Dari Palembang ke Mancanegara, PW Kopi Perkuat Branding Kopi Premium Sumsel Lewat Sertifikasi SNI

Oleh : Hariyanto | Kamis, 02 April 2026 - 13:46 WIB · 5 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Sumatera Selatan (Sumsel) dikenal sebagai daerah penghasil kopi terbesar nomor satu di Indonesia. Namun, tidak semua masyarakat, bahkan warga Sumsel sendiri, pernah mencicipi kopi asli dari provinsi tersebut. Berangkat dari kondisi itu, Portal Warkop (PW) hadir sebagai salah satu pelaku usaha yang konsisten memperkenalkan kopi premium khas Sumsel, sekaligus menjaga kualitas produknya hingga berhasil meraih Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pemilik sekaligus Direktur PT Portal Indonesia Group, Agoeng Perdana atau yang akrab disapa Bang Joe, bersama sang istri Angela Anggraeni (Mba Angie), mulai merintis usaha pengolahan kopi ini pada 2015. Menurutnya, usaha tersebut bukan semata berorientasi bisnis, tetapi juga dilandasi kepedulian untuk mengangkat potensi kopi daerah asalnya.

“Kita pun sebagai putra daerah baru tahu kalau Sumsel merupakan provinsi dengan produksi kopi terbesar nomor satu di Indonesia. Kita juga tidak tahu di mana harus mencari kopi itu,” ungkap Bang Joe, mengenang awal mula mendirikan Portal Warkop.

Mba Angie menuturkan, pada saat itu masyarakat lebih mengenal kopi kelas pasar dan belum banyak pelaku usaha yang fokus memproduksi kopi premium khas Sumsel.

“Akhirnya kami memutuskan untuk mencoba, yuk bikin kopi premium. Padahal kita masih belum tahu suppliernya di mana, kita harus mencari ke mana. Buat saya yang penting buka aja supaya orang tahu kopi premium Sumsel seperti apa,” ujarnya.

Pasangan suami istri tersebut kemudian mulai mendatangi berbagai kedai kopi, terutama saat bepergian ke luar kota, untuk membandingkan cita rasa kopi dari berbagai brand. Dari sana, mereka mulai menelusuri sentra produksi kopi di Sumsel dengan mendatangi dinas terkait hingga mendapatkan data petani kopi.

“Akhirnya kita menemukan satu kopi buatan salah satu brand besar coffee shop di Indonesia yang menurut kita enak. Selanjutnya kita datengin salah satu daerah penghasil kopi di Sumsel, kita berkunjung ke dinas terkait, kita mintakan data dan nama-nama petani penghasil kopi,” kata Mba Angie.

Pada tahap awal, usaha mereka masih sebatas menjual kopi hasil repackaging karena keterbatasan pengetahuan mengenai standar kopi premium.

“Kita masih belum familiar apa itu petik merah, kelas premium, standar kopi dan sebagainya,” jelas Bang Joe.

Seiring waktu, keduanya terus memperdalam pengetahuan mengenai kopi hingga akhirnya menemukan pemasok dari berbagai daerah penghasil kopi di Sumsel. Langkah tersebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan bisnis mereka.

Memasuki 2017, Portal Warkop mulai menjalankan usaha roastery coffee dengan membeli mesin roasting lokal SAS R03 berkapasitas 3 kilogram, yang kemudian ditingkatkan pada 2018 menggunakan mesin semi otomatis berkapasitas 5 kilogram.

“Ini mesin lokal yang kami beli di Jember, Jawa Timur,” ujar Bang Joe.

Konsep usaha yang menggabungkan produksi kopi premium kemasan dan kedai kopi ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pada 2018, Portal Warkop berhasil mengembangkan delapan gerai kedai kopi yang tersebar di Palembang.

“Di awal kami membuka usaha ini, sambutan masyarakat sangat tinggi. Masyarakat Palembang sangat menyukai konsumsi kopi. Namun melalui kedai kami, kopi premium Sumsel lambat laun mulai dikenal banyak orang,” katanya.

Dalam menjaga kualitas, Portal Warkop menggunakan biji kopi terbaik yang berasal dari lima kabupaten penghasil kopi unggulan di Sumsel, yakni Pagar Alam, Semendo, Lahat, Empat Lawang, dan OKU Selatan.

“Bahan baku kopi kami berasal dari lima kabupaten penghasil kopi terbaik di Sumsel yaitu Pagar Alam, Semendo, Lahat, Empat Lawang dan Oku Selatan,” jelas Bang Joe.

Ia menegaskan seluruh proses produksi dilakukan dengan standar mutu yang ketat, mulai dari pemilihan cherry kopi petik merah, pengeringan, sortir green bean, proses roasting, hingga pengemasan akhir.

“Keseluruhan proses tersebut kami lakukan berdasarkan prosedur sistem manajemen mutu, HACCP, sistem halal, dan spesifikasi mutu SNI yang menghasilkan kopi sangrai dan bubuk kemasan premium dengan jaminan kualitas tinggi,” ujarnya.

Komitmen terhadap mutu tersebut kemudian membawa PW Kopi meraih sertifikasi SNI pada 2023 untuk SNI 8964:2021 kopi sangrai dan kopi bubuk, dengan dukungan Dinas Perindustrian Sumsel dan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

“Menyandang label SNI dan konsisten menjaga kualitas, berat ya. Kita pas waktu pemeriksaan SNI aja ketat banget mulai dari alur sampai kualitas biji kopi,” kata Mba Angie.

Meski pandemi Covid-19 pada 2020 sempat memaksa delapan gerainya tutup operasional, Portal Warkop berhasil bangkit kembali. Saat ini usaha tersebut tetap berjalan dengan satu kedai dan fokus pada pengembangan lini roastery serta produk kopi kemasan.

“Walau dengan satu kedai kopi, kunjungan ke kedai Portal Warkop cukup tinggi,” kata Bang Joe.

Ia menambahkan, PW Kopi kini juga menjadi pemasok bagi sejumlah coffee shop lain di Sumsel dengan pengiriman rutin sekitar 10 kilogram per minggu.

Tak hanya dipasarkan di dalam negeri, produk PW Kopi juga telah dipamerkan di berbagai exhibition nasional dan internasional, serta dikirim ke sejumlah negara seperti Australia, Malaysia, Singapura, Abu Dhabi, Amerika Serikat, hingga pernah tampil di Oslo, Korea, Belanda, dan Barcelona.

“Itulah kenapa kami senang bila produk kami ada di pusat oleh-oleh dan pameran, ini adalah cara kami untuk memperkenalkan kopi Sumsel premium,” ujarnya.

Ke depan, Portal Warkop berencana memperluas fasilitas produksi dengan memindahkan lokasi usaha ke tempat yang lebih besar di kawasan Sekip, Palembang. Selain menambah kapasitas produksi, mereka juga terus berinovasi, termasuk menambahkan barcode pada kemasan produk yang terhubung langsung dengan informasi asal-usul kopi.

“Barcode terintegrasi dengan web kita. Jadi ketika kita scan, misalnya beli kopi Lahat, maka begitu di-scan akan langsung terhubung dengan web kopi Lahat,” jelas Mba Angie.

Dengan konsistensi menjaga mutu, inovasi produk, serta semangat memperkenalkan kopi Sumsel ke pasar yang lebih luas, Bang Joe dan Mba Angie optimistis kopi premium asal Sumatera Selatan akan semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun global.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →