Kemendag Jamin Kelancaran Pasokan Sembako

Oleh : Irvan AF | Selasa, 13 Juni 2017 - 14:25 WIB

Ilustrasi pasar tradisional. (Foto: Sumut24)
Ilustrasi pasar tradisional. (Foto: Sumut24)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjamin kelancaran pasokan bahan pokok khususnya di pasar rakyat di seluruh wilayah Indonesia dengan harga terjangkau, dengan memfasilitasi kesepakatan kerja sama pelaku usaha dan pedagang pasar.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa dengan adanya kesepakatan tersebut maka diharapkan harga bahan pokok di pasar rakyat atau pasar tradisional bisa sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) khususnya untuk komoditas yang diatur oleh pemerintah beberapa waktu lalu.

"Jangan sampai pasokan di pasar rakyat terganggu. Bapok, khususnya minyak goreng, gula, daging beku yang dijual sesuai HET, juga akan disalurkan ke pasar-pasar rakyat seluruh Indonesia. Jadi tidak hanya ke ritel modern," kata Enggartiasto, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Kemendag melakukan fasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (IKAPPI) dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), masing-masing dengan Bulog, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), dan Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI).

Dalam MoU IKAPPI dan APPSI dengan Bulog, dijelaskan harga jual eceran maksimal di pedagang pasar rakyat untuk komoditi beras Rp9.500 per kilogram, gula Rp12.500 per kilogram, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000 per liter, bawang merah Rp32.000 per kilogram, dan bawang putih Rp30.000 per kilogram.

"Bulog tidak akan menyalurkan bahan pokok ke ritel modern karena harganya berbeda," tambah Enggartiasto.

MoU tersebut juga menghubungkan langsung pedagang pasar rakyat dengan produsen serta asosiasi bapok agar distribusinya menjadi lebih merata dan memotong mata rantai perdagangan yang selama ini dinilai terlalu panjang.

"Pedagang pasar rakyat akan mendapat akses yang sama seperti ritel modern. Selain itu, pedagang pasar rakyat dapat berhubungan langsung dengan Bulog dan asosiasi, tidak perlu lewat distributor," kata Enggartiasto.

Masing-masing pihak juga diharuskan melaporkan pendistribusian bapok sesuai MoU dimaksud setiap bulannya kepada Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag melalui Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

Ketentuan tersebut mulai diberlakukan serentak di seluruh Indonesia sejak 12 Juni 2017.

Sebelumnya, telah ditetapkan HET di ritel modern untuk komoditas gula sebesar Rp12.500 per kilogram, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000 per liter, dan daging beku dengan harga maksimal Rp80.000 per kilogram.

Untuk memastikan pelaksanaan kebijakan tersebut, Kemendag telah memfasilitasi penandatangan MoU antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dengan distributor gula, GIMNI, Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) dan ADDI pada 4 April 2017 lalu. Ketentuan ini mulai diberlakukan serentak di Indonesia sejak 10 April 2017.(ant)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Aktifitas bongkar muat pelabuhan

Selasa, 02 Juni 2020 - 20:19 WIB

PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) Berhasil Cetak Pendapatan Rp3,5 triliun Periode Januari-April 2020

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC membukukan pendapatan sebesar Rp. 3,5 triliun selama periode Januari-April 2020. Dengan capaian ini, IPC masih optimistis pendapatan usaha perseroan…

Rapat pleno Pengurus PWI Pusat

Selasa, 02 Juni 2020 - 20:13 WIB

PWI Pusat Dorong Dewan Pers Proses Secara Hukum Pembuat Sertifikat UKW Palsu

Perbuatan pemalsuan sertifikat UKW tersebut merupakan tindak pidana. Hal ini tidak boleh didiamkan.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 02 Juni 2020 - 18:30 WIB

Industri Keramik Kalang Kabut Harga Gas Tak Kunjung Turun, Asaki Beri Ultimatum PGN Hingga Menkeu

Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) mendesak PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) sebagai suplier utama gas untuk industri agar segera bisa menyesuaikan sesuai Keputusan Menteri (Kepmen)…

Petani sedang garap sawah menggunakan traktor

Selasa, 02 Juni 2020 - 18:28 WIB

BPS: Ekspor Pertanian Tumbuh 12,66 Persen

Di tengah melemahnya ekonomi nasional akibat wabah pandemi virus corona, ekspor pertanian tetap memperlihatkan kinerja yang baik. Tercatat, ekspor pertanian April 2020 sebesar US$ 0,28 miliar…

Ilustrasi jamaah haji. (Pradita Utana/NurPhoto)

Selasa, 02 Juni 2020 - 18:12 WIB

Haji 2020 Batal Demi Kesehatan, Pemerintah Pastikan Dana yang Sudah di Setor akan Disimpan dan Dikelola

Karena pandemi covid-19, Pemerintah resmi memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jamaah Ibadah Haji 1441 Hijriah dari Indonesia. "Pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan Ibadah…