INDUSTRY.co.id - Pandemi merubah gaya hidup banyak orang, salah satunya memesan atau membeli bahan makanan secara online. Belanja bahan makanan secara online adalah salah satu konsep asing yang perlahan-lahan menjadi kebiasaan.
Dilansir dari laman Times of India, namun, ada sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa banyak pelaku pasar tidak menyebutkan fakta nutrisi dan bahan-bahan yang tersedia pada makanan kemasan, yang bisa berbahaya dalam banyak hal.
Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan 'Nutrisi Kesehatan Masyarakat', makanan kemasan diwajibkan oleh peraturan federal untuk memiliki fakta nutrisi dan bahan-bahan yang tersedia bagi konsumen untuk ditinjau ketika mereka berbelanja di toko kelontong tradisional.
Tetapi penelitian ini menemukan bahwa informasi untuk beberapa produk di banyak pengecer bahan makanan online tidak terdaftar di mana pun.
Jika mengikuti penelitian ini, 10 produk kemasan nasional utama di sembilan pengecer online dipelajari dan fakta nutrisi serta daftar bahan tidak termasuk sama sekali untuk hampir 11 persen produk di seluruh pengecer. Pada 63 persen produk, label alergi makanan umum tidak disebutkan.
Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat telah menentukan informasi apa yang perlu tersedia bagi konsumen. Ini termasuk ukuran porsi, kalori, gula tambahan, alergen, bahan, dan nilai harian natrium, gula, karbohidrat, lemak, dan protein.
Sesuai penelitian, FDA perlu mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kesenjangan ini dan menegakkan peraturan dengan segera. Sebelumnya, FDA telah merekomendasikan bahwa informasi nutrisi online mirip dengan mitranya di dalam toko.
Memahami apa yang ada dalam suatu produk, terutama produk yang diformulasikan, sangat penting bagi banyak konsumen di luar sana. Pihak berwenang perlu mengambil keputusan ini dalam kesadarannya dan menjadikannya urusan produksi yang transparan, sehingga orang-orang menyadari apa yang mereka beli dan seberapa jauh itu baik untuk kesehatan mereka.