INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perindusterian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa penjualan mobil peserta Insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) pada periode Maret hingga Desember 2021 sebanyak 519 ribu unit.

Jumlah penjualan mobil ini menurutnya meningkat sebesar 113% dibandingkan tahun 2020 lalu.

Tak hanya itu, insentif tersebut juga mampu memberikan peningkatan permintaan input di sektor industri (backward linkage) sebesar Rp36 Triliun serta peningkatan output sektor otomotif (forward linkage) sebesar Rp43 Triliun.

"Saat ini terdapat 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih dengan kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun dan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang. Total investasi yang telah tertanam di sektor otomotif mencapai Rp140 triliun," ujar Menperin Agus seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Sabtu (12/2/2022).

Dikatakannya lebih lanjut, proses manufaktur peserta program PPnBM DTP melibatkan sebanyak 319 perusahaan industri komponen Tier 1.

Menurutnya, hal ini mendorong peningkatan kinerja industri komponen Tier 2 dan 3 yang sebagian besar termasuk kategori industri kecil dan menengah (IKM).

"Terlibatnya IKM dalam industri komponen otomotif, diharapkan pula turut memberikan rangsangan pada peningkatan aspek ketenagakerjaan sektor industri manufaktur," ucapnya.

Selain itu, seiring dengan bangkitnya sektor industri pengolahan dari dampak pandemi, menurut Menperin, ada tambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang di tahun 2021 lalu.

"Sehingga jumlah total tenaga kerja di sektor ini kembali meningkat ke angka 18,64 juta orang. Diharapkan penyerapan tahun ini terus bertambah,” pungkasnya.