INDUSTRY.co.id - Jakarta - Country Garden Holdings Company Limited (Country Garden) berhasil mempertahankan kepemimpinannya di industri dalam hal penjualan, serta mencapai pertumbuhan stabil dalam pendapatan dan kinerja terbaik dalam days sales outstanding (DSO).
Pencapaian tersebut terungkap pada penerbitan laporan keuangan 2021 yang dilaksanakan pada Rabu (30/3/2022). Hal ini sekaligus membuktikan ketangguhan operasional Country Garden.
Pada periode pembukuan yang berakhir pada 31 Desember 2021, Country Garden mencatat contracted sale yang diatribusikan kepada pemegang saham perusahaan senilai RMB 558 miliar atau sekitar USD 87,7 miliar.
Sementara, angka contracted sales GFA yang diatribusikan kepada pemegang saham perusahaan mencapai 66,41 juta meter persegi. Menurut statistik dari 2015-2021, laju pertumbuhan tahun majemuk Country Garden dalam hal contracted sales tercatat sebesar 29%.
Dalam peringkat penjualan versi China Index Academy, CRIC, dan lembaga-lembaga pihak ketiga lainnya, Country Garden menjadi satu-satunya pengembang real estat yang berhasil mencetak nilai penjualan besar di atas RMB 700 miliar (sekitar USD 110 miliar), dan penjualan ekuitas yang menembus RMB 500 miliar (sekitar USD 78,6 miliar). Dengan demikian, Country Garden sukses mempertahankan dominasinya di industri.
Dalam hal indikator laba dari bisnis utama (core profit), Country Garden mencatat pendapatan senilai RMB 523,06 miliar (sekitar USD82,2 miliar), laba kotor senilai RMB 92,78 miliar (sekitar USD14,6 miliar), serta laba bersih senilai RMB 40,98 miliar (sekitar USD6,4 miliar) sepanjang 2021.
Berkat kinerja ini, nilai laba dari bisnis utama yang diatribusikan kepada pemegang saham perusahaan mencapai RMB 26,93 miliar (sekitar USD 4,2 miliar).
Arus kas yang memadai juga merupakan faktor penting dalam mengelola dan mengurangi risiko.
Apalagi, industri real estat mengalami pengetatan modal, bahkan banyak pengembang properti yang kesulitan modal sebab surat utangnya jatuh tempo. Sepanjang periode pembukuan, kas yang diperoleh Country Garden dari contracted sales yang diatribusikan mencapai RMB 502,2 miliar (sekitar USD 79 juta), sedangkan, rasio cash collection tercatat sebesar 90% atau lebih besar selama enam tahun berturut-turut.
Selain posisi keuangan yang bertambah kuat, tingkat utang Country Garden terus menurun setiap tahun, begitu pula halnya dengan financing costs. Pada 31 Desember 2021, Country Garden memiliki cadangan kas yang memadai, yakni senilai RMB 181,3 miliar (sekitar USD 28,5 miliar); interest-bearing debt secara total berkurang 2,6% menjadi RMB 317,92 miliar (sekitar USD 50 miliar) dengan net gearing ratio sebesar 45,4%, menurun 10,2 poin persentase secara tahunan; rata-rata tertimbang borrowing cost berkurang 36 basis poin menjadi 5,2%. Arus kas untuk rasio utang jangka pendek tercatat sebesar 2,3x.
Meski industri di Tiongkok mengalami periode penyesuaian secara drastis, kegiatan operasional dan pengelolaan keuangan yang berjalan dengan baik menjamin pengakuan dan dukungan yang terus diraih Country Garden dari lembaga pemeringkat utang dan lembaga keuangan besar.
Industri real estat di Tiongkok Daratan memasuki siklus perlambatan pada Triwulan II-2021.
Tiga lembaga pemeringkat utang internasional secara kumulatif bahkan menurunkan peringkat atau prospek pengembang real estat Tiongkok sekitar 250 kali. Hal ini mencerminkan dampak dari perlambatan industri terhadap pengembang real estat, dan kemampuan pengembang memperoleh atau meminjam dana.
Namun, Moody's dan Fitch mempertahankan peringkat layak kredit (investment grade) Country Garden, sedangkan, Standard & Poor mempertahankan peringkat "BB +" dan prospek "positif" dari Country Garden.