BPPT: Pengembangan Energi Listrik Pohon Kedongdong Tidaklah Semudah Memasang Listrik Elektrik

Oleh : Ridwan | Senin, 29 Mei 2017 - 12:35 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Nama Naufal Raziq, siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Langsa, Aceh Timur baru-baru ini sempat viral di berbagai lini masa dengan penemuan listrik yang bersumber dari pohon kedongdong.

Hal ini pun ditanggapi Badan PEngkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB), Eniya L. Dewi yang menyebutkan bahwa pada dasarnya semua makanan dan minuman yang mengandung asam dapat menjadi sumber energi baterai.

"Temuan energi listrik terapan itu harus didukung pengembangannya sehingga dapat menjadi sumber listrik yang mumpuni dan dapat digunakann sehari-hari," ungkap Eniya L. Dewi saat konferensi pers di kantor BPPT, Jakarta (29/5/2017).

Dalam kesempatan yang sama, Eniya juga memberi apresiasi atas percobaan yang dilakukan Naufal yang menemukan adanya listrik pada poho kedongdong pagar. "Inisiatif siswa tersebut untuk melakukan percobaan ini sangat baik, semangat peneliti tersebut harus dibina dan terus dikembangkan," ucapnya.

Menurut Eniya, pengembangan energi listrik alternatif pohon kedongdong ini tidaklah semudah memasang listrik elektrik, sebab perlu penelitian lebih lanjut terhadap unsur hara tanah, iklim dann topografi wilayah. Mengingat energi ini berasal dari kambium zat asam pohon yang dapat berasimilasi dengan iklim yang berbeda untuk dapat berkembang labih baik.

Sejauh ini, energi alternatif yang diciptakan oleh Naufal memang belum bisa menggantikan kebutuhan masyarakat atas listrik untuk kebutuhan sehari-hari.

"Kami dari BPPT akan siap membantu mengembangkan dan mengaplikasikan ke masyarakat yang membutuhkan. Hasil karya anak bangsa ini harus kita dukung," tutup Eniya.

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →