Mengintip Koleksi Terbaru Bateeq Bertema Nostalgia
INDUSTRY.co.id - Brand fesyen Bateeq mengumumkan akan merilis koleksi runway terbarunya pada Selasa, 31 Agustus 2021. Kali ini, Bateeq mengusung tema "Nostalgia" dengan mengaplikasikan nuansa retro dalam motif batik. Nostalgia dikemas dengan gaya sartorial dan sentuhan preppy.
"Tema Nostalgia ini terinspirasi pada era retro dimana dalam pengaplikasiannya kita masukkan dengan motif batik tradisonal ke dalam nuansa retro yang didominuasi oleh bentuk geometris dan pola repetitif," ungkap Galuh Nurita Fesyen Desainer Bateeq, pada acara media gathering Bateeq secara daring, Jakarta, Senin (30/8/2021).
Galuh juga menjelaskan alasan mengambil tema Nostalgia dikarenakan dirinya merindukan akan masa-masa di era sebelum pandemi Covid-19.
"Kenapa mengambil Nostalgia, karena saat di awal pandemi sempat terpikirkan di zaman dulu sebelum pandemi enak, bisa bebas. Jadi, kayak nostalgic feeling ke zaman dulu yang tanpa masker, yang bisa hang out bareng. Jadi, dari situ kenapa kita nggak coba gabungin batik tradisional ke retro, akhirnya hasilnya ya penggabungan gaya retro dan batik tradisional," ceritanya.
Lebih lanjut, Galuh menjelaskan untuk motif yang diusungkan kali ini mengambil sentuhan motif Tinari.
Tinari ini merupakan perhitungan khsusu perjodohan dalam Weton Jawa yang akan dihadirkan menjadi motif utama.
Harapan pada pasangan TINARI digambarkan dalam dua jenis motif, yaitu motif Kawung berbentuk bulat yang berarti kesempurnaan, kemurnian dan kesucian, dan motif Banji berbentuk garis yang berarti keteraturan dalam kehidupan.
"Jadi, ini adalah perjodohan pasangan yang disebutkan dalam menemukan kebahagiaan," jelasnya
Sementara, Brand Manager Bateeq Miranti Mandasari mengatakan kali ini Bateeq akan mengeluarkan 13 koleksi pakaian wanita dan delapan koleksi pakaian pria.
"Untuk harga koleksi runway yang akan dikeluarkan besok dibanderol sekitar Rp800 ribu hingga Rp,12 juta," jelasnya.
Salah satu bentuk nyata dalam komitmen Bateeq juga berkeinginan untuk menjadi sirkular dengan turut mengkaryakan masyarakat dalam proses pembuatan pakaiannya, yakni dengan mengirimkan benang hasil olahan sisa kapas milik PT. Dan-Liris kepada para pekerja lansia di Klaten untuk ditenun menjadi bahan lurik. Bahan ini pun selalu dihadirkan dalam koleksi Runway, termasuk koleksi Nostalgia sebanyak tiga styles.