INDUSTRY.co.id - Meski semua aktivitas masyarakat berangsur normal, tetap saja tubuh kita harus memiliki daya tahan dan kekebalan yang optimal dan kuat agar terhindar dari risiko terpapar penyakit yang mengganggu kesehatan.

Advertisement

Maka dari itu, penting sekali untuk meningkatkan kekebalan tubuh dengan mengonsumsi makan makanan yang bergizi dan bernutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh.

Memahami hal tersebut, Combiphar, perusahaan nasional terdepan di bidang consumer healthcare, membagikan langkah yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kekebalan tubuh yang optimal, dengan melengkapi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh melalui asupan kaya vitamin dan mineral, salah satunya dengan madu dan herbal.    

Advertisement

Edy Haryanto Commercial Head Combiphar mengatakan, dengan menyelaraskan kebiasaan harian dengan mengutamakan kesehatan merupakan bekal penting yang dapat meningkatkan kualitas hidup kita. 

"Selain dengan tetap menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga dan menjaga protokol kesehatan secara konsisten, memperhatikan asupan yang dikonsumsi menjadi hal yang juga harus dilakukan demi melengkapi kebutuhan nutrisi dan menunjang daya tahan tubuh," katanya melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Advertisement

"Memanfaatkan madu dan bahan-bahan alami yang sering ditemui dan gunakan di dapur, dapat menjadi pilihan mudah bagi masyarakat untuk tetap sehat, terlebih saat kita sedang menghadapi badai Omicron yang diprediksi mencapai puncaknya hingga pertengahan Maret," tambahnya.

Kekebalan tubuh, diperlukan untuk memberikan pertahanan terhadap patogen dan melindungi tubuh, terutama dari infeksi. Sistem kekebalan yang lemah bisa menjadi penyebab meningkatnya kerentanan tubuh terhadap infeksi dan memungkinkan infeksi menjadi lebih parah. 

Advertisement

Sementara, menurut  Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si yang juga menjadi Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), menjelaskan infeksi dalam tubuh memunculkan respon inflamasi atau peradangan sebagai reaksi sistem kekebalan tubuh alami untuk melawan serangan penyakit. 

"Meski memiliki fungsi yang baik, proses inflamasi yang terjadi dalam jangka panjang juga terkadang merugikan dan membahayakan bagi tubuh. Sehingga, mengurangi peradangan penting untuk dilakukan, salah satunya adalah melalui pemenuhan nutrisi yang mengandung zat-zat yang dapat menghambat terjadinya peradangan yang berlebihan," jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Inggrid menjelaskan status nutrisi yang buruk atau defisiensi mikronutrien dan ketidakseimbangan status oksidan-antioksidan dalam tubuh seringkali dikaitkan dengan inflamasi dan stres oksidatif, juga pada peningkatan risiko infeksi, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. 

"Melalui pengendalian defisiensi nutrisi dan perbaikan status antioksidan yang memadai, dapat meningkatkan respon imun pada fase infeksi. Tak hanya itu, mengonsumsi bahan makanan dengan kapasitas anti-inflamasi dan antioksidan yang sangat tinggi juga dapat membantu membangun kekebalan yang optimal," jelasnya.

"Untuk mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh dan terhindar dari risiko infeksi dan peradangan, terdapat beberapa mikronutrien dan senyawa antioksidan yang dibutuhkan, di antaranya vitamin A, vitamin B, Vitamin C, dan beberapa mineral seperti magnesium, seng serta zat besi, juga senyawa antioksidan seperti flavonoid dan asam fenolat," tukasnya.