Kabar Gembira! 3 Perusahaan Indonesia Masuk 2.000 Perusahaan Publik Terbesar di Dunia Versi Majalah Forbes

Oleh : Ridwan | Kamis, 12 Agustus 2021 - 14:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Tiga perusahaan Indonesia yang notabenenya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masuk dalam daftar 2.000 perusahaan publik terbesar dunia tahun ini atau Global 2.000 World’s Largest Public Company yang dirilies oleh Majalah bisnis Forbes.

Ketiga perusahaan BUMN tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Dalam keterangannya, Forbes menyebut bahwa peringkat yang diberikan ke setiap perusahaan berdasarkan analisis empat faktor, yakni keuntungan, penjualan, aset, dan nilai pasar.

Pertama, Forbes memasukan BRI sebagai perusahaan terbuka terbesar dari Indonesia dengan menduduki posisi ke 362 dengan nilai pasar USD36,5 miliar.

"Pada tahun lalu, BRI membukukan penjualan USD10 miliar, keuntungan USD1,3 miliar, dan aset sebesar USD107,6 miliar," tulis Forbes dalam laporan riliesnya dikutip Kamis (12/8/2021).

Kedua, Telkom Indonesia berada di peringkat ke 762 dengan nilai pasar senilai USD22,9 miliar. Kemudian, penjualan dinyatakan sebesar USD9,2 miliar, keuntungan USD1,3 miliar, dan aset USD15,8 miliar.

Kemudian BNI yang berada di posisi 1.742. Forbes mencatat, nilai pasar BNI senilai USD7,6 miliar, penjualan USD5 miliar, keuntungan USD225,6 juta, dan aset sebesar USD63,4 miliar.

Sedangkan di kancah dunia, posisi pertama diduduki oleh perusahaan asal China, ICBC dengan nilai pasar USD249,5 miliar.

Posisi sepuluh besar didominasi oleh perusahaan asal AS dan China. Misalnya JPMorgan Chase di posisi ke-2, Berkshire Hathaway di posisi ke-3.

Daftar diteruskan oleh China Construction Bank yang menduduki posisi ke-4 dan Saudi Aramco, perusahaan minyak milik Arab Saudi di posisi kelima. 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →