Kemenperin Bidik Investasi dan Transfer Teknologi Besar-Besaran dari Rusia

Oleh : Ridwan | Senin, 11 Mei 2026 - 13:16 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.idJakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kerja sama industri dengan Rusia untuk memperluas investasi, perdagangan, hingga transfer teknologi bagi sektor manufaktur nasional.

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Alexey Vladimirovich Gruzdev dalam rangkaian Indonesia–Russia Business and Investment Forum 2026 di Saint Petersburg.

“Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis jangka panjang dalam pembangunan industri nasional. Kami ingin memastikan seluruh potensi kerja sama segera ditransformasikan menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Faisol dalam keterangannya.

Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di Moskow pada April 2026 lalu yang menegaskan penguatan kerja sama di berbagai sektor prioritas.

Hubungan ekonomi kedua negara terus menunjukkan tren positif. Hingga Oktober 2025, nilai perdagangan nonmigas Indonesia dan Rusia tercatat mencapai 4,04 miliar dollar AS atau sekitar Rp 66 triliun.

Pemerintah Indonesia menilai partisipasi sebagai Partner Country dalam INNOPROM 2026 Rusia menjadi momentum penting untuk mempercepat implementasi berbagai kerja sama strategis.

Beberapa sektor yang menjadi fokus kerja sama meliputi industri manufaktur, galangan kapal, petrokimia, farmasi dan alat kesehatan, hingga pengembangan teknologi industri.

Selain itu, kedua negara juga mempercepat implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang ditargetkan mulai berlaku tahun depan.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Rusia juga membahas finalisasi Memorandum of Understanding (MoU) on Industrial Cooperation sebagai payung hukum untuk memperkuat kolaborasi industri jangka panjang.

Tak hanya itu, kedua negara memandang forum BRICS dan BRICS Centre for Industrial Competences (BCIC) sebagai platform strategis untuk mendukung transformasi industri dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Momentum INNOPROM 2026 harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas investasi, memperkuat kemitraan industri, serta mendorong transfer teknologi yang berdampak langsung pada peningkatan daya saing industri nasional," tutup Faisol Riza.