Inovasi Sandal Khusus Wisatawan ke Borobudur dipercaya Dapat Buka Peluang Usaha

Oleh : Chodijah Febriyani | Sabtu, 15 Januari 2022 - 13:30 WIB

Sandal Khusus untuk Wisatawan di Candi Borobudur (Kemenparekraf)
Sandal Khusus untuk Wisatawan di Candi Borobudur (Kemenparekraf)

INDUSTRY.co.id - Guna menjaga kelestarian dan keutuhan Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia, sandal khusus akan hadir yang diperuntukkan bagi wisatawan yang akan naik ke struktur Candi Borobudur.

Sandal yang akan diproduksi oleh pelaku ekonomi kreatif di sekitar kawasan Borobudur, khususnya UMKM ini, akan membuka peluang usaha sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 
 
Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno usai melakukan Rakor Percepatan Pembangunan DPSP Borobudur serta peninjauan Concourse pada zona 2 Candi Borobudur, yang merupakan bagian dari penataan kawasan Borobudur sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) oleh KemenPUPR.  
 
"Sesuai petunjuk dari Balai Konservasi, kita akan mulai menerima kunjungan wisatawan 4.000 orang di pelataran dan 1.000 orang yang bisa naik ke Candi dengan menggunakan sandal yang sesuai dengan yang ada di relief nomor 150 Karmawibhangga," kata Menparekraf Sandiaga Uno melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id. 
 
Sandal yang oleh Balai Konservasi Borobudur diberi nama Upanat ini wajib digunakan wisatawan yang akan naik ke Candi agar tidak merusak tangga dan struktur bangunan lainnya yang ada di Candi.
 
Namun lebih dari itu, sandal ini akan membuka peluang usaha masyarakat karena sandal-sandal ini akan diproduksi UMKM dengan menggunakan bahan-bahan yang juga ada di kawasan Borobudur. 
 
"Dengan diproduksinya sandal ini diperkirakan akan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja. Kita akan pastikan bahwa ini adalah kebangkitan ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat karena masyarakat sudah betul-betul membutuhkan kebangkitan ekonomi khususnya di kawasan Borobudur," kata Sandiaga.  
 
"Ini adalah kebangkitan ekonomi terbukanya lapangan kerja dengan kelestarian yang dijaga. Konservasi yang pasti akan kita prioritaskan dan juga harapannya ini bagian daripada pemenuhan kebutuhan masyarakat karena masyarakat sudah lebih dari dua tahun menghadapi pandemi. Mari kita giatkan kembali dalam bingkai protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," kata Sandiaga. 
 
Terkait penataan kawasan Borobudur, Menparekraf Sandiaga menyampaikan apresiasi karena penataan yang dilakukan akan memberikan kenyamanan bagi wisatawan untuk berkunjung.
 
Salah satunya adalah penataan Concourse pada zona 2 Candi Borobudur. Selain itu juga penataan gerbang masuk kawasan Candi Borobudur seperti Gerbang Palbapang dan Gerbang Kembang Limus. 
 
"Saya pastikan bahwa pembangunan ini tidak menyalahi guidance, tidak menyalahi kaidah dan ini kita lakukan sepenuhnya dengan konsultasi terhadap pihak-pihak yang berkompeten jadi dapat kita pastikan bahwa pembangunan ini semua dalam lingkup koridor yang sudah ditetapkan melalui pelestarian Borobudur," kata Sandiaga. 
 
Ia menjelaskan, pembangunan Gerbang Palbapang sudah 100 persen, tinggal kesiapan dari pemerintah daerah untuk menyiapkan pengoperasian serta pemeliharaan. 
 
"Concourse kita lihat ini sudah 97 persen, tinggal dikit dirapikan. Tapi pada intinya kami berpendapat bahwa progres yang sudah dicapai Borobudur sudah sangat signifikan dan ini perlu kita beri apresiasi," kata Sandiaga. 
 
Kepala Balai Konservasi Borobudur, Wiwit Kasiyati, menjelaskan, nantinya wisatawan memang akan dapat berkunjung hingga ke struktur terbatas Candi Borobudur dengan jumlah terbatas dan menggunakan sandal khusus yang diberi nama Upanat. Namun untuk waktu tepatnya, masih akan ditentukan lebih lanjut. 
 
"Karena masih ada yang harus diselesaikan untuk kita membuka Candi Borobudur untuk bisa naik ke struktur terbatas pengunjungnya," kata Wiwit. 
 
Pengunjung yang naik nantinya juga wajib didampingi pemandu yang akan menjelaskan secara lebih rinci. Terutama informasi tentang Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia yang memiliki outstanding universal value.
 
Bekerja sama dengan Taman Wisata Candi, pihaknya juga telah membuat travel pattern sehingga pengunjung yang naik ke zona 1 sudah ditentukan titik-titik mana yang bisa mereka pilih untuk dikunjungi dengan bebagai tema berdasarkan relief yang ada di candi. Mulai dari tema flora, fauna, kemaritiman, wellness, dan lainnya. 
 
"Begitu juga dengan zona 2, juga disajikan berbagai tema dan nanti wisatawan akan kita arahkan keluar ke kawasan desa-desa, sehingga masyarakat dapat menerima pemanfaatan. Ini salah satu pola distribusi pengunjung guna menjaga kelestarian Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia," kata Wiwit. 
 
Sementara Corporate Secretary Taman Wisata Candi (TWC), Emilia Eny Utari, juga mengapresiasi penataan yang dilakukan karena akan membuat pengunjung lebih nyaman. 
 
"Kami berharap kita bisa berkolaborasi untuk mempersiapkan. Tadi juga akan ada sandal khusus yang merupakan satu fasilitas pendukung sehingga bisa berikan pengalaman baru sehingga mereka yang datang ke Candi Borobudur, pulang bisa bawa suvenir sandal yang bagus," tukas Emilia. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

KASAL Laksamana TNI Yudo Margono

Senin, 24 Januari 2022 - 05:00 WIB

KASAL Laksamana TNI Yudo Margono Terima Laporan Kenkat 4 PATI TNI AL

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono menerima pelaporan Korps Kenaikan Pangkat (Kenkat) 4 Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Laut bertempat di Gedung Neptunus, Markas…

Satgas Kodim Yalimo Yonif RK 751 VJS Beri Bantuan Sembako

Senin, 24 Januari 2022 - 04:30 WIB

Satgas Kodim Yalimo Yonif RK 751 VJS Beri Bantuan Sembako, Pakaian Layak Pakai dan Tas Sekolah

Satgas Kodim Yalimo Yonif RK 751/VJS tak henti-hentinya menunjukkan wujud kepedulian terhadap warga binaan yang ada diwilayah penugasan masing-masing dengan memberikan bantuan, salah satunya…

Satgas Yonif 126 KC Bantu Prosesi Pemakaman Warga Perbatasan RI-PNG

Senin, 24 Januari 2022 - 04:00 WIB

Satgas Yonif 126 KC Bantu Prosesi Pemakaman Warga Perbatasan RI-PNG

Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC membantu proses pemakaman salah satu warga meninggal dunia karena sakit di Kampung Sach, Distrik Waris, Kab. Keerom.

Foto pembangunan proyek Apartemen Antasari 45 yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari No. 45, Cilandak, Jakarta Selatan, yang diambil dari atas. (Foto: Apartemen Antasari 45)

Minggu, 23 Januari 2022 - 23:57 WIB

Pengembangan Apartemen 45 Antasari Berlanjut Jadi Antasari Place

AH Bimo Suryono, Direktur Utama PT Prospek Duta Sukses (PDS), menanggapi keluhan yang disampaikan Paguyuban Konsumen Apartemen 45 Antasari yang terdiri dari sekitar 210 pembeli 45 Antasari.

PT Food Station Tjipinang Jaya Raih Penghargaan Top Quality Product & Company 2022

Minggu, 23 Januari 2022 - 18:08 WIB

BUMD Food Station Tjipinang Jaya Raih Penghargaan Top Quality Product & Company 2022

Jakarta - Mengawali tahun 2022, PT Food Station Tjipinang Jaya sebagai BUMD Pangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menerima penganugerahan penghargaan dari Bintang Record Indonesia dengan kategori…