Wapres Maruf Amin Buka-bukaan Sebut Sektor Pariwisata Dunia Rugi 1,3 Triliun US Dolar, 120 Juta Pekerja Terpaksa Nganggur...

Oleh : Ridwan | Kamis, 16 September 2021 - 04:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Industri periwisata menjadi sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Hal tersebut ditunjukkan dengan penurunan drastis jumlah kunjugan wisatawan.

Berdasarkan Data Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) menunjukkan, jumlah wisatawan internasional menurun 74 persen secara global akibat pandemi COVID-19.

Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin mengatakan, tahun 2020 menjadi tahun yang sangat berat bagi industri pariwisata global.

"Dengan kehilangan potensi pendapatan mencapai US$1,3 triliun serta 100-120 juta pekerja pariwisata kehilangan pekerjaannya," kata Ma'ruf saat memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Global Tourism Forum (GTF) 2021 secara hybrid, (15/9).

Dijelaskan Wapres, wilayah Asia dan Pasifik mengalami penurunan paling drastis menjadi 84 persen. Sementara untuk Indonesia, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman di tahun 2020 hanya mencapai 4,02 juta kunjungan.

"Turun 75,03 persen dibandingkan tahun 2019, yang mencapai sebanyak 16,11 juta kunjungan," ujarnya.

Dalam pemulihan pariwisata tahun 2021, Ma'ruf memastikan bahwa pemerintah Indonesia akan tetap memberikan prioritas pada aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat.

"Antara lain yakni melalui penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi COVID-19 yang masih terus digencarkan saat ini," kata Ma'ruf 

Karenanya, Ma'ruf pun berharap bahwa program vaksinasi COVID-19 akan mampu menjadi basis yang kuat menuju pemulihan sektor pariwisata, serta menciptakan optimisme masyarakat.

"Namun tentunya dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin," tutup Wapres.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →