INDUSTRY.co.id - London - Pada tanggal 20 Januari 2022, Qatar Airways, melalui proses hukum terhadap Divisi Teknologi & Konstruksi Airbus di Pengadilan Tinggi di Inggris, mengajukan sidang agar dipercepat.
"Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi masalah keselamatan yang serius mengenai kondisi degradasi pada permukaan armada pesawat Airbus A350 kami yang telah mengakibatkan 21 pesawat Airbus A350 dikandangkan," ungkap Qatar Airways dalam pernyataannya yang dikutip INDUSTRY.co.id, Senin (24/1/2022).
Seperti yang terlihat dalam video yang dirilis Qatar Airways dengan jelas, cacat tersebut tidak dangkal dan salah satu cacat menyebabkan sistem perlindungan petir pesawat terkena dan rusak, cacat lain meninggalkan struktur komposit yang menyebabkan bagian pesawat terpapar kelembaban dan sinar ultraviolet, dan cacat lainnya termasuk retak dalam komposit dan kerusakan yang signifikan di sekitar paku keling di badan pesawat.
"Kami menyambut baik keputusan pengadilan untuk mempercepat masalah ini dan memerintahkan sidang pada bulan April dalam upaya untuk membawa resolusi yang lebih cepat bagi perselisihan ini," imbuh pernyataan Qatar Airways.
"Kami sangat yakin bahwa Airbus harus melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kondisi ini untuk menetapkan akar penyebab permasalahan agar dapat menentukan apakah solusi perbaikan yang diusulkan akan dapat memperbaiki kondisi yang mendasarinya dan memastikan tidak ada risiko terhadap kelaikan udara pesawat yang lebih lanjut," ungkap Qatar Airways.
Prioritas utama Qatar Airways adalah tetap keselamatan penumpang dan awaknya. Untuk alasan ini, semua pesawat yang terkena dampak tetap dikandangkan, "dan kami tidak dapat menerima pengiriman pesawat lebih lanjut dari Airbus," imbuh pihak Qatar Airways.
Airbus telah menanggapi dengan berusaha membatalkan kontrak yang sepenuhnya terpisah untuk pengiriman 50 pesawat A321 Neo. "Kami mengkonfirmasi bahwa kami mematuhi semua kewajiban kami berdasarkan semua kontrak yang berlaku. Oleh karena itu sangat disayangkan bahwa Airbus telah mengambil keputusan untuk memperluas dan memperbesar perselisihan ini," tulis Qatar.
"Kami terus mendesak Airbus untuk melakukan analisis akar permasalahan untuk menentukan penyebab cacat, sebagiamana memang perlu untuk dilakukan. Qatar Airways tetap siap untuk membantu analisis akar penyebab permasalahan sebisa mungkin. Sementara itu, kami akan terus mempertahankan posisi kami dengan kuat dalam proses hukum," ungkap pihak Qatar Airways.