BPS: Nilai Tukar Petani Naik 0,14 Persen Periode Mei 2017

Oleh : Ridwan | Jumat, 02 Juni 2017 - 15:48 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Berdasarkan pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Mei 2017, nilai tukar petani (NTP) sebesar 100,15 atau naik 0,14 persen jika dibandingkan NTP bulan sebelumnya.

"Kenaikan ini dikarenakan indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,73 persen lebih besar dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani," ungkap Kepala BPS, Suhariyanto di Jakarta (2/6/2017).

Menurut Kepala BPS, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. "Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani," ucapnya.

kenaikan NTP pada periode Mei 2017 dipengaruhi oleh naiknya NTP pada subsektor tanaman pangan 0,85 persen, holtikultura 0,12 persen, peternakan 0,03 persen, dan perikanan 0,01 persen.

"Provinsi Jawa Barat mengalami kenaikan tertinggi sebesar 1,05 persen dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya," terang Suhariyanto.

Sementara itu, pada periode Mei 2017 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,74 persen, disebabkan oleh naiknya enam dari tujuh kelompok penyusun indeks konsumsi rumah tangga. Sedangkan, nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) nasional pada bulan Mei 2017 naik sebesar 0,49 persen dibanding NTUP pada bulan sebelumnya.

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →