Additive Solutions Resmi Berganti Nama Menjadi Barentz, Perkuat Ekspansi di Australia dan Selandia Baru
INDUSTRY.co.id - Jakarta – Penyedia solusi bahan baku khusus global, Barentz, mengumumkan bahwa Additive Solutions resmi berganti nama menjadi Barentz. Langkah ini menandai rampungnya proses integrasi perusahaan di Australia dan Selandia Baru sekaligus menjadi babak akhir dari kemitraan yang telah terjalin selama lebih dari satu dekade.
Additive Solutions didirikan pada 2009 dan terus memperluas jejak bisnisnya di kawasan tersebut. Barentz mulai mengakuisisi mayoritas saham perusahaan pada 2014, sebelum akhirnya mengambil alih kepemilikan penuh pada Desember 2024. Rebranding yang dilakukan saat ini menjadi tahap akhir dari proses integrasi kedua perusahaan.
Melalui penggabungan tersebut, keahlian pasar lokal yang dimiliki Additive Solutions dipadukan dengan jaringan global, hubungan dengan pemasok, serta kemampuan teknis Barentz. Sinergi ini memungkinkan perusahaan menawarkan portofolio solusi bahan baku yang lebih luas di sektor nutrisi manusia dan memberikan dukungan yang lebih kuat kepada pelanggan di Australia dan Selandia Baru.
Di kedua negara tersebut, Barentz melayani berbagai segmen industri, mulai dari nutrisi bayi, produk roti, kembang gula, susu, minuman, nutraseutikal, hingga nutrisi olahraga. Perusahaan juga mendukung berbagai aplikasi produk seperti cokelat, protein bar, sereal sarapan, dan daging olahan.
Perubahan identitas ini sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang Barentz terhadap kawasan Australia dan Selandia Baru. Langkah tersebut sejalan dengan strategi global perusahaan untuk menyatukan bisnis regional di bawah satu merek guna memperkuat kolaborasi, memperluas kapabilitas, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan secara global. Pelanggan dan mitra pemasok disebut tetap akan dilayani oleh tim lokal yang sama, namun kini memperoleh akses langsung ke jaringan internasional dan keahlian aplikasi milik Barentz.
Managing Director Australia & New Zealand Barentz, Andrew Sullivan, mengatakan perubahan nama tersebut merupakan langkah yang alami dalam perjalanan perusahaan.
“Rebranding menjadi Barentz adalah langkah berikutnya yang alami dalam perjalanan kami. Kami tetap mempertahankan hubungan dan keahlian yang selama ini diandalkan pelanggan, sekaligus menghubungkan mereka dengan sumber daya global yang lebih besar dan portofolio yang lebih luas. Bagi para mitra prinsipal kami, langkah ini menyatukan kekuatan global Barentz dengan pengetahuan mendalam Additive Solutions mengenai pasar lokal dan hubungan yang telah terbangun, kombinasi yang kuat untuk pertumbuhan di masa depan,” ujar Sullivan.
Sementara itu, Regional CEO Asia-Pacific Barentz, Marc Duchene, menilai perubahan nama tersebut menjadi tonggak penting dalam strategi pertumbuhan perusahaan di kawasan Asia Pasifik.
“Rebranding Additive Solutions menjadi Barentz merupakan tonggak penting dalam strategi pertumbuhan kami di APAC. Dengan mengintegrasikan penuh operasi kami di Australia dan Selandia Baru di bawah merek Barentz, kami berada pada posisi yang lebih baik untuk memanfaatkan skala regional. Langkah ini memastikan para mitra kami di Australia dan Selandia Baru mendapatkan manfaat dari jaringan global yang terintegrasi secara mulus dan tetap berakar kuat pada keahlian yang kami miliki,” kata Duchene.
Barentz adalah penyedia global untuk solusi bahan baku khusus (specialty ingredients) di sektor ilmu hayati (life sciences) dan bahan berperforma tinggi (performance materials). Barentz menjalin kemitraan yang kuat dengan para pelanggan dan prinsipal untuk menghadirkan bahan baku berkualitas tinggi, keahlian teknis dalam pemilihan serta aplikasi bahan, serta layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Didirikan pada tahun 1953, Barentz beroperasi di lebih dari 70 negara melalui jaringan laboratorium, pusat pengadaan (sourcing), dan pusat formulasi di seluruh wilayah EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika), Amerika, serta Asia-Pasifik. Hal ini memungkinkan kami untuk melayani lebih dari 34.000 pelanggan di seluruh dunia, dengan didukung oleh sekitar 2.900 karyawan dan omzet sekitar €2,38 miliar.