

Nasabah ASABRI

Selasa, 05 Juli 2022 - 21:47 WIB

Peserta Pensiun Lapor SPTB via ASABRI Mobile

PT ASABRI (Persero) adalah BUMN yang mengelola asuransi sosial Prajurit TNI, Anggota Polri dan PNS Kemhan/Polri, yang menjalankan programnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun…

Ketua BAZNAS RI, Prof Dr KH Noor Achmad MA.

Selasa, 05 Juli 2022 - 20:19 WIB

BAZNAS: Potensi Ekonomi Kurban 2022 Capai Rp31,6 Triliun

Jakarta-Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyebutkan potensi ekonomi kurban tahun 2022 mencapai Rp31,6 triliun, atau meningkat 74 persen dari potensi tahun 2021.

Willy Anwar, Co-founder dari Transporta

Selasa, 05 Juli 2022 - 20:08 WIB

Transporta Terpilih untuk Mengikuti Program Inkubasi Startup Studio Indonesia Batch

Jakarta-Transporta, perusahaan startup teknologi di Indonesia, terpilih menjadi salah satu dari 15 perusahaan startup untuk berpartisipasi dalam Startup Studio Indonesia Batch 4 setelah melewati…