Resmi Gelar Groundbreaking Green Industrial Park di Kaltara, Presiden Jokowi: Kita Akan Ekspor Barang Jadi, Bukan Bahan Mentah Lagi

Oleh : Ridwan | Selasa, 21 Desember 2021 - 12:35 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Kaltara - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia atau Green Industrial Park di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara pada Selasa (21/12/2021).

"Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya nyatakan dimulai grounbreaking Kawasan Industri Hijau Indonesia di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara," kata Jokowi, dikutip dari YouTube Setpres.

Menurutnya, proyek ini adalah bagian dari transformasi ekonomi di Indonesia, ekspor bahan baku perlahan disetop dan digantikan ekspor produk jadi.

“Diekspor bukan bahan mentah lagi, tapi yang dieskpor adalah barang setengah jadi atau barang jadi dan yang di Kalimantan Utara ini adalah hampir semuanya adalah barang jadi,” terangnya.

Jokowi menilai, ekspor barang setengah jadi atau barang jadi akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat atau secara lebih luas memberikan nilai tambah bagi negara.

“Inilah sebuah lompatan yang ingin kita lakukan. Dan ini akan kelihatan manfaatnya secara riil 5-10 tahun ke depan,” imbuhnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan bahwa kawasan ini merupakan kerjsama Indonesia dengan investor dari berbagai negara. Di antaranya investor dari China dan Uni Emirate Arab (UEA). Jokowi menyebut kawasan ini akan menjadi yang terbesar di dunia.

"Semuanya akan bergabung. Dan ini kita harapkan akan menjadi kawasan industri hijau terbesar dunia. Bukan Kalimantan Utara, bukan Indonesia tapi dunia. Karena menyangkut lahan sampai detik ini 16.400 hektare. Dan targetnya 30.000 hektare," kata Jokowi.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa pembangunan kawasan industri hijau ini menandakan dimulainya sebuah lompatan transformasi ekonomi Indonesia. Di mana Indonesia bisa mengelola sumber daya alam dari hulu sampai ke hilir.

"Dan yang paling penting penciptaaan lapangan pekerjaan yang sangat besar. Juga akan memberikan income kepada negara, pendapatan kepada negara dalam bentuk baik pajak maupun non pajak," kata Jokowi.

"Sehingga akan memperbaiki neraca transaksi berjalan kita. Memperbaiki nanti kalau ekspor neraca perdangangan kita yang sudah bertahun-tahun kita tidak bisa menyelesaikan. Dan tentu saja devisa akan masuk," sambungnya.

Jokowi meminta seluruh menteri dan kepala daerah untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung Kawasan Industri Hijau ini.

Jokowi menyebut, dalam masa konstruksi proyek ini membutuhkan setidaknya 100.000 pekerja. Sementara itu, pada masa operasional nantinya diperkirakan akan menyerap 60.000 pekerja.

“Perkiraan saya lebih dari 200.000 [pekerja] plus produksi produk-produk turunannya,” katanya.

Presiden juga mengaku gembira karena kawasan industri ini akan menggunakan teknologi termutakhir.

Produk yang dihasilkan dalam kawasan industri ini antara lain petrochemical, electronic alumine, steel, new energy battery, industrial silicon, polycrystalline silicon, dan solar panel.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →