Kuwait Buka Penerbangan Komersial Negara Asia Tenggara

Oleh : Chodijah Febriyani | Senin, 23 Agustus 2021 - 10:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Kuwait akan melanjutkan penerbangan komersial dari India, Sri Lanka dan Mesir serta beberapa negara Asia lainnya yang masuk ke dalam daftar lainnya seperti, Bangladesh, Pakistan, dan Nepal. 

Dilansir dari laman Arabnews, kabarnya, penerbangan komersial akan dilanjutkan sambil mengikuti langkah-langkah aturan Covid-19 yang telah ditetapkan oleh komite menteri.

Sementara, wisatawan asing yang sudah divaksinasi Covid-19 akan diizinkan masuk ke negara tersebut dengan syarat bahwa mereka telah memperoleh dua dosis vaksin yang disetujui oleh Kuwait, yaitu Pfizer, AstraZeneca atau Moderna atau satu dosis vaksin Johnson &Johnson.

Persyaratan kesehatan bagi wisatawan asing lainnya untuk memasuki negara harus tes PCR, yang pertama diambil 72 jam sebelum tiba di Kuwait dan yang kedua selama periode karantina tujuh hari setelah kedatangan.

Yousef Al-Fawzan, direktur jenderal badan penerbangan sipil Kuwait, mengatakan mereka yang berusia di bawah 16 tahun dibebaskan dari vaksinasi untuk memasuki Kuwait, sementara mereka yang berusia di bawah 6 tahun dibebaskan dari pemeriksaan PCR.

Bulan lalu, Kementerian Kesehatan Kuwait mengatakan hanya ada laboratorium khusus di luar negeri yang berwenang untuk melakukan tes PCR untuk penumpang sebelum tiba di Kuwait.

Kuwait juga telah mengizinkan penerbangan langsung ke 12 negara mulai 1 Juli, yang termasuk negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Italia, Prancis, Austria, Jerman, Austria, Belanda, Spanyol, Swiss, Yunani, Bosnia, Kirgistan, dan Herzegovina.

Awal bulan ini pada 5 Agustus, Uni Emirat Arab juga mencabut larangan masuknya penumpang dari lima negara lain, termasuk India, Pakistan, Nigeria. Meskipun pembatasan perjalanan dari India ke UEA masih berlaku, orang India yang sepenuhnya divaksinasi, setidaknya 14 hari sebelum perjalanan, dan dengan izin tinggal yang valid, termasuk dalam kategori yang dikecualikan.

Sebelumnya, negara-negara Teluk menangguhkan penerbangan komersial dari beberapa negara, termasuk India, menyusul saran dari otoritas kesehatan karena meningkatnya kasus Covid-19.