Kabar Baik, Covid Turun, dan Ekonomi Bakal Rebound! Airlangga: Pemerintah Bawa Indonesia ke Arah yang Lebih Baik

Oleh : Nata Kesuma | Jumat, 23 April 2021 - 20:20 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kebijakan yang diterapkan Pemerintah dalam menangani COVID-19 dan memulihkan ekonomi nasional secara bertahap membawa Indonesia ke arah yang lebih baik di tahun kedua pandemi COVID-19.

“Situasi perekonomian kita sudah relatif memberikan tanda-tanda positif dan proyeksi kita ke arah recovery,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Media Gathering secara virtual, sebagaimana dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Jumat (23/4).

Menurutnya, saat ini dari kebijakan penanganan COVID-19 telah menghasilkan angka kasus aktif yang terus mengalami penurunan. Selain itu total vaksinasi yang sudah disuntikkan hingga 22 April 2021 mencapai lebih dari 17,98 juta dosis.

Sedangkan dari segi pemulihan ekonomi nasional, kebijakan Pemerintah telah membuat ekonomi Indonesia diprediksi rebound di tahun 2021 dengan pertumbuhan dalam kisaran 4,5 s.d. 5,3% (YoY).

“Hal ini sejalan dengan berbagai leading indicator yang menunjukkan perbaikan,” ucap Airlangga.

Dijelaskannya lebih lanjut, program vaksinasi dan kebijakan PPKM mikro juga telah berhasil meningkatkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) ke level 93,40% di bulan Maret 2021.

Sementara itu stimulus yang dilakukan Pemerintah melalui relaksasi PPnBM di sektor otomotif telah meningkatkan penjualan sebesar 28,2% (YoY) di bulan Maret 2021.

Sedangkan stimulus yang juga dilakukan pada sektor properti, pariwisata dan sektor yang lain diharapkan juga dapat semakin meningkatkan konsumsi di sepanjang tahun 2021.

Selanjutnya, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur juga semakin ekspansif ke level 53,2% di bulan Maret 2021.

“Dalam tiga bulan terakhir, neraca perdagangan positif didukung oleh ekspor yang tinggi dan investasi yang meningkat,” jelasnya.

Selanjutnya, terkait pandemi COVID-19, saat ini menurut Airlangga, parameter COVID-19 Indonesia relatif lebih baik dibandingkan global.

Hal itu terlihat dari tren persentase kasus aktif di Indonesia yang lebih rendah dari global dan kasus sembuh di Indonesia yang juga lebih besar dari global.

Sementara itu, dari segi vaksinasi, Indonesia berada di posisi 10 besar dunia dan termasuk 4 besar dunia dalam hal penyuntikan yang dilakukan oleh negara bukan produsen vaksin.

“Untuk lebih mempercepat peningkatkan herd  immunity, program vaksinasi akan terus kita akselerasi,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kebijakan “Gas dan Rem” yang diterapkan Pemerintah melalui program pengendalian COVID-19 dan pogram pengungkit ekonomi, Airlangga mengatakan bahwa ada beberapa program yang didorong oleh Pemerintah, salah satunya adalah pembayaran THR yang bisa mengungkit PDB.

Kemudian terkait dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), Pemerintah dan stakeholder terkait saat ini sedang mempersiapkan sistemnya.

“Akuntabilitas adalah hal yang penting. Usulan-usulan dari platform yang mendukung Harbolnas ini diterima Pemerintah dan sedang dikaji lebih lanjut. Dalam waktu singkat akan diumumkan,” tandasnya.

Adapun mengenai perkembangan kebijakan penanganan COVID-19 terkini yaitu tentang third wave di Negara India, Pemerintah telah melakukan rapat koordinasi untuk menerapkan pembatasan-pembatasan terkait mobilitas dari India.

Pemerintah memutuskan untuk menghentikan pemberian visa bagi WNA yang pernah tinggal dan atau mengunjungi India dalam waktu 14 hari. Sedangkan bagi WNI yang akan kembali ke Indonesia dan pernah tinggal atau mengunjungi wilayah India dalam kurun waktu 14 hari tetap diizinkan masuk dengan protokol kesehatan yang diperketat.

“Indonesia memiliki posisi dan cara penanganan COVID-19 yang tidak sama dengan India. Presiden Joko Widodo memberi arahan agar kita terus waspada,” pungkas Airlangga.

 

 

Nata Kesuma

Redaksi

Nata Kesuma adalah seorang jurnalis dan penulis yang berbasis di Indonesia. Dengan rekam jejak karier lebih dari enam tahun di Industry.co.id, ia telah menghasilkan lebih banyak artikel dengan total jangkauan jutaan pembaca. Spesialisasinya mencakup politik nasional, kebijakan pemerintah, industri manufaktur, serta sektor keuangan dan energi. Nata dikenal dengan gaya penulisan yang informatif dan tajam, kerap mengangkat topik-topik strategis seperti hilirisasi industri, kebijakan ekonomi pemerintah, serta perkembangan kawasan industri Jababeka. Selain dunia jurnalisme, ia juga aktif sebagai kreator digital yang memproduksi konten-konten evergreen seputar pendidikan, UMKM, dan gaya hidup.

Lihat semua artikel →