INDUSTRY.co.id - Lampung - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen mengkampanyekan semangat cinta, beli dan pakai produk dalam negeri melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Advertisement

Melanjutkan kesuksesan kampanye Bangga Buatan Indonesia tahun lalu, pada tahun ini Kemenperin kembali menjadi movement manager Bangga Buatan Indonesia dengan menggandeng Pemerintah Provinsi Lampung.

"Kami mengusung tema Lagawi Fest, dengan tagline Lampung Bangga Wirausaha Industri, Satu Bumi Juta Karya," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya pada acara Kick off BBI 2022 #LagawiFest (17/3).

Advertisement

Sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Mei 2020, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia menjadi program kontinyu untuk meningkatkan jumlah unit artisan Indonesia, baik UMKM dan IKM.

Program ini dijalankan secara kolaboratif dengan melibatkan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, top brands, media massa, dan stakeholder lainnya.

Advertisement

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia ini ditargetkan dapat mendongkrak jumlah artisan Indonesia dari 11,7 juta menjadi 30 juta UMKM dan IKM pada tahun 2023, serta untuk meningkatkan permintaan terhadap produk ekonomi kreatif buatan artisan Indonesia.

Sejak peluncuran Gernas BBI pada Mei 2020 hingga Desember 2021, jumlah UMKM/IKM onboarding sudah mencapai 9.208.680 unit. Total UMKM/IKM onboarding kini mencapai 17.208.680 unit dengan kenaikan mencapai 115% dari awal ketika BBI diluncurkan.   

Advertisement

Sejalan dengan Gernas BBI, Kemenperin secara konsisten mendorong para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk mampu menguasai teknologi digital dalam berbisnis (e-business) melalui program e-Smart IKM.

Program e-Smart IKM yang telah digelar Kemenperin sejak tahun 2017, telah melatih 19.242 pelaku IKM di seluruh Indonesia.  

Penyelenggaraan Gernas BBI 2022 memiliki konsep yang berbeda dibanding tahun sebelumnya. Kemenperin bersama dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota di Lampung, Bank Indonesia, OJK, top brands, Himbara, dan Dekranasda akan melakukan pendampingan intensif selama 3 bulan kepada 30 IKM terpilih, yang sebelumnya dijaring melalui website esmartikm.id sejak Februari lalu.

Dari 478 pendaftar, hari ini telah diumumkan 30 IKM terpilih melalui proses kurasi yang dilakukan oleh Kemenperin, Bank Indonesia, Dinas Perindag Provinsi Lampung, Dekranasda Lampung dan praktisi.

Selanjutnya, selama tiga bulan berikutnya, 30 IKM tersebut akan mengikuti pendampingan literasi digital, pengembangan bisnis, dan pelatihan pengembangan produk (kemasan, Kekayaan Intelektual, standardisasi, hingga kualitas produk).

Sementara itu, lima IKM champion yang berhasil meningkatkan transaksi penjualan dan omsetnya, akan didampingi dalam hal promosi produk, fasilitasi digital marketing, pameran, dan pendampingan teknologi 4.0, serta berkesempatan ikut serta dalam Bangga Buatan Indonesia Award.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi langkah Kemenperin yang terus mendukung industri kecil menengah (IKM) khususnya di Lampung untuk melebarkan pasar melalui teknologi digital.

"Kick Off Gernas BBI menjadi salah satu bentuk hadiah spesial hari jadi Provinsi Lampung ke-58," katanya.

Dirinya pun merasa bangga karena Lampung menjadi salah satu dari lima provinsi di luar Jawa yang menjadi tuan rumah Gernas BBI.

"Dengan Gernas BBI ini diharapkan dapat mendorong branding IKM unggulan di Lampung, sehingga bisa menimbulkan pasar yang lebih besar," terang Arinal.

Dijelaskan Arinal, UKM merupakan salah satu penggerak ekonomi di Lampung yang juga menjadi pendorong pemulihan ekonomi nasional.

Adapun saat ini, ada kurang lebih 90.591 IKM yang ada di Lampung. Dari angka tersebut sektor makanan dan minuman (mamin) masih mendominasi, terbanyak di Lampung Tengah dan Timur.

"Saat ini sudah ada 15 IKM asal Lampung yang sukses tembus pasar ekspor salah satunya produk kulit ikan," katanya.

Ia berharap Gernas BBI tidak hanya sebatas seremonial, akan tetapi terus menerus mendukung kemajuan IKM agar terpacu menghasilkan produk dengan kualitas tinggi.

"Diharapkan Gernas BBI bisa menjadi program kontinyu, sehingga masyarakat bangga menggunakan produk lokal," tutup Arinal.