INDUSTRY co.id - Jakarta, Menteri Perindusterian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) pada hari ini Senin, tanggal 3 Januari 2022 genap berusia 53 tahun.
Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si. (nama lengkap- red) lahir di Jakarta. Ia merupakan anak ke-2 dari 4 bersaudara dari pasangan Ginandjar Kartasasmita (ayah) dan Yultin Harlotina (ibu).
Ginandjar sendiri merupakan seorang politisi senior di Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPD dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden di era orde baru.
Sang Ayah juga tercatat sebagai Menteri Perindusterian Indonesia yang ke-6. Selain itu, Ia juga pernah menduduki sejumlah pos kementerian strategis lainnya, diantaranya sebagai Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, Bappenas, hingga ESDM.
Adapun Agus sendiri, saat ini tercatat sebagai Menteri Perindusterian yang ke-26. Agus resmi dilantik oleh Presiden Jokowi pada 23 Oktober tahun 2019 menggantikan jabatan Airlangga Hartarto yang mengemban amanah sebagai Menko Perekonomian RI.
Sebelumnya, Agus juga pernah menjabat sebagai Menteri Sosial menggantikan Idrus Marham sejak 28 Agustus 2018 hingga 20 Oktober 2019.
Agus saat ini memiliki Gania Kartasasmita, Gasia Kartasasmita dan Ghibran Kartasasmita, tiga buah hati hasil pernikahannya dengan Loemongga Haoemasan pada bulan April tahun 1998.
Dalam organisasi, saat ini dirinya tercatat sebagai salah satu pengurus inti di tubuh Partai Golkar. Awal karir politiknya di partai berlambang beringin tersebut sudah dimulai sejak tahun 90-an.
Agus tercatat pernah menjadi pengurus GEMA di tahun 1994. GEMA merupakan salah satu organisasi kepemudaan di bawah Golkar.
Kemudian Agus menjabat Wasekjend DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) hingga tahun 1999.
Pada periode tahun 2004–2009, Agus berhasil terpilih menjadi salah satu ketua di DPP Golkar.
Selanjutnya, pada tahun 2009 ia terpilih menjadi anggota DPR mewakili wilayah pemilihan Jabar II. Sebelumnya, Ia juga pernah duduk sebagai anggota MPR mewakili Gapensi pada tahun 2004.
Agus terbilang cukup lama berkarir di senayan. Hampir 10 tahun Ia mondar-mandir diberbagai komisi di DPR atau tepatnya sejak 1 Oktober 2009 hingga 24 Agustus 2018.
Selain sebagai politikus, Agus juga tak asing di kalangan dunia usaha, Ia tercatat sebagai Komisaris di PT. Asiana Lintas Development sejak tahun 2012 hingga sekarang.
Ia juga pernah menjabat sebagai Presiden Direktur di PT. Agumar Eka pada periode 1994 hingga 1999.
Terkait pendidikan, Agus tercatat sebagai alumni dari Pangudi Luhur (SD-SMP) dan Kolese Kanisius (SMU).
Kemudian pada tahun 1990, Ia melanjutkan pendidikan keluar negeri yakni di Williston Northampton School, USA.
Pada tahun 1994, Agus mendapatkan gelar akademis pertamanya (S-1) dari Pasific Western University, USA.
Sekembalinya dari negeri Paman Sam, Agus kemudian melanjutkan pendidikan S-2 nya di Universitas Pasundan, Bandung pada tahun 1998.
Tak berhenti disitu, pada 2012 Agus berhasil meraih gelar doktornya di kampus yang sama, yakni di Universitas Padjadjaran, Bandung, dengan mengambil Program Studi Ilmu Pemerintahan.
Kinerja Gemilang Menperin AGK
Tahun 2021 boleh jadi menjadi tahun dimulainya kebangkitan sektor industri manufaktur nasional. Hal ini terlihat dari sejumlah kinerja gemilangnya, antara lain realisasi investasi, capaian ekspor, kontribusi pajak, kontribusi terhadap PDB, dan peringkat Purchasing Manufactur Index (PMI).
Dari sisi investasi, sepanjang Januari-September 2021 realisasi investasi di sektor manufaktur tercatat sebesar Rp236,79 triliun.
Angka ini naik 17,3% jika dibandingkan dengan realisasi investasi pada periode yang sama di tahun 2020 sebesar Rp201,87 triliun.
Selain itu, dari sisi capaian nilai ekspor, kontribusi sektor industri manufaktur juga terus meningkat. Nilai ekspor industri manufaktur pada Januari-November 2021 mencapai USD160 miliar atau berkontribusi sebesar 76,51% dari total ekspor nasional.
Angka ini sendiri sejatinya telah melampaui capaian ekspor manufaktur sepanjang tahun 2020 sebesar Rp131 miliar, dan bahkan lebih tinggi dari capaian ekspor tahun 2019.
Jika dibandingkan dengan Januari-November 2020 (c-to-c), maka kinerja ekspor industri manufaktur pada Januari-November 2021 meningkat sebesar 35,36 persen.
Kinerja ekspor sektor manufaktur ini sekaligus mempertahankan surplus neraca perdagangan yang dicetak sejak bulan Mei 2020.
Selain itu, capaian sektor industri manufaktur, baik dari sisi investasi dan ekspor juga turut meningkat dan berkontribusi besar pada penerimaan negara serta pembentukan PDB nasional.
Dimana untuk pajak sektor industri pengolahan sepanjang tahun secara rerata berkontribusi sebesar 29 persen, sementara penerimaan cukai sektor industri menyumbang 95 persen dari total penerimaan cukai nasional.
Adapun dari aspek kontribusi dalam PDB, sumbangsih industri manufaktur pada triwulan III tahun 2021 sebesar 17,33 persen, di mana angka ini merupakan yang tertinggi di antara sektor ekonomi lainnya.
Meskipun sebelumnya sempat tertekan hingga minus 2.52 persen di tahun 2020, pertumbuhan sektor industri manufaktur kembali bergairah pada tahun 2021, di mana angka pertumbuhannya meningkat signifikan di triwulan II-2021 sebesar 6,91 persen (y-o-y), sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang juga bangkit sebesar 7,07 persen (y-o-y).
Sementara pada aspek ketenagakerjaan, seiring dengan bangkitnya sektor industri pengolahan dari dampak pandemi, ada tambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang di tahun 2021 sehingga jumlah total tenaga kerja di sektor ini kembali meningkat ke angka 18,64 juta orang.
Kemudian terakhir, industri manufaktur nasional kembali menunjukkan hasil menggembirakan. Dimana purchasing managers' index (PMI) manufaktur Indonesia berada di level 53,5 per-Desember 2021.
Dengan angka ini, sejatinya Indonesia berhasil melampaui PMI Manufaktur negara-negara ASEAN di antaranya Thailand (50,6), Filipina (51,8), Vietnam (52,2), Malaysia (52,8), Korea Selatan (51,9), Rusia (51,6), dan China (49,9).
“Kami mengapresiasi kepercayaan para pelaku industri manufaktur yang masih tinggi. Bahkan, mereka tetap optimistis pada tahun ini seiring dengan tekad pemerintah dalam menjalankan berbagai kebijakan strategis untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangannya di Jakarta, Senin (3/1/2021).